Akhirat adalah kata dari bahasa arab dan secara
literal, ia adalah kata bentuk feminin dari kata “akhir” yang berarti
‘terakhir, yang terakhir.
Ia adalah istilah Islam yang artinya ruang abadi yang menjadi rumah
kita yang terakhir yang akan kita tuju setelah dunia ini dan disebut
“hari kemudian”, “kehidupan setelah kematian di dunia”
“Yang percaya kepada kitab yang diturunkan kepadamu dan yang
diturunkan sebelummu, dan mereka yakin terhadap hari kemudian.” (Surah
AlBaqarah, 4)
Ketika kita melihat alam semesta, kita melihat bahwa segala sesuatu
di alam semesta, termasuk bumi, mempunyai masa “hidup” dan oleh
karenanya juga punya masa “mati”
Akhir dunia akan dimulai oleh malaikat “Isrofil”- yang meniup
sangkakala (terompet). Seluruh alam akan hancur dan semua makhluk hidup
akan binasa.
Ketika sangkakala pertama kali ditiup, semua yang ada di bumi dan
langit akan binasa. Hanya malaikat Jibril, Mikail, Isrofil dan Izrail
yang tetap hidup. Kemudian Allah akan memerintahkan Izrail untuk
mencabut nyawa Jibril, Mikail,dan Isrofil. Akhirnya, Allah akan
memerintahkan malaikat kematian dan Izrail juga mati.” (Ihya
Ulumuddin). Lalu, Isrofil diciptakan kembali. Ia meniup sangkakala untuk
kedua kalinya dan atas izin Allah semua makhluk akan dibangkitkan.
adalah lapangan luas dimana orang akan dikumpulkan setelah dibangkitkan. Berkumpulnya orang di padang mahsyar ini disebut
(dibangkitkan dan dihimpunkannya orang-orang untuk diadili).
“Ya Tuhan kami! Engkaulah yang akan menghimpun semua manusia
pada hari kiamat nanti yang pasti akan datang. Sesungguhnya Allah tidak
akan mengingkari janji-Nya”. (Surah Ali Imran,9)
artinya manusia akan diadili dimana dan bagaimana mereka menghabiskan hidupnya.
“pada waktu kamu dihadapkan untuk diperiksa, tidak ada satu hal pun yang tersembunyi.”
“Barang siapa yang menerima buku catatan amalnya dari sebelah
kanannya, dia akan diperiksa perkaranya dengan ringan sekali, dia akan
kembali pulang kepada sanak saudaranya dengan hati gembira! Tetapi siapa
yang menerima buku catatan amalnya dari belakangnya, dia akan
meneriakkan nasibnya yang malang, dia akan masuk neraka.” (Surah
al-Insyiqoq, 7-12)
(timbangan) adalah neraca dimana amal baik dan buruk akan
ditimbang.”Nanti di hari Kiamat akan Kami adakan neraca yang adil.
Seorangpun tidak akan diperlakukan secara zalim. Sekalipun sebesar biji
sawi, akan Kami perhitungkan juga. Cukuplah Kami sebagai pemeriksa.”
(Surah al-Anbiya,47)
Di hari pembalasan, semua nabi, terutama nabi kita Nabi Muhammad
(saw), para syuhada, ulama, dan orang orang yang dipilih oleh Allah
(swt) seperti anak yang sholeh akan meminta ampunan bagi kaum mukminin.
Ini disebut
“Semua nabi mempunyai satu doa doa khusus yang dikabulkan. Aku
menyimpan doaku untuk akhirat untuk memberi syafa’at bagi ummatku”
(Bukhari)
Di Hari Pembalasan, aku akan menjadi yang pertama yang memberi syafa’at dan yang syafa’atnya diterima.” (Ibnu Majah)
adalah panji yang akan berada di tangan nabi Muhammad (saw) dimana
orang orang beriman akan bernaung di bawahnya di Hari pembalasan.
“Aku tidak mengatakannya untuk berbangga; di Hari pembalasan panji itu akan berada ditanganku.” (Ibnu Majah)
adalah telaga yang dari telaga tersebut Nabi Muhammad akan minum
airnya bersama ummatnya sehingga mereka tidak akan pernah lagi merasa
haus. (Ada perbedaan pendapat tentang kapan waktunya minum air telaga
kautsar. Apakah sebelum atau sesudah Shirot? Menurut pendapat yang
diterima, ada dua telaga Kautsar, satu ada di surga; yang satu lagi ada
sebelum Shirot dan ada di Padang Mahsyar.)
Nabi bersabda: “Telagaku begitu luas sehingga perlu waktu sebulan
untuk menyebranginya. Airnya lebih putih dari pada susu dan baunya lebih
harum dari pada misik (kesturi), dan cangkir minumnya sama banyaknya
dengan bintang bintang di langit; dan siapapun yang meminumnya tak akan
pernah merasa haus.” (Bukhari, Kitab 8, volume 76, hadits 581).
Diriwayatkan oleh Abu Sa’id Al-Khudri:Kami, para sahabat Nabi
berkata, Ya Rosululloh! Apa itu Shirot?’Beliau menjawab, “ Ia adalah
sebuah jembatan yang licin dimana ada klem dan kait seperti benih yang
berduri yang lebar di satu sisi dan sempit di sisi lainnya dan mempunyai
duri duri pada ujungnya yang melengkung. Benih berduri seperti itu
terdapat di Najad dan disebut As-Sa’dan. Sebagian orang beriman akan
menyebrangi jembatan itu secepat mata berkedip, sebagian secepat cahaya,
angin yang berhembus kuat, kuda yang cepat, onta betina. Jadi sebagian
akan selamat tanpa terluka;sebagian akan selamat setelah mendapat
beberapa goresan luka, dan sebagian akan jatuh ke Neraka. Orang terakhir
akan menyebrang dengan diseret melewati jembatan.” (Shahih Bukhari-
Volume 9, Buku 93,Nomer 532)
adalah tempat kekal dimana orang beriman akan masuk dan memperoleh keindahan abadi atas rahmat Allah (swt).
“Dan orang orang beriman serta mengerjakan yang baik, mereka adalah penghuni surga yang kekal.( Surah al-Baqarah, 82)
Adalah tempat dimana orang kafir akan mengalami siksaan selamanya.
“Tetapiorang orang kafir dan yang mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu ahli neraka yang kekal.” (Surah al-Baqarah,39)
Bagi mukminin yang berdosa , mereka akan masuk surga setelah mengalami siksaan di neraka Jahannam sesuai dengan jumlah dosanya.
Akan tetapi, kita harus menganggap bahwa ungkapan seperti “sur,mizan,
shirot, kautsar” berkaitan dengan alam akhirat yang digambarkan sebagai
“terompet, neraca, jembatan,telaga” supaya dapat dimengerti oleh
manusia. Gambar yang dibayangkan yang membandingkan materi duniawi
bukanlah bentuk aslinya. Kita akan melihat gambaran yang sebenarnya
nanti di alam akhirat.
Allah akan mengumpulkan seluruh manusia setelah mereka bangkit dari
kuburnya, baik di darat, laut, dan darimanapun ia meninggal dunia.
Mereka akan berjalan menuju mahsyar, sebuah tempat di mana Allah
akan kumpulkan makhluk yang pertama hingga yang terakhir. Mahsyar
adalah sebuah tempat yang rata. Tidak ada tempat yang tinggi, tidak
pula ada gunung maupun bukit. Tempat yang rata, semua makhluk akan
berkumpul di sana.
Di Mahsyar inilah semua makhluk Allah swt yang berada di tujuh lapis langit dan bumi termasuk
malaikat,
jin,
manusia, binatang berkumpul dan berdesak-desakan. Setiap manusia pada
hari pengadilan akan hadir di mahsyar, diiringi oleh dua malaikat, yang
satu sebagai pengiringnya dan yang satu lagi sebagai saksi atas segala
perbuatannya di dunia.
Keadaan manusia pada hari kebangkitan berbeda-beda sesuai dengan amal
ibadahnya di dunia. Setelah fase kebangkitan makhluk dari alam kubur,
maka manusia dan makhluk lainnya akan memasuki fase di Mahsyar, yang
selanjutnya akan diberikan/ dihadapkan;
- Ita al-Kitab sebuah catatan amal masing-masing yang diberikan tiap-tiap makhluk,
- Mizan Kemudian akan dihadapkan sebuah neraca yang akan menimbang antara pahala dan dosa setiap makhluk.
- Haudh (telaga) setiap nabi akan memiliki telaga ini. Menurut ajaran Islam, Muhammad memiliki telaga yang diberi nama Kautsar, namun hanyalah calon penduduk Surga yang dapat merasakan lezatnya air itu.
Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits Sahl bin Sa’d z, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasalam bersabda:
“Umat manusia akan digiring pada hari kiamat ke (mahsyar). Sebuah
medan yang luas. Tanahnya berwarna putih seperti bundaran roti yang
bersih.” Sahl z dan selainnya berkata: “Tidak ada di sana tanda (tempat
keberadaan) bagi seorangpun.”
(HR. Al-Bukhari no. 6521 dan Muslim no.
790)
Rasulullah saw bersabda:
"Allah
Taala melipat langit-langit pada hari kiamat, kemudian menggenggam
langit-langit itu dengan tangan kanan-Nya, lalu berfirman:
Akulah Raja! Manakah
orang-orang penguasa yang suka menindas? Manakah orang-orang yang
sombong? Kemudian Dia melipat bumi dengan tangan kiri-Nya, lalu
berfirman:
Akulah Raja! Manakah orang-orang penguasa
yang suka menindas? Manakah orang-orang yang sombong?" (Shahih Muslim
No.4995 | Riwayat dari Abdullah bin Umar ra)
Hari itu bumi terguncang dengan guncangannya yang dahsyat..
"...manusia bertanya: "Mengapa bumi (jadi begini)?"
(QS Az Zalzalah 3)
"Mereka
berkata: 'Aduh celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari
tempat tidur kami (kubur)?'. Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha
Pemurah dan benarlah Rasul-rasul Nya".
(QS Yasin 52)
Mereka pun keluar dari kubur tanpa sehelai pakaian, telanjang...
"Kamu
akan dibangkitkan pada hari kiamat tanpa sandal, telanjang bulat dan
tidak dikhitan. Aisyah bertanya, "Ya Rasulullah, laki-laki dan perempuan
saling melihat (aurat) yang lain?" Nabi Saw menjawab, "Pada saat itu
segala urusan sangat dahsyat sehingga orang tidak memperhatikan
(mengindahkan) hal itu."
(Mutafaq'alaih)
Hari itu sangat dahsyat..
Mereka dikumpulkan di tengah tengah padang luas memerah..
Disana tak ada wajah bumi telah berubah, tak ada pepohonan atau gunung gunung..
"Pada
hari kiamat, manusia dikumpulkan di tengah padang berwarna putih agak
kemerahan seperti roti panggang di mana tidak ada bangunan tempat
tinggal bagi seorang pun".
(Muslim No.4998| Riwayat Sahal bin Saad ra)
Disana penghuni mahsyar bertanya tanya.
Akan berapa lamakah mereka berada di padang mahsyar?
Tidak sesiapapun tahu.
Disanalah
penderitaan dan tangis keluh tiada henti, mulut mereka terbungkam,
mereka membisu tanpa sepatah kata, mereka tidak tahu hendak mengadu
kepada siapa. Mereka dihinggapi lapar dan dahaga yang panjang..
Disana nikmat bernafas telah dihilangkan..
"Apabila langit terbelah, dan apabila bintang-bintang jatuh
berserakan,dan apabila lautan dijadikan meluap, dan apabila
kuburan-kuburan dibongkar, maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang
telah dikerjakan dan yang dilalaikannya. Hai manusia, apakah yang telah
memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha
Pemurah?" (Firman Allah QS Al Infhitarr 1-6)
Hari itu itu Malaikat Israfil meniupkan sangkakala yang kedua untuk membangkitkan seluruh manusia dari Alam Kuburnya..
Suara itu menggema menggetarkan Alam Mahsyar..
"Dan
ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka ke luar dengan segera dari
kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka". (Q.S. Yasiin 51)
Saat itulah manusia manusia terbangun dari tidur panjangnya..
Saat
itulah manusia memasuki alam lain yang menggetarkan. Mereka dikejutkan
dari kuburnya, mereka dikumpulkan oleh satu seruan. Disana mereka
menemui wajah bumi telah berubah, tidak lagi indah seperti dulu.
Matahari telah dipadamkan, bintang-bintang berserakan..
Maka sadarlah manusia..
Hari itu mereka berada ditempat yang telah dijanjikan.. hari kiamat..
Pengelompokkan manusia
Pada hari kebangkitan ini seluruh manusia akan dibangkitkan dalam 3 kelompok, yaitu:
- Kelompok yang berkendaraan,
- Kelompok yang berjalan kaki,
- Kelompok yang berjalan dengan wajahnya.
12 kelompok umat Islam
Pada masa ini umat Islam datang secara berkelompok, berdasarkan surah
An-Naba' [78]:18 dan hadits shahih,
[5]
Nabi Muhammad SAW bersabda, "Wahai Muadz, sesungguhnya engkau
bertanyakan sesuatu yang sangat besar. Ada 12 kelompok umatku akan
dihalau ke Padang Mahsyar. Mereka semuanya itu Allah Maha Kuasa
tukarkan, tidak seperti mereka hidup ketika didunia." Golongan itu
adalah seperti berikut:
- Pertama
Dibangkitkan dari kubur dengan keadaan tanpa tangan dan berkaki. Mereka
adalah orang yang ketika di dunia dulu suka mengganggu tetangganya.
- Kedua
Dibangkitkan dari kubur dengan keadaan berupa babi hutan. Mereka adalah
orang yang ketika hidupnya meringankan malas dan lalai dalam salat.
- Ketiga
Dibangkitkan dari kubur dengan keadaan keledai, mereka Sedangkan perut
membesar seperti gunung dan di dalamnya penuh dengan ular dan
kalajengking. Meraka ini adalah orang yang enggan membayar zakat.
- Keempat
Dibangkitkan dari kubur dengan keadaan darah memancut keluar dari mulut
mereka. Mereka ini adalah orang yang berdusta di dalam jual beli.
- Kelima
Dibangkitkan dari kubur dengan keadaan berbau busuk lebih daripada
bangkai. Mereka ini adalah orang yang melakukan maksiat
sembunyi-sembunyi kerana takut dilihat orang, tetapi tidak takut kepada
Allah.
- Keenam
Dibangkitkan dari kubur dengan keadaan leher mereka terputus. Mereka adalah orang yang menjadi saksi palsu.
- Ketujuh
Dibangkitkan dari kubur tanpa mempunyai lidah dan dari mulut mereka mengalir keluar nanah serta darah. Meraka itu adalah orang yang enggan memberi kesaksian di atas kebenaran.
- Kedelapan
Dibangkitkan dari kubur dengan keadaan terbalik yaitu kepala kebawah dan
kaki keatas, serta farajnya mengeluarkan nanah yang mengalir seperti air. Meraka adalah orang yang berbuat zina dan mati tanpa sempat bertaubat.
- Kesembilan
Dibangkitkan dari kubur dengan keadaan wajah hitam gelap dan bermata
biru serta perutnya dipenuhi api. Mereka itu adalah orang yang memakan
harta anak yatim dengan cara zalim.
- Kesepuluh
Dibangkitkan dari kubur dengan keadaan tubuh mereka penuh dengan sopak dan kusta. Mereka adalah orang yang durhaka kepada orang tuanya.
- Kesebelas
Dibangkitkan dari kubur dengan keadaan buta, gigi mereka memanjang
seperti tanduk lembu jantan, bibir mereka melebar sampai ke dada dan
lidah mereka terjulur memanjang sampai ke perut. Perutnya pula
menggelebeh hingga ke paha dan keluar beraneka kotoran. Mereka adalah
orang yang minum-minuman keras/alkohol/ arak.
- Keduabelas
Dibangkitkan dari kubur dengan keadaan wajah yang bersinar-sinar
bercahaya laksana bulan purnama. Mereka melalui titian sirath seperti kilat
yang menyambar. Mereka adalah orang yang beramal soleh dan banyak
berbuat baik, selalu menjauhi perbuatan durhaka, mereka memelihara salat
lima waktu, ketika meninggal dunia keadaan mereka bertaubat dan
mendapat ampunan, kasih sayang dan keridhaan Allah.
Matahari didekatkan kepada makhluk
Matahari akan didekatkan terhadap kepala makhluk, sehingga semakin
memberatkan dan menakutkan mereka. Itulah di antara peristiwa yang amat
dahsyat di padang mahsyar. Jangan bayangkan Matahari tersebut sperti
di dunia saat ini, bisa saja kadar panasnya bisa berjuta kali lipat
sesuai keinginan ALLAH SWT.
Maka, keluarlah keringat mereka yang akan
menyiksa pemiliknya sesuai dosa-dosa mereka ketika hidup di dunia.
Sebagaimana sabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasalam:
“Pada hari kiamat, matahari didekatkan jaraknya terhadap makhluk
hingga tinggal sejauh satu mil.” –Sulaim bin Amir (perawi hadits ini)
berkata: “Demi Allah, aku tidak tahu apa yang dimaksud dengan mil.
Apakah ukuran jarak perjalanan, atau alat yang dipakai untuk bercelak
mata.”–
Beliau Shalallahu ‘Alaihi Wasalam bersabda:
“Maka manusia tersiksa
dalam keringatnya sesuai dengan kadar amal-amalnya (yakni dosa-dosanya).
Maka, di antara mereka ada yang keringatnya sampai kedua mata
kakinya. Ada yang sampai kedua betisnya. Adapula yang sampai
pinggangnya. Ada juga yang keringatnya sungguh-sungguh menyiksanya.”
–Perawi berkata: “Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasalam menunjuk
dengan tangannya ke mulutnya.”
(HR. Muslim no. 2864)
Juga hadits dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasalam bersabda:
“Sesungguhnya keringat manusia itu pada hari kiamat akan membanjiri
bumi selebar tujuhpuluh depa, dan sungguh akan membanjiri sampai
setinggi mulut atau telinga mereka.” (HR. Muslim)
Seandainya ada yang bertanya, kalau di dunia maka bila matahari
mendekat sedikit saja dari garis edarnya, wajarnya bumi akan terbakar.
Maka, bagaimana mungkin hal ini akan terjadi dengan jarak sedemikian
dekat namun tidak membakar makhluk?
Jawabannya, kata Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin t,
manusia akan dibangkitkan lalu digiring ke padang mahsyar pada hari
kiamat bukan dengan kekuatan yang ada pada mereka ketika hidup di dunia.
Bahkan mereka lebih kuat dan lebih mampu. Bila manusia sekarang ini
berdiri selama 50 hari di bawah terik matahari, tidak berteduh, tidak
makan dan tidak minum, mereka tidak mungkin mampu melakukannya. Mereka
akan binasa. Namun pada hari kiamat, mereka mampu bediri selama 50
tahun tanpa makan dan minum ataupun berteduh, kecuali beberapa
golongan yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala naungi. Mereka mampu
menyaksikan kegerian-kengerian yang terjadi. Perhatikanlah keadaan
penghuni neraka yang disiksa, mereka tidak binasa karenanya.
“Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain…” (An-Nisa’: 56)
Oleh karena itulah, Rasulullah memberikan contoh kepdaa umatnya
untuk senantiasa meminta perlindungan kepada Allah Subhanahu Wa
Ta’ala dari berbagai kesempitan dan kengerian yang akan terjadi pada
hari kiamat. Sebagaimana dalam hadits Aisyah ra:
“Adalah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasalam senantiasa meminta
perlindungan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dari
kesempitan-kesempitan di mahsyar pada hari kiamat.” (HR. Abu Dawud,
An-Nasa’i dan Ibnu Majah)
Mereka berdiri terpaku berhimpitan..
Disana orang orang kafir berdiri dengan keadaan terbalik, kepala mereka dibawah..
"Wahai Rasulullah!
Bagaimana
seorang kafir dikumpulkan dalam keadaan berjalan di atas wajahnya pada
hari kiamat? Rasulullah saw. menjawab: "Bukankah Tuhan Yang membuatnya
berjalan di atas kedua kakinya di dunia juga berkuasa untuk membuatnya
berjalan di atas wajahnya pada hari kiamat?".
(Muslim No.5020 | Riwayat Anas bin Malik ra)
Disanalah seluruh manusia manusia yang dulu kafir dan membangkang itu seluruhnya tunduk dan beriman..
Rasulullah saw bersabda:
"Tidak
akan terjadi hari kiamat, sebelum matahari terbit dari barat. Apabila
matahari telah terbit dari barat maka seluruh manusia akan beriman"
(Bukhari 1557, Muslim 226)
Mereka berada disana selama 50.000 tahun..
Sebuah jangka masa yang tidak lagi diukur dengan peredaran bulan atau matahari..
Karena matahari tidak beredar lagi, cahayanya telah dipadamkan..
Waktu
yang begitu panjang itu adalah tempo yang sebentar bagi Allah
membiarkan manusia dibumi mahsyar, suatu tempo deraan yang tidak
tertanggung oleh manusia menuggu hari perhitungan amal.
Aduhai..
Berdiri berhimpit-himpitan
"Bagaimana
keadaan kalian, jika Allah mengumpulkan kalian di suatu tempat seperti
berkumpulnya anak-anak panah di dalam wadahnya selama 50.000 tahun dan
Dia tidak menaruh kepedulian terhadap kalian?"
(HR Hakim dan Thabrani)
Demikianlah
penghuni mahsyar berhimpit padat sehingga tidak ada ruang untuk
bernafas, menahan dahaga yang membakar tenggorokan dan rasa lapar yang
tidak dapat dibayangkan lagi.
Disana Allah menunjukan kekuasaan Nya.
Allah
mendiamkan penghuni mahsyar yang ia kehendaki dalam jangka puluhan ribu
tahun diantara penderitaan penderitaan yang tiada tara.
Abu Hurairah meriwayatkan, Rasulullah saw bersabda:
"Ada
tiga orang yang nanti pada hari kiamat tidak akan diajak bicara oleh
Allah dan mereka mendapat siksa yang pedih, yaitu: Orang yang mempunyai
kelebihan air di gurun sahara tapi tidak mau memberikannya kepada
musafir, orang yang membuat perjanjian dengan orang lain untuk menjual
barang dagangan sesudah Asar; ia bersumpah demi Allah bahwa telah
membeli barang itu dengan harga sekian dan orang lain tersebut
mempercayainya padahal sebenarnya tidak begitu, Orang yang berbaiat
kepada peminpin untuk kepentingan dunia. Jika sang peminpin memberikan
keuntungan duniawi kepadanya, ia penuhi janjinya, jika tidak maka ia
tidak penuhi janjinya"
(Sahih Muslim 157, Bukhari 2186, At Tirmidzi Abu Daud, Ibn majah dan Imam Ahmad)
Didalam
hadits lainnya, seperti yang saya kutif dari kitab Riyadhussalihin
disebutkan, Dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah bersabda:
"Ada tiga macam
orang yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat dan
tidak pula menganggap mereka sebagai orang bersih (dari dosa), juga
tidak hendak melihat mereka itu dan bahkan mereka akan memperoleh siksa
yang pedih sekali, yaitu orang tua yang berzina, raja (pemimpin negara)
yang suka membohong dan orang miskin yang sombong." (Riwayat Muslim).
Semoga kita semua dilindungi oleh Allah daripada termasuk salah satu dari orang-orang diatas.
Naudzubillah Himindzalik ya Allah.
Setelah
manusia di diamkan selama ribuan tahun tersebut, kemudian satu suara
menyeru penghuni mahsyar. Allah Subhanahuwwataala memerintahkan seluruh
penghuni mahsyar supaya berpaling kearah Neraka. Ini arahan pertama dari
Allah SWT kepada ahli mahsyar setelah mereka dibiarkan selama 50.000
tahun, tidak dipedulikan oleh Allah adalah azab buat mereka..
Dengan
satu arahan itu tidak seorang pun dari penghuni mahsyar dapat menolak
dan berpaling dari neraka kecuali mereka yang mendapat rahmat Allah.
"Pada
hari itu manusia mengikuti (menuju kepada suara) penyeru dengan tidak
berbelok-belok; dan merendahlah semua suara kepada Tuhan Yang Maha
Pemurah, maka kamu tidak mendengar kecuali bisikan saja".
(QS Thaha 108)
Dihari
Mahsyar itu tibalah saatnya Allah membuktikan peringatan peringatannya
tentang bahaya hari akhirat bagi mereka yang mendustakannya.
Ini adalah peringatan kepada manusia manusia yang lalai dan dzalim,
sombong ketika mendengar, melihat Ayat-ayat Allah didalam Al-Quran.
Peringatan
kepada penguasa penguasa dan manusia manusia dzalim, mereka akan
berdiri di Alam mahsyar dalam kegelapan yang gelap gulita.
Ibnu Ummar Ra meriwayatkan sabda Rasulullah saw:
"Sesungguhnya kezaliman kezaliman itu akan mendatangkan kegelapan kegelapan pada hari kiamat" (Bukhari 2267, Muslim 4676)
Hari Mahsyar bukanlah hari pembalasan yang sebenarnya.
Mahsyar
hanyalah satu hari hitungan akhirat, disana hanya sementara untuk
menunggu perhitungan amal. Namun penghuni mahsyar telah menderita dan
tidak tahan lagi berada lebih lama disana.
Disana penghuni Mahsyar merayu untuk disegerakan Hukuman karena tak tahan lagi..
"Dan
(alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang
yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka
berkata): "Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka
kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh,
sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin..."
(Qs As Sajdah 12)
Tapi
sayang, penyesalan yang menyesakan dada penghuni mahsyar itu telah
terlambat. Dunia sudah berakhir. Disanalah keabadian dimulai..
Disana tidak akan ada kematian lagi..
Rasulullah saw bersabda:
"Pada
hari kiamat nanti maut akan didatangkan seperti seekor biri biri yang
berwarna keputih putihan, lalu dihentikan diantara syurga dan neraka.
Kemudian penghuni syurga dan neraka ditanya; apakah kalian mengenai ini ?
Lalu maut itu diperintahkan untuk disembelih... dan diserukan; wahai
ahli syurga, keabadian dan tak ada kematian lagi! wahai Ahli neraka,
keabadian dan tak ada kematian lagi. Lalu Rasulullah saw menunjuk dunia
dengan tanggannya". (Kutifan Sahih Bukhari 4361, Muslim 5087)
Disanalah manusia teringat kepada Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam..
Disanalah manusia menyesal betapa berharganya waktu saat masih di dunia dulu..
Disanalah
orang orang beriman teringat tentang sebuah harapan Syafaat dari
Rasullnya..
Disanalah orang orang kafir menangis darah, menyesali
atas perbuatannya
telah memperolok olok Rasulullah dengan Mukzijat Al-Quran, kepribadian
beliau, memfitnah beliau, memperolok umatnya, sombong terhadap Al-Quran
dan tidak mau beriman & mengamalkannya,
padahal Rasullulah
adalah seorang manusia yang mulia yg telah diutus Alla SWT untuk
memberikan peringatan kepada manusia akhir zaman, namun sebagian manusia
berlaku seakan-akan tidak melihat, mendengar..
Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam;
dan pada hari itu ingatlah manusia,
akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya.
Dia mengatakan:
"Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini".
(Q.S. Al Ghasiyah 23-24 )
Dan barangsiapa yang buta
(hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta
(pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar).
(Q.S. Al -Isra' 17 Ayat 72 )
AL BAQARAH : 23
Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Qur'an yang Kami
wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang
semisal Al Qur'an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika
kamu orang-orang yang benar.
YUNUS : 38
Atau (patutkah) mereka mengatakan: "Muhammad membuat-buatnya."
Katakanlah: "(Kalau benar yang kamu katakan itu), maka cobalah datangkan
sebuah surat seumpamanya dan panggillah siapa-siapa yang dapat kamu
panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kamu orang-orang yang
benar."
HUUD : 1
Alif Laam Raa, (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan
rapi serta dijelaskan secara terperinci yang diturunkan dari sisi
(Allah) yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu,
HUUD : 13
Bahkan mereka mengatakan: "Muhammad telah membuat-buat Al Qur'an itu",
Katakanlah: "(Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surat-surat
yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu
sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang
benar".
YUSUF : 1
Alif, laam, raa. Ini adalah ayat-ayat kitab (Al Qur'an) yang nyata (dari Allah).
AR RA'D : 1
Alif laam miim raa. Ini adalah ayat-ayat Al Kitab (Al Qur'an). Dan Kitab
yang diturunkan kepadamu daripada Tuhanmu itu adalah benar; akan tetapi
kebanyakan manusia tidak beriman (kepadanya).
IBRAHIM : 1
Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya
kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang
benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha
Perkasa lagi Maha Terpuji.
AL HIJR : 1
Alif, laam, raa. (Surat) ini adalah (sebagian dari) ayat-ayat Al-Kitab
(yang sempurna), yaitu (ayat-ayat) Al Qur'an yang memberi penjelasan.
AL ISRAA' : 88
Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat
yang serupa Al Qur'an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang
serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi
sebagian yang lain".
AL QASHASH : 49
Katakanlah: "Datangkanlah olehmu sebuah kitab dari sisi Allah yang kitab
itu lebih (dapat) memberi petunjuk daripada keduanya (Taurat dan Al
Qur'an) niscaya aku mengikutinya, jika kamu sungguh orang-orang yang
benar".
LUQMAN : 11
Inilah ciptaan Allah, maka perlihatkanlah olehmu kepadaku apa yang telah
diciptakan oleh sembahan-sembahan (mu) selain Allah sebenarnya
orang-orang yang zalim itu berada di dalam kesesatan yang nyata.
ASH SHAAFFAAT : 157
Maka bawalah kitabmu jika kamu memang orang-orang yang benar.
AL AHQAAF : 4
Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu sembah selain
Allah; perlihatkan kepada-Ku apakah yang telah mereka ciptakan dari bumi
ini atau adakah mereka berserikat (dengan Allah) dalam (penciptaan)
langit? Bawalah kepada-Ku Kitab yang sebelum (Al Qur'an) ini atau
peninggalan dari pengetahuan (orang-orang dahulu), jika kamu adalah
orang-orang yang benar".
ATH THUUR : 34
Maka hendaklah mereka mendatangkan kalimat yang semisal Al Qur'an itu jika mereka orang-orang yang benar.
atau peninggalan dari pengetahuan (orang-orang dahulu), jika kamu adalah orang-orang yang benar".
ATH THUUR : 37-38
Ataukah di sisi mereka ada perbendaharaan Tuhanmu atau merekakah yang berkuasa?
Ataukah mereka mempunyai tangga (ke langit) untuk mendengarkan pada
tangga itu (hal-hal yang gaib)? Maka hendaklah orang yang mendengarkan
di antara mereka mendatangkan suatu keterangan yang nyata.
AN NAHL : 103
Dan sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka berkata: "Sesungguhnya Al
Qur'an itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad)". Padahal
bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa) Muhammad belajar kepadanya
bahasa `Ajam, sedang Al Qur'an adalah dalam bahasa Arab yang terang.
Dan barangsiapa yang ditunjuki
Allah, dialah yang mendapat petunjuk dan barangsiapa yang Dia sesatkan
maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penolong-penolong bagi mereka
selain dari Dia. Dan Kami akan mengumpulkan mereka pada hari kiamat
(diseret) atas muka mereka dalam keadaan buta, bisu dan pekak. Tempat
kediaman mereka adalah neraka jahannam. Tiap-tiap kali nyala api
Jahannam itu akan padam, Kami tambah lagi bagi mereka nyalanya.
(Q.S. Al -Isra' 17 Ayat 97 )
Disanalah Ummat Nabi
Muhammad Shalallahu Alaihi wassalam berjumpa dengan umat/kekasihnya, meminta
agar diri mereka diberi syafaat. Disanalah Nabi memberikan syafaatnya
sebagaimana yang pernah dijanjikan kepada orang-orang tertentu yang
pernah mengikat perjanjian dengan Allah dengan keimanan yang tinggi dan
amal soleh.
Nabi Muhammad Saw diizinkan oleh Allah SWT untuk memberi syafaat.
"Pada
hari itu tidak berguna syafaat, kecuali (syafaat) orang yang Allah Maha
Pemurah telah memberi izin kepadanya, dan Dia telah meridai
perkataannya". (QS Thaha 109)
Annas bin Malik ra meriwayatkan, bahwa Rasulullah bersabda:
"Setiap
Nabi mempunyai do'a yang digunakan untuk kebaikan umatnya. Sesungguhnya
aku menyimpan do'aku sebagai syafaat bagi ummatku pada hari kiamat"
(Bukhari 5830, Muslim 299)
Subhanalah..
Jazakallah ya Rasulallah shalallahu alaihi wassalam..
Inilah
sebentuk cinta Rasulullah kepada Ummatnya. Dialah yang paling tahu atas
peristiwa peristiwa dahsyat setelah kehidupan ini. Begitu mulianya,
dalam hidupnya beliau menyimpan do'a untuk kita ummatnya. Do'a, sebuah
Syafaat dan harapan dihari yang tiada naungan..
Menurut
Imam Al-Ghazali, sesiapa yang berumur panjang dan ia bersabar dalam
susah payah menanggung ujian karena keimanannya terhadap Allah, sabar
dari segala hawa nafsu, sabar menghadapi ancaman musuh musuh Allah, maka
bagi mereka hari mahsyar itu akan terasa singkat.
Selama
di dunia ini, orang-orang yang beriman dan patuh kepada perintah
perintah Allah - dan tetap menghindari segala pantangan dan larangan
dari perkara perkara yang haram - mereka sering dihadapkan kepada
masalah masalah, kesukaran dan berbagai ujian karena mentaati suruhan
Allah .
Manusia beriman merasakan waktu yang terlalu lama
hidup di dunia dengan berbagai cobaan dan penderitaan. Tapi mereka tetap
sabar menempuh segala halangan dan cobaan, maka wajarlah ia menerima
rahmat dari Allah dengan menjadikan masa yang singkat sewaktu berada di
Mashyar.
Ikhwahfillah..
Inilah hal yang seharusnya
kita jadikan energy dan semangat dalam berjihad mendukung perjuangan di
harakah harakah Islam digolongan manapun.
Berada dalam
gerakan Islam itu pasti akan menempuh berbagai ujian, dimusuhi,
diludahi, dicaci, dipenjara, dibenci oleh orang-orang yang tidak senang
karena mendukung perjuangan. Namun, kesemua itu akan menjadi suatu yang
mendatangkan rahmat kepadanya di mashyar kelak, apabila kita sabar
diatas segala rintangan itu.
Ketika penghuni mahsyar
tenggelam lautan keringat dan airmata dihari Mashyar, maka Allah
kurniakan rahmat terhadap mereka dengan menjadikan masa yang singkat di
bumi Mashyar.
Orang-orang yang beriman sering memikirkan
kesengsaraan hari mashyar yang akan dideritanya, dia sadar bahwa mereka
tidak mampu menanggung azab yang begitu lama di bumi mashyar. Orang yang
beriman seharusnya tangguh dan mampu menanggung kesusahan yang sebentar
didunia ini, terus berdiri mentaati segala perintah Allah dan menjauhi
apa jua larangan-Nya, serta memperjuangkan agama-Nya.
Dalam sebuah riwayat, Rasulullah saw bersabda:
"Kepada
orang mukmin yang menanggung sengsara kerana beriman dengan Allah SWT ,
maka ia akan diringankan seperti lebih ringannya dia melakukan solat
fardhu semasa di dunia".
SUBHANALLAH..
Sahabat, renungkanlah sejenak.. ini bukanlah dongeng..
Lima puluh ribu tahun adalah bukan masa yang sebentar...
Menunggu adalah hal yang tidak mengenakan,.
Betapa sengsaranya kita disana, menanti hari hisab..
Diriwayatkan Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw bersabda:
"Setiap
pemilik emas atau perak yang tidak mau memenuhi haknya (tidak membayar
zakat), pada hari kiamat pasti ia akan diratakan dengan lempengan
lempengan bagaikan api, kemudian lempengan lempengan itu dipanaskan di
neraka jahanam, kemudian lambungnya diseterika dengan lempengan itu.
Setiap kali lempengan itu mendingin, akan dipanaskan kembali. Hal
itu terjadi dalam sehari yang lamanya sama dengan lima puluh ribu
tahun. Hal ini berlangsung tersu sampai selesai keputusan untuk tiap
hamba...."
(Shahih Al Bukhari dalam Bab Zakat
Hadits No. 1314, Muslim No.1647, At Tirmidzi No.1560, An Nasai No. 2405,
Abu Daud No. 1414, Ibn Majah No.1766, Imam Malik No. 530 dan juga
diriwayatkan Imam Ahmad)
Inilah satu satunya
hadits shahih yang meriwayatkan bahwa di Alam Mahsyar itu akan
berlangsung satu hari yang kadarnya sama dengan Lima Puluh Ribu tahun di
Dunia.
Kata "Lima Puluh Ribu Tahun" ini juga diperkuat dengan FIRMAN ALLAH dalam surat Al Ma'rij.
تَعْرُجُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ
"Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun"
(QS Al Ma'arij 4).
SUBHANALLAH..
Bukankah usia kita di dunia ini kurang dari 100 tahun saja?
Silahkan ambil kalkulator, dan hitung bersama sama:
Jika katakanlah, usia kita di dunia ini 70 Tahun. Mari kita lihat perbandingannya dengan "Satu Hari" di yaumil mahsyar.
Berikut ini adalah persamaan matematikanya:
Jika
50.000 tahun adalah 1 hari, maka untuk memperoleh perbandingan kita
akan bagi 70 tahun dengan dengan 50.000 tahun. Hasilnya adalah 0.0014
hari atau sekitar 2 menit 1 detik.
Berikut persamaan matematikan nya:
50.000 tahun = 1 hari
70 tahun = X hari
X (hari) = 70/50.000 = 0.0014 hari = 2,016 menit = 2 menit 1 detik
Catatan:
Ini hanya perbandingan saja, Allah lah yang Maha Mengetahuinya.
Sekarang
mari renungkanlah, jika saja usia kita jika mencapai 70 tahun di dunia
ini, maka keseluruhan hidup kita di dunia ini hanya berbanding dengan 2
menit 1 detik.
2 MENIT 1 DETIK
Apa yang bisa kita persiapkan dalam jangaka 2 Menit sedangkan Akhirat itu bukan 2 juta tahun, atau 20 juta tahun... tapi Abadi..
Dari dasar pemikiran inilah,
Rasulullah shalallahu alaihi wassalam telah memilih kesederhanaan (Zuhud) kepada dunia ini,.
Abdullah
bin Mas'ud ra. pernah meriwayatkan bahwa Rasulullah tidur beralaskan
tikar, hingga ketika beliau bangun tikar itu membekas di tubuhnya.
Lalu dia menawarkan kasur untuk Rasulullah..
Dan Rasulullah menolaknya dengan mengatakan:
"Apakah untukku ini dan apa pula untuk dunia (maksudnya bagaimana saya akan senang pada dunia ini).
Aku
di dunia ini tidaklah lain kecuali seperti seorang yang mengendarai
kendaraan yang bernaung di bawah pohon, kemudian tentu akan pergi dan
meninggalkan pohon itu." (HR Tirmidzi)
SEBENTAR SAJA...
Hari yang sebentar untuk masa yang abadi..
Rasulullah bersabda:
"Tidak
seorang pun di antara kalian yang akan diselamatkan oleh amal
perbuatannya. Seorang lelaki bertanya: Engkau pun tidak, wahai
Rasulullah? Rasulullah saw. menjawab: "Aku juga tidak, hanya
saja Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadaku akan tetapi tetaplah kalian
berusaha berbuat dan berkata yang benar".
(Shahih Muslim No.5036)
SUBHANALLAH..
Semoga Catatan ini menggetarkan hati hati yang dilembutkan oleh Allah..
Berbahagialah karena kita telah beriman..
Allah berfirman (Hadits Qudsy): "Sesungguhnya Rahmat-Ku mendahului Murka-Ku"
Abu Hurairah ra meriwayatkan dari Rasulullah saw
Bahwasannya Allah
telah menciptakan RAHMAT itu sebanyak seratus bagian, satu bagian
diturunkan kebumi dan sembilan puluh sembilan lagi ditahan. Dari 1
RAHMAT yang satu bagian itulah makhluk di bumi dapat saling
sayang-menyayangi, sehingga seekor binatang buaspun pasti mengangkat
kakinya dari anaknya karena takut kalau akan mengenai -menginjak-
anaknya itu. Allah mengakhirkan yang sembilan puluh sembilan kerahmatan
itu yang dengannya Allah akan merahmati hamba-hambaNya pada hari kiamat
dan setelahnya.
Hadits senada juga diriwayatkan Salman al-Farisi r.a., katanya:
"Rasulullah
s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya Allah itu memiliki seratus kerahmatan,
maka diantara seratus itu ada satu bagian kerahmatan yang dengannya
sekalian makhluk dapat saling kasih-mengasihi antara sesamanya, sedang
yang sembilan puluh sembilan untuk hari kiamat nanti."
Dalam riwayat lain disebutkan:
"Sesungguhnya
Allah itu di waktu menciptakan semua langit dan bumi, diciptakan pula
olehNya seratus kerahmatan, setiap -satu- kerahmatan itu dapat merupakan
tutup yang memenuhi alam diantara langit dan bumi. Kemudian dari
seratus tadi yang satu kerahmatan dijadikan untuk diletakkan di bumi,
maka dengan satu kerahmatan inilah seorang ibu dapat mengasihi anaknya,
binatang buas dan burung, sebagian kepada setengah yang lainnya.
Selanjutnya apabila telah tiba hari kiamat, Allah akan menyempurnakan
dengan kerahmatan ini - yakni dilengkapkan menjadi seratus penuh."
Bayangkanlah
kasih sayang, keindahan, cinta, warna warna dan keseluruhan rizky dan
kemurahan Allah di Dunia ini yang begitu luar biasa dan itu semua hanya 1
dari Rahmat NYA. Kemudian bayangkan lagi, Hal sedahsyat apakah yang
akan menimpa kita di hari kiamat kelak hingga Allah mempersiapkan 99
Rahmat NYA sebagai syafaat kepada Hambanya ?
Sungguh tidak ada waktu untuk berkeluh kesah,
Hidup
ini teramat singkat. Janganlah hal hal yang tidak penting untuk akhirat
kita membuai kita, membuat kita terlupa. Mari hentikan semua hal yang
membahayakan diri kita diakhirat..
"Hai
orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu
melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang membuat demikian
maka mereka itulah orang-orang yang rugi". (QS Al Munafiquun: 9)
Golongan yang akan mendapatkan naungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala
Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan rahmat dan keutamaan-Nya akan
memberikan naungan kepada sebagian hamba-Nya, pada hari yang sangat
panas. Tidak ada naungan pada hari itu kecuali naungan-Nya, yaitu di
padang mahsyar tatkala mereka menghadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Beberapa golongan yang akan mendapatkan naungan-Nya, yaitu naungan
Arsy-Nya, adalah sebagaimana yang Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasalam
sebutkan dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah z.
Beliau Shalallahu ‘Alaihi Wasalam bersabda:
“Ada tujuh golongan yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan menaungi
mereka di bawah naungan Arsy-Nya, pada hari yang tidak ada naungan
kecuali naungan Arsy-Nya. Mereka adalah (1) imam (pemimpin) yang adil,
(2) pemuda yang tumbuh dalam peribadahan kepada Rabbnya, (3) orang
yang hatinya terkait di masjid, (4) orang yang saling mencintai karena
Allah, berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya, (5) seorang
lelaki yang diajak (berzina) oleh seorang wanita yang berkedudukan
lagi cantik, namun dia berkata: ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allah’,
(6) orang yang bersedekah namuan merahasiakannya, sampai-sampai
tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan
kanannya, dan (7) orang yang mengingat Allah dalam keadaan sendirian
hingga berlinang air matanya.” (Muttafaqun ‘alaih)
Dalam riwayat yang lain, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasalam bersabda:
“Ada tujuh golongan yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan menaungi mereka dalam naungan Arsy-Nya….” (HR. Sa’id bin Manshur’)
Maka, riwayat ini menjelaskan bahwa yang dimaksud naungan-Nya adalah naungan Arsy-Nya, bukan naungan Dzat-Nya.
Golongan lain yang juga akan mendapatkan naungan Arsy-Nya adalah:
“Barangsiapa yang memberi kelonggaran kepada orang yang sedang
kesulitan (membayar hutang) atau membebaskan (hutang tersebut) darinya,
niscaya Allah akan menaunginya dalam Arsy-Nya.” (HR. Muslim no. 3006)
Tujuh orang yang mendapatkan naungan
Di Mahsyar dengan suhu yang sangat panas di hari hisab, tentulah para
manusia menjadi bingung dan panik ingin mencari tempat perlindungan.
Dan pada hari itulah manusia akan berkata: "Ke mana tempat lari?". Dalam
Al-Quran disingkapkan dengan tegas dan jelas sekali perihal keadaan itu
sebagaimana firman Allah dalam surah Al-Qiyamah: 10-11:
"Pada hari itu manusia berkata: "Kemana tempat lari?" Sekali-kali
tidak! Tidak ada tempat berlindung!" Tetapi dengan kehendak Allah akan
terdapat beberapa orang yang mendapatkan naungan, tetapi tidak semua
manusia dapat berteduh di bawahnya, itu merupakan rahmat Allah dan
naungannya. Ada tujuh orang yang akan mendapatkan naungan dari Allah
dengan rahmatNya pada hari yang tiada naungan selain naunganNya ialah :
- Penguasa/ pemimpin yang adil.
- Seorang remaja yang mengawali keremajaannya dengan beribadah kepada Allah.
- Seorang lelaki yang hatinya dipertautkan dengan masjid-masjid.
- Dua orang yang saling cinta-mencintai karena Allah, yakni yang keduanya berkumpul dan berpisah kerana Allah.
- Seorang lelaki yang ketika dirayu oleh wanita bangsawan lagi rupawan, lalu ia menjawab: "Sesungguhnya aku takut kepada Allah".
- Seorang yang mengeluarkan sedekah dan disembunyikan, sampai tangan
kirinya tidak mengetahui apa yang diperbuat oleh tangan kanannya itu
(artinya dia bersedekah dan tidak menceritakan sedekahnya itu kepada
orang lain).
- Seorang yang berzikir kepada Allah di tempat yang sunyi, sehingga kedua matanya mencucurkan air mata.
Maha Benarlah Dzat Allah dengan Segala Firman Nya.
Shadaqta Ya Rasulallah..
Engkau benar wahai Rasulallah shalallahu alaihi wassalam..
Dan
jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang
tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula)
tidak diterima syafaat dan tebusan daripadanya, dan tidaklah mereka akan
ditolong.
(QS.Al-Baqarah [2]:48)
Jadi...
Coba ingatlah kembali berpa shalat yang sudah kamu tinggalkan?
Apa yang sudah Anda lakukan sampai detik ini bernafas? Hanya Kehidupan duniakah yg dikejar?
Dosa-dosa mana saja yg sudah pernah dilakukan?
Selama jantnng masih berdetak..
Pegunakanlah
waktu dengan baik untuk beramal sesuai dengan Al-Quran dan tuntunan
Nabi Muhammad SAW agar kita selamat di dunia dan akhirat..
Mulailah sekarang ..
Mulailah untuk menjaga perbuatan sekecil apapun..
karena kelak kita akan merasakan balasan yang setimpal sesuai janji ALLAH Azza Wa Jalla..
Barangsiapa yang berbuat
sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk
(keselamatan) dirinya sendiri; dan barangsiapa yang sesat maka
sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang
yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan
mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.
(Q.S. Al -Isra' 17 Ayat 15 )
"(Ingatlah)
ketika dua (malaikat) mencatat (perbuatannya), yang satu duduk di
sebelah kanan dan yang lain di sebelah kiri. Tidak ada satu kata yang
diucapkannya, melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu
siap (mencatat)."
(QS. 50/Qof: 17-18)
[032] As Sajdah - Murottal Dan Terjemahan Al Quran
8.2 MB
Siapkah Kita Menghadapi 4 Pertanyaan di Padang Mahsyar
Redaksi – Senin, 13 Rabiul Akhir 1436 H / 2 Februari 2015 13:17 WIB

Setiap
manusia wajib mengimani hari akhir atau hari kiamat. Bahkan hal itu
merupakan rukun iman yang kelima. Di dalam hadist-hadist sahih di
terangkanlah bahwa setelah dunia ini hancur, manusia yang dalam kubur di
bangkitkan dan akan menghadapi peristiwa tsb ? Apa saja yang terjadi
pada saat itu?
Pada saat itu manusia akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah
subhanahuwata’ala tentang segala macam yang telah dilakukan selama hidup di dunia ini.
Pada hari itu tidak berguna harta, anak, tidak bermanfa’at apa yang
dibanggakan selama hidup di dunia ini. Pada hari itu hanya ada Penguasa
tunggal yaitu Allah subhanahuwata’ala yang telah memberikan berbagai
macam kenikmatan kepada manusia, kemudian Dia menyuruh menggunakan
nikmat itu sebaik – baiknya dalam rangka mengabdi kepada-Nya.
Karena Allah telah mengkaruniakan nikmat-nikmat itu kepada manusia,
maka sangat wajar apabila Ia menanyakan kepada manusia untuk apa
nikmat-nikmat itu digunakan.
Dalam sebuah hadist mengatakan (sabda Rasulullah saw) : “Tidaklah bergeser kedua kaki seorang hamba (menuju batas shirothol
mustaqim) sehingga ia di tanya tentang umurnya untuk apa ia habiskan,
ilmunya untuk apa ia amalkan, hartanya dari mana ia peroleh dan
dikemanakan ia habiskan dan badannya untuk apa ia gunakan.” (HR Sahih
Turmizi dan Ad Damiri).
1. UMUR
Umur adalah sesuatu yang tidak lepas dari manusia. Bila kita berbicara tentang umur, maka berarti kita berbicara tentang waktu.
Allah dalam Alqur’an telah bersumpah degnan waktu : ” Demi masa”,
maksudnya agar manusia lebih memperhatikan waktu. Waktu yang di berikan
Allah adalah 24 jam dalam sehari semalam. Untuk apa waktu itu kita
gunakan ? Apakah waktu itu untuk beribadah atau untuk hal yang sia-sia.
Diantara sebab-sebab kemunduran ummat Islam ialah bahwa mereka tidak
pandai menggunakan waktu untuk hal-hal yang bermanfa’at, sebagian
waktunya digunakan untuk bergurau, mengobrol hal – hal yang tak berguna
bahkan terkadang membawa kepada perdebatan yang tak berarti hingga
membawa keperkelahian. Sementara orang-orang kafir menggunakan waktunya
dengan sebaik-baiknya, sehingga mereka maju di dalam segala bidang
kehidupan dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.
Keadaan ummat Islam saat ini sangat memprihatinkan. Ada diantara
mereka yang tidak mengerti ajaran agamanya dan tidak mengerti ilmu
pengetahuan umum.
Bahkan ada diantara mereka yang buta baca tulis Alqur’an.
Bila kita mau meningkatkan iman dan amal (pekerjaan/ilmu), maka
seharusnya kita bertanya kepada diri masing-masing; Sudah berapa umur
kita hari ini dan apa yang sudah kita ketahui tentang Islam, apa pula
yang sudah kita amalkan dari ajaran Islam ini? Janganlah kita termasuk
orang-orang yang lalai dan merugi.
Umur tidak terasa berjalan merayapi kehidupan kita. Tanpa kita
sadari, sekejap saja umur kita telah tertinggal jauh, yang tersisa hanya
beberapa tahun saja atau beberapa hari bahkan beberapa detik saja.
Kemarin kita masih dimanja-manja, bermain tertawa bebas – sedikit
bergembira dan banyak mengalami kesusahan dalam menjalani perputaran
kehidupan di dunia ini, lalu berkeluarga dan tiba-tiba kita telah
menggenapi diatas puluhan tahun dan menanti hari ketiadaan kita di dunia
ini seperti semula.
Apakah akan kita sia-siakan umur yang bagai KERCAPAN MATA ini untuk
hal-hal yang hanya akan merugikan kita di dunia maupun di hari akhir
kelak ?
2. ILMU
Yang membedakan antra muslim dan non muslim adalah ilmu dan amal.
Orang muslim berbeda amaliahnya dengan orang kafir dalam segala hal,
dari mulai kebersihan, berpakaian, berumah tangga, bermuamalah (hubungan
dalam bermasyarakat), berperilaku dll. Seorang muslim di perintahkan
oleh Allah dan rosul-Nya agar menuntut ilmu. Allah berfirman : Apakah
sama orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu? ( Az Zumar :
9).
Ayat diatas kendatipun berbentuk pertanyaan tetapi mengandung
perintah untuk menuntut ilmu. Menuntut ilmu hukumnya wajib (ilmu agama
dan ilmu pengetahuan yang bermanfaat) atas setiap individu muslim,
misalnya ilmu agama : tentang membersihkan najis, berwudhu yang benar,
cara shalat yang benar dan hal-hal yang di laksanakan setiap hari. Ilmu
keduniawian : belajar menuntut ilmu tiada batasan umur dan wajib di
amalkan (di terapkan) untuk kelangsungan hidup dan kemaslahatan sesama
manusia. Karena ia tidak tahu, maka amalannya akan tertolak, dan Allah
akan bertanya kepadanya kenapa ia mengikuti apa yang ia tidak ketahui,
seperti dalam firman-Nya : “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu
tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran,
penglihatan dan hati. semuanya itu akan di minta pertanggungjawabannya
“. (Al Isra’ : 36).
Ilmu yang sudah dipelajari oleh ummat Islam harus di gunakan untuk
kepentingan Islam dan sesama manusia. Ilmu yang sudah di tuntut dan
di pelajari wajib di amalkan menurut syari’at (aturan/ajaran) Islam.
Ilmu tidak akan berarti apa apa dalam hidup dan kehidupan manusia
kecuali bila manusia mengamalkannya, rosulullah saw bersabda : ”
Beramallah kamu (dengan ilmu yang ada) karena tiap tiap orang dimudahkan
menurut apa apa yang Allah ciptakan atasnya”. ( HR Muslim).
Akal fikiran diberikan untuk di pergunakan pada tempatnya, yaitu
menuntut ilmu. Baik Ilmu duniawi maupun ilmu ukhrawi. Menuntut ilmu
tidak mengenal umur, waktu atau tempat. Sudahkah kita menggunakan akal
fikiran yang Dia limpahkan ini pada hal-hal yang berguna baik bagi diri
maupun orang sekitar kita ?
Allah ta’ala telah melimpahkan umur,akal fikiran dan pengetahuan,
mengapa kita tidak mencarinya? Jadi tiada alasan yang bisa di terima
Allah pada waktu hari penghisaban kelak bagi umat-Nya. Janganlah kita
termasuk umat yang menyesal di kemudian hari.
3. HARTA
Rosulullah saw bersabda ” bagi tiap tiap umat itu fitnah dan sesungguhnya fitnah umatku adalah harta “. (HR Turmizi dan Hakim).
Harta pada hakikatnya adalah milik Allah. Harta adalah amanat Allah
yang dilimpahkan kepada umat manusia agar ia mencari harta itu dengan
halal, menggunakan harta itu pada tempat yang telah di tetapkan dalam
syari’at Islam.
Bila kita amati keadaan umat Islam kini, banyak kita dapati diantara
mereka yang tidak lagi peduli dengan cara mengumpulkan hartanya apakah
dari jalan yang dihalalkan atau yang di haramkan dalam syari’at Islam ‘.
Rosulullah saw telah meramalkan hal ini dengan sabdanya : “Nanti akan
datang suatu masa; di masa itu manusia tidak perduli dari mana harta itu
di peroleh, apakah dari yang haram atau yang halal “. (HR Bukhari).
Setiap muslim harus hati-hati dalam mencari mata pencaharian hidupnya
karena manusia yang terdesak dalam masalah ekonomi lalu ia menjadi
kalut hingga tidak peduli lagi harta itu dari mana ia peroleh. Ada harta
yang di perolehnya dari usaha-usahanya yang batil, misal ; hutang tidak
di bayar, korupsi, riba, merampok, berjudi dlsb.
Orang mencari usaha dari yang haram akan mendapat siksa Allah,
seperti yang disabdakan Rosulullah saw : “Barang siapa yang dagingnya
tumbuh dari barang haram, maka neraka lebih patut baginya (sebagai
tempatnya) “. ( HR Al Hakim). Harta yang kita dapat dengan cara yang
halal harus pula kita infakkan pada jalan yang benar pula. Bila tadi di
sebut harta itu milik Allah, maka wajib pula kita gunakan harta itu
dalam rangka menegakkan kalimat Allah di muka bumi ini.
Di dalam Alqur’an ada delapan golongan yang berhak mendapat zakat,
yaitu para fuqara (orang faqir), masakin (orang miskin), amil (pengurus
zakat), mu’allaf (orang yang baru masuk Islam), untuk membebaskan budak,
orang-orang yang berhutang, orang-orang yang sedang berjuang di jalan
Allah dan orang-orang yang sedang ada dalam perjalanan jauh (musafir).
Pada masa sekarang ini ada tiga golongan yang di prioritaskan yang
berhak mendapatkan infaq dan sadakah, yaitu golongan fuqara, masakin dan
orang-orang yang berjuang di jalan Allah.
Orang faqir adalah orang yang membutuhkan/mempunyai kebutuhan hidup
tetapi tidak mempunyai pekerjaan sedangkan hidupnya di gunakan untuk
membantu agama Islam. Jadi orang faqir ialah orang yang hidupnya untuk
berjuang di jalan Allah bukan pemalas yang tidak mau berusaha tetapi
usahanya hanya bisa mencukupi kebutuhan minimal dalam keluarganya saja
(makan sehari-hari).
4. BADAN
Manusia merupakan makhluk yang paling sempurna yang di ciptakan Allah
di muka bumi ini. Dengan kesempurnaan susunan tubuh serta akal fikiran
yang di berikan Allah, manusia di jadikan sebagai khalifah di muka bumi
ini, manusia di bebani taklif agar dapat melaksanakan fungsinya dengan
baik. Jasmani manusia ini di tuntut bekerja untuk melaksanakan fungsi
khilafah dalam rangka mengabdi kepada Allah.
Letihnya manusia dalam melaksanakan ibadah kepada Allah akan di
ganjar dengan pahala. Tetapi bila letihnya dalam rangka main-main,
mengerjakan maksiat, perbuatan sia-sia, beribadah dengan yang tidak
pernah di contohkan rosul Allah saw, maka sia-sialah letihnya itu,
bahkan ada yang di ganjar dengan api neraka, karena mereka termasuk
orang-orang yang celaka, sebagaimana sabda nabi Allah saw : ” Tiap-tiap
amal (pekerjaan) ada masa-masa semangat, dan tiap-tiap semangat ada masa
lelahnya maka barangsiapa lelah dan letihnya karena melaksanakan
sunnahku, maka ia telah mendapatkan petunjuk, dan barang siapa letihnya
bukan karena melaksanakan sunnahku, maka dia termasuk orang yang binasa
“. (HR Al Hakim dan Al Baihaqi).
Begitulah, pada hari mahsyar masing-masing manusia akan di minta
pertanggungjawaban atas segala perbuatan yang telah di kerjakan
selama hidupnya di dunia ini. Sudah siapkah kita menjawab pertanyaan –
pertanyaan yang akan di tanyakan kepada kita pada saat itu ? Kalau
belum, kapan lagi kita mempersiapkan diri kalau tidak sekarang ? Kita
tidak tahu kapan giliran kita dipanggil, tahun depan, bulan depan,
minggu depan, besok, nanti malam, 1 jam lagi atau beberapa menit lagi.
Wallahu a’lam.
Oleh Ust. Yazid Abdul Qadir Jawas
7 Golongan Yang Mendapat Pertolongan Allah Di Padang Mahsyar
Tahukah anda? Islam menyediakan semua jawapan tentang hidup kita.
Samada tentang yang terang atau permasalahan yang ghaib, tentang sejarah
serta masa depan; tentang Hidup di Dunia dan Akhirat. Rahsia demi
rahsia semuanya boleh dirungkai asal kita dapat mencari kuncinya.
Padang mashyar tempat berkumpulnya manusia setelah dibangkitkan dari mati. [
Gordon]
Nak mendapat pertolongan Allah swt di Padang Masyhar nanti? Pun sudah
ada jawapan. Bukan satu atau dua, tapi ada banyak cara. Tinggal nak
ikut atau tidak sahaja. Tinggal nak buat atau tidak sahaja. Jadi, yang
mana satu kita?
Rasulullah saw telah pun membuka rahsia ini lebih 1400 tahun dahulu.
Sabda Baginda saw seperti yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra yang
bermaksud:
“Tujuh golongan Allah akan menaungi mereka pada hari yang
tiada naungan melainkan naunganNya; Pertama: Imam (pemimpin) yang adil.
Kedua: Pemuda yang membesar dengan beribadah kepada Allah. Ketiga:
Insan yang hatinya terpaut dengan masjid.
Keempat: Dua insan yang berkasih sayang kerana Allah, mereka bertemu
dan berpisah kerana Allah. Kelima: Insan yang diajak (digoda) oleh
wanita yang berpangkat dan cantik, lalu ia berkata, ‘Sesungguhnya aku
takutkan Allah.’ Keenam: Insan yang bersedekah dengan cara yang
tersembunyi sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang
dibelanjakan oleh tangan kanannya. Ketujuh: Insan yang mengingati Allah
secara bersunyian lalu menitiskan air matanya.”
Riwayat Bukhari dan Muslim
#1 – Imam (Pemimpin) Yang Adil
Siapa itu imam dan pemimpin? Kepimpinan boleh jadi dalam konteks yang
besar dan khas seperti Pemimpin Negara, Pemimpin Masyarakat, Imam,
Penghulu, Ketua Polis dan Hakim.
Pemimpin juga boleh jadi dalam konteks umum seperti Ketua Rumah
Tangga (Suami dan ayah), Ketua Pengawas Sekolah, Pengetua ataupun
sekadar Ketua Kumpulan bagi aktiviti rekreasi dan riadah yang dirancang
bersama kawan-kawan.
Apabila ada yang memimpin dan ada yang dipimpin, maka wujud dunia
kepimpinan di situ. Bagaimana pula dengan diri kita? Adakah kita
pemimpin kepada diri sendiri? Rasulullah saw menekankan soal kepimpinan
sehingga diriwayatkan oleh Ibnu Umar ra yang bermaksud:
“Ketahuilah! Masing-masing kamu adalah pemimpin, dan
masing-masing kamu akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang
dipimpin. Seorang raja yang memimpin rakyat adalah pemimpin, dan ia akan
dimintai pertanggungjawaban terhadap yang dipimpinