Sabtu, 2 April 2011

Pengobatan dan mencegah sakit kepala(Migren)

Migraine / Sakit Kepala


Written by Perunding GESB
Thursday, 21 May 2009 01:23

Migraine merupakan sakit kepala yang berulang-ulang disebabkan oleh sesuatu sebab. Trigger factor (faktor penyebab) migraine berkemungkinan faktor hormon seperti ketika datang haid, mengamalkan pil perancang, faktor persekitaran seperti suhu yang terlalu panas atau sejuk, cahaya terlalu terang atau bunyi yang terlalu bising, faktor stress seperti kurang tidur, tension, banyak memikir dll., faktor pemakanan seperti makanan masam (jeruk, buahan sitrus), makanan berperisa/perasa/pengawet/pewarna tiruan (ajinomoto, maggi mee), makanan mempunyai xanthine (cokelat), makanan tenusu (keju, susu), minuman berkafein (kopi, nescafe, coca-cola), makanan yang unik untuk individu (pulut, mee kuning, durian, buah pala) dll. Untuk mengelakkan migraine, faktor penyebab perlulah dikenalpasti dan dielakkan. Anda dinasihatkan untuk mendapat pemeriksaan doktor untuk mengenalpasti punca sakit kepala selain dari di atas.

Gamat dapat mengurangkan sakit, melancarkan pengaliran darah di otak dan bagi kes yang serasi dapat menghindari migraine dan adakalanya menyembuhkannya. Kesan mengurangkan proses auto intoksikasi oleh Bioseed turut membantu dengan menghindari penyerapan semula toksin yang boleh mengakibatkan serangan migraine. Sementara kandungan koenzim Q10 di dalam C3 spirulina juga membantu menyelesaikan masalah migraine kronik.

Disyorkan :

  • Pati Gamat Plus / Vita 1 sudu besar 2 kali sehari
    (Elok dimakan ? jam selepas Bioseed)
  • Bioseed 1 paket 2 kali sehari
    (Makan 1/2 jam sebelum makan pagi dan malam dan minum air kosong sekurang-kurangnya 8 gelas sehari supaya Bioseed boleh bertindak dengan baik)
  • C3 Spirulina 1 sudu besar 3 kali sehari
    (1 sudu besar dibancuh dengan segelas air kosong - bergantung kepada tahap kepekatan yang diingini)
  • Krim Urut eMas di sapu perlahan pada pangkal leher atau sudut kepala


Migraine & sakit kepala

Salah satu kegemaran aku kalau aku sakit adalah membuat diagnosis terhadap diri sendiri sewaktu sakit, a la Dr. House gitu. Cara aku berfikir lain, aku nampak teori sains apa yang diaplikasikan dalam kehidupan seharian. Mungkin sebab aku fikir terlalu banyak membuatkan aku terkena migraine ni.. Adeh~

Dah bertahun sebenarnya ada sakit kepala ni, sakit dia daripada level pening-pening lalat ke tahap sampai boleh terasa (dan mungkin nampak) denyutan kat kepala ni terutamanya bila sujud dalam sembahyang. Malam tadi selak wikipedia dan rasanya informasi kat situ agak lengkap.

Apa yang boleh trigger/menyebabkan migraine ni datang?

Dalam kes normal, antara sebab-sebab migraine adalah:

  • alahan kepada sesuatu
  • cahaya yang cerah, bunyi bising dan bau tertentu
  • tekanan fizikal atau emosi
  • perubahan dalam waktu tidur
  • merokok atau terhidu asap rokok
  • tak makan
  • alkohol
  • haid
  • makanan yang ada MSG (contoh: aji-no-moto)
  • pening kepala
  • makanan lain seperti chocolate
  • cuaca

Biasanya kat sini, faktor penyebab utama aku pening kepala dan migraine ni adalah disebabkan perut kosong (tak makan), pening kepala dan faktor cuaca. Perut kosong tu normal la kat sini dan memang aku benci sangat. Bangun-bangun tidur je perut kosong! Ni part yang aku memang tak suka hidup kat sini. Kalau dalam sehari tu memang biasalah lambat lunch dan makan pun benda lebih kurang je. Belum cerita lagi part berapa jauh nak cari makanan halal ni.. bertambah-tambah stress. Jadi memang darurat kat sini kalau nak ikut diet pemakanan yang betul. Kalau darurat tu pandai-pandai hidup la kan..

Faktor cuaca ni pun lagi satu. Kadang-kadang kat Moscow ni perubahan cuaca boleh berlaku dengan drastik. Macam sekarang ni nampak je cahaya matahari cerah, tapi kalau keluar angin kuat sampai boleh menggigil. Suhu kadangkala boleh berubah dari 8 darjah Celcius ke 20 darjah Celcius dalam sehari dan perubahan drastik macam ni menyebabkan perubahan dalam tekanan udara. Perubahan dalam tekanan udara menyebabkan badan terpaksa menyuaikan diri untuk mengadjust kebolehan menyerap oksigen dan biasanya bila dah adjust2 macam ni boleh menyebabkan pening dan migraine.

Apa yang aku biasa buat kalau kena migraine ni?

Panadol dah semacam menjadi keperluan dalam hidup aku. Daripada sikit-sikit dulu, sekarang secara purata aku makan satu kotak panadol dalam setahun (150 biji). Kalau kena hari yang teruk ada pernah sampai 8 biji aku kena telan (nota: aras selamat makan panadol adalah 8 biji dalam masa 24 jam).

Perasaan kena migraineLebih kurang macam ni la perasaan bila kena migraine ni

Lepas makan panadol, aku tidur biasanya. Kalau waktu siang, kena gelapkan bilik sebab cerah-cerah sangat pun tak boleh. Jadi lagi teruk pun kadang-kadang ada. Time migraine ni memang cepat marah dan perasaan nak cari gaduh tu sentiasa ada. Jadi aku elakkan sebarang komunikasi dengan manusia lain.

Aku tak tau kenapa, kadang-kadang time aku migraine aku kemaruk nak minum Coca Cola. Kononnya memberi efek yang baik di situ, mungkin sebab gas dia kuat. Aku pun tak tau. Kalau winter aku berendam dalam air panas supaya suhu badan ni jadi normal balik, tapi biasanya kurang efektif gak sebab cuaca terlampau sejuk, dan tekanan terlampau rendah. Senang sangat pening kepala time winter.

Jadi itulah cerita aku dan sakit kepala aku yang tak pernah sudah ni. Sabar jelah..



PENGARUH FAKTOR PSIKOSOSIAL KELUARGA TERHADAP PERKEMBANGAN PENYAKIT MIGRAINE ANAK

Oleh : Fathur Rahman

Migren (migraine) adalah sakit kepala vaskuler pada separuh kepala. Terjadi pada pembuluh darah (tidak jarang didahului oleh vasokonstriksi yang menyebabkan prodroma daripada migraine, umpamanya melihat api-apian, mata berkunang-kunang dan kadang-kadang timbul parase otot-otot mata (migren oftalmoplegik). Timbulnya serangan migraine dipengaruhi oleh perubahan suhu; sering timbul pada wanita yang sedang mengalami menstruasi dan pada amarah yang tak tersalurkan (Maramis, 1998).

Meskipun migraine merupakan gangguan biologis yang secara kuat disebabkan oleh faktor-faktor psikososial (Maramis, 1998), mekanisme yang terjadi melalui cara ini masih sangat kurang dipahami dengan baik, terutama kaitannya dengan gambaran migraine sebagai peristiwa neuropsikologi patogenik (Gerber et. al, 2002). Menurut beberapa hasil riset abnormalitas dalam migraine sebelumnya, ternyata diketahui dengan baik bahwa peristiwa yang berkaitan dengan aktivitas otak dipengaruhi oleh faktor-faktor fisiologis (lokalisasi sumber, eksitabilitas dan neuronal korteks, serta aktivasi sistemik) sekaligus juga dipengaruhi oleh faktor-faktor psikologis (motivasi, perhatian, dan mobilisasi sumber daya).


Hubungan antara stress psikososial dan perubahan-perubahan pada sakit migraine dirasakan masih belum cukup diinvestigasi dengan baik. Paparan berikut ini merupakan suatu minat khusus yang dikembangkan pada anak-anak yang menderita migraine, di mana faktor-faktor psikososial merupakan sesuatu hal yang penting untuk perkembangan gangguan ini.

Kepribadian seorang anak, abnormalitas perilaku anak, dan reaktivitas psikofisiologis anak terhadap peristiwa-peristiwa lingkungan, pertama kali sangat dipengaruhi dan dibentuk dalam interaksi lingkungan keluarga. Keluarga merupakan agen primer proses belajar dan sosialisasi sikap-sikap lingkungan, kebanyakan problem-problem kesehatan mulai muncul dalam konteks keluarga. Tesis ini menunjukkan bahwa keluarga memiliki dampak yang besar terhadap keberadaan sakit migraine pada anak-anal dan memainkan peran signifikan dalam perkembangan penyakit ini.

Penelitian yang dilakukan oleh Guidetti dan Santucci (Gerber et al, 2002) menemukan bahwa seorang ibu yang memiliki anak dengan riwayat migraine berkecenderungan kuat memproteksi anak-anak mereka dan membatasi otonomi dan kebebasan anak. Temuan penelitian ini juga sesuai dengan studi yang dilakukan oleh Maratos dan Wilkinson (Garber et al, 2002) yang menemukan model asosiasi antara hubungan keluarga yang terganggu dan abnormalitas perilaku dalam sakit migraine. Migraine pada lebih menunjukkan gangguan-gangguan perilaku atau

psikiatrik daripada gangguan kontrol kesehatan, dan atmosfir keluarga juga lebih destruktif.

Pasien-pasien yang mengalami migraine melaporkan pengalaman-pengalaman keluarga yang lebih negatif secara signifikan. Adapun model analisis faktor psikososial migraine pada anak ini menggunakan model analisis microanalitik interaksi orang tua dan anak. Garber dan kawan-kawan mendemonstrasikan bahwa orang tua berusaha menekan anak dengan kontrol yang berlebihan terhadap perilaku anak selama situasu stress. Para orang tua menghambat independensi anak, memberikan instruksi langsung dan spesifik, dan menghukum anak yang memiliki sakit migraine, lebih dari perlakuan mereka terhadap saudara kandung yang lainnya (terdapat diskriminasi perlakuan). Anak-anak yang mengalami migraine ini kemudian menjadi kurang aktif dalam berinteraksi dengan orang tua mereka.

Hasil penelitian juga menunjukkan hubungan koresponden dengan observasi yang dilakukan oleh peneliti lainnya bahwa orang tua anak dengan riwayat sakit migraine termasuk kategori orang tua yang dominan, suka mengontrol, perhatian yang berlebihan, tidak sabar secara emosional, menerapkan struktur organisasi keluarga yang terlalu ketat, memiliki jarak emosional dengan anaknya sendiri, dan jarang menggali ekspresi-ekspresi emosional dalam berinteraksi di keluarga.

Akibat dari model perlakuan semacam ini, anak yang memiliki riwayat migraine mendemonstrasikan perilaku tunduk dan patuh (submissive behavior), dan menunjukkan perilaku lebih pasif. Pola ini (orang tua dominan – anak pasif) tidak ditemukan pada keluarga sehat yang memiliki anak dengan riwayat asma dan gangguan hiperaktif (ADHD). Model analisis seperti inilah yang dapat menunjukkan mengapa anak-anak kemudian cenderung mengembangkan perasaan sakit pada kepala mereka. Dengan demikian, menjadi jelaslah bahwa lingkungan keluarga merupakan faktor yang memberikan kontribusi penting dalam proses permanensi migraine anak.

Yogyakarta, 22 Oktober 2002

REFERENSI

Maramis, W. F. (1998). Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa, Surabaya: Airlangga University Press

Gerber, W. D., Stephani, U., Kirsch, E., Kropp, P., & Siniatchkin, M. (2002). Slow Cortical Potentials in Migraine Families are Associated with Psychosocial Factors, Journal of Psychosomatic Research, 52, 215 – 222.


Pengobatan dan mencegah sakit kepala(Migren)




Sakit kepala (Migren) sering menggangu aktivitas kita sehari-hari. Sedikit mengetahuan penyebab dan cara mencegahnya akan mungkin bisa meringankan penderitanya, terutama kita yang hidup didaerah dekat katulistiwa, dimana sinar matahari yang kuat sangat berpengaruh dengan frekvensi kambuhnya sakit kepala ini. Apa penyebab sakit kepala migrain?

Sakit kepala migrain atau sepertinya disebabkan oleh perubahan-perubahan pada bagian kadar/ kimia tubuh yang disebut serotonin. Serotonin memerankan banyak pernanan di dalam tubuh, dan serotonin dapat berpengaruh pada pembuluh darah. Pada saat kadar serotonin dalam tubuh tinggi, pembuluh darah akan mengalami konstriksi atau penyusutan. Pada saat kadar serotonin turun, pembuluh darah akan mengalami dilatasi/pelebaran (pembengkakan). Pembengkakan yang terjadi tersebut dapat berakibat atau menyebabkan nyeri atau masalah-masalah lain.

Ada banyak hal yang dapat mempengaruhi kadar serotonin di dalam tubuh seseorang, termasuk diantaranya kandar gula darah dalam tubuh, makanan tertentu dan perubahan tingkat estrogen pada wanita.

Seperti apa migren itu terasa?

Nyeri pada sakit kepala migrain dapat terasa sangat kuat atau nyeri hebat. Nyeri hebat tersebut dapat anda (penderita) peroleh dalam berbagai cara dari aktifitas harian anda. Sakit kepala Migraine tidak sama pada tiap orang. Kemungkinan gejal-gejala migren antara lain seperti terlihat pada daftar gejala-gejala dibawah ini.

Anda mungkin juga mempunyai firasat seperti suatu pemberitahuan dalam beberapa jam sampai satu hari sebelum anda mulai merasa sakit kepala. Suatu gejala pemberitahuan adalah perasaan-perasaan yang dapat penderita rasakan dan menunjukkan bahwa anda mendapatkan tanda bahwa migrain akan terjadi. Perasaan-perasaan tersebut meliputi tenaga berlebihan / hebat / kuat, keinginan makan, perubahan perasaan dan kelelahan atau letih.

Berikut ini Kemungkinan-kemungkinan gejala yang terjadi pada migrain antara lain:

1. Nyeri yang amat hebat atau kepala terasa denyutan hebat (kenyut-kenyut) pada satu sisi atau kedua sisi kepala.
2. Mual-mual atau muntah.
3. Terjadi perubahan dalam penglihatan, termasuk penglihatan kabur atau timbul titik buta dimana anda tidak dapat melihat pada satu titik tertentu.
4. Menjadi terganggu dengan cahaya (pencahayaan), kebisingan atau bau.
5. Merasa lelah dan atau kebingungan.
6. Hidung tersumbat.
7. Perasaan pilek atau berkeringat.
8. Kaku atau kepekaan pada leher.
9. Kulit kepala menjadi peka (lembut).
10. Light-headedness.

Jenis perbedaan sakit kepala migrain.

Sakit kepala migrain yang umum adalah klasik migrain dan migrain umum.

Migrain klasik dimulai dengan tanda-tanda permulaan yang disebut dengan aura. Aura seringkali berhubungan dengan perubahan dalam cara anda memandang atau melihat. Anda mungkin melihat bayangan cahaya atau warna-warna. Anda mungkin sesaat merasa kehilangan atau berkurangnya penglihatan, seperti penglihatan pada satu sisi.

Anda mungkin juga merasa ada sesuatu yang aneh seperti menusuk atau sensasi panas seperti membakar, otot terasa lemah atau lemas pada satu sisi tubuh. Anda mungkin mempunyai masalah gangguan dalam berbicara atau berkomunikasi. Anda juga mungkin merasa depresi, mudah tersinggung dan resah, gelisah.

Aura berlangsung sekitar 15-30 menit. Aura mungkin terjadi sebelum atau setelah nyeri kepala terjadi, dan terkadang nyeri kepala dan aura saling tumpang tindih atau terjadinya secara bersamaan, atau tanpa terjadinya nyeri kepala sama sekali. Nyeri kepala migren klasik mungkin terjadi pada satu atau kedua sisi kepala.

Migrain umum (common migrain) tidak diawali dengan terjadinya aura. Migrain umum mungkin dimulai lebih lambat dari migrain klasik, berakhir lebih lama dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Nyeri pada common migrain mungkin hanya terjadi pada satu sisi kepala.

Berapa lama biasanya migrain berakhir?

Migrain mungkin akan berakhir atau berhenti dari 4 sampai 72 jam. Migrain mungkin hanya terjadi sekali atau 2 kali dalam setahun, atau setiap hari terjadi. Wanita lebih mungkin mengalami migrain daripada laki-laki.

Hal-hal yang mungkin memicu migrain.

Berikut ini adalah beberapa hal yang mungkin menjadi pemicu migrain pada beberapa orang antara lain:

1. Bau-bauan yang menyengat, lampu terang yang menyilaukan atau bunyi yang keras/kebisingan.
2. Perubahan suhu/cuaca atau ketinggian.
3. Kelelahan, stress atau depresi.
4. Perubahan dalam pola tidur
5. Beberapa makanan tertentu (lihat daftar makanan dibawah ini), khususnya makanan yang mengandung tiramin, sodium nnitrat atau fenilalanin.
6. Tidak makan atau berpuasa.
7. Siklus menstruasi, pil atau hormon untuk kontrasepsi.
8. Aktifitas fisik atau olahraga berat, termasuk hubungan seksual.
9. Merokok.
10. Sinar matahari yang kuat disiang hari

Berikut ini daftar makanan yang mungkin berpengaruh sebagai pencetus migrain:

1. Makanan basi/kadaluarsa dari Makanan kaleng, daging olahan, termasuk bologna (sosis besar yang dipanggang), binatang buruan yang cacat, daging babi, ikan haring/baring, hot dog, pepperoni (mrica) dan sosis
2. Keju kadaluarsa.
3. Minuman beralkohol, khususnya wine.
4. Aspartam.
5. Buah alpokat.
6. Biji-bijian kacang, termasuk kacang panjang, buncis, lima (buncis yang bijinya besar-besar), kacang hijau, pinto dan garbanzo.
7. Ragi untuk membuat bir, termasuk ragi segar adonan kopi, donut dan roti sourdough.
8. Caffeine yang berlebihan.
9. Sop kalengan atau kaldu bungkus.
10. Coklat, kakao/bubuk coklat atau buah carob.
11. Produk susu yang dikulturasi seperti buttermilk atau susu yg terbuat dari sisa mentega.
12. Buah ara.
13. Kacang-kacangan lentil.
14. Bahan pelunak makanan.
15. Monosodium glutamate.
16. Kacang dan selai kacang.
17. Bawang bombai, kecuali dalam jumlah sedikit untuk bumbu masakan.
18. Pepaya.
19. Buah dari passion flower.
20. Kulit kacang polong.
21. Makanan yang diawetkan, atau dibumbui, seperti zaitun dan acar dan beberapa snack makanan.
22. Kismis.
23. Buah prem.
24. Acar kubis.
25. Garam jemuran.
26. Kacang polong dingin(salju).
27. Kecap.

Bagaimana migrain dapat terobati?

Ada dua jenis pengobatan migrain. Salah satu pengobatannya digunakan untuk mengurangi atau meringankan rasa nyeri kepala. Kebanyakan pengobatan ini sebaiknya dimulai secepat mungkin saat anda berpikir bahwa anda mengalami migrain. Sementara jenis pengobatan yang kedua adalah pengobatan yang digunakan untuk mencegah sakit kepala sebelum hal itu terjadi.

Dapatkan obat-obat tanpa resep dokter membantu mengurangi atau meringankan rasa nyeri?

Tentu saja dapat, obat-obat tanpa resep dokter yang dapat membantu meringankan rasa nyeri seperti aspirin, acetaminophen (tylenol), acetaminophen, spirin dan kombinasi kafein (excedrin migraine), ibuprofen (motrin), naproxen (aleve) dan ketoprofen (orudis KT).

Bagaimana dengan obat-obat dengan resep dokter?

Orang-orang dengan rasa nyeri yang lebih hebat mungkin memerlukan obat-obat dari resep dpkter. Obat-obat tersebut disebut dengan ergotamine (ergomar) dapat bekerja secara efektif tanpa kombinasi obat lain atau dengan kombinasi obat lain. Dihydroergotamine (migranal, D.H.E. 45) masih berhubungan dengan ergotamine dan dapat membantu penderita.

Obat lain untuk migrain dari resep antara lain sumatriptan (imitrex), zolmitriptan (zomig), natriptan (amerge), rizatriptan (maxalt), almotriptan (axert), eletriptan (relpax) dan frovatriptan (frova).

Jika rasa nyeri tidak hilang, obat-obat yang lebih kuat mungkin diperlukan, seperti narkotika (stadol yang disemprotkan pada hidung) atau obat yang mengandung barbiturat. Obat-obatan tersebut dapat berakibat pada kecanduan dan sebaiknya digunakan dengan hati-hati.

Dapatkah obat membantu anda untuk mencegah migraine?

Migraine dapat dicegah dengan obat, Obat untuk mencegah migraine mungkin sangat membantu jika sakit kepala migraine yang terjadi lebih dari 2 kali dalam satu bulan atau jika sakit kepala migraine mengganggu aktifitas atau pekerjaan anda. Beberapa contoh obat yang digunakan untuk mencegah migraine antara lain propranolol (inderal), timolol (blocadren), divalproex (depakote) dan beberapa antidepressant / obat anti depresi).

Hal lain yang dapat anda lakukan untuk mencegah migraine.

Cobalah untuk menghindari makanan-makanan atau hal-hal yang sepertinya menjadi penyebab migraine bagi anda. Cukup istirahat dan minum cukup banyak cairan. Cobalah untuk tenang dan kurangi stress atau tekanan dalam hidup anda.

Beberapa Tips mengurangi nyeri:

1. Berbaringlah di tempat gelap dan sunyi.
2. Taruh kompres dingin diatas dahi anda.
3. Pijatlah kulit kepala anda dengan banyak tekanan.
4. Berikan tekanan pada pelipis anda.

Sumber:blogtipsehat, edited by Sunarsih



Tiada ulasan: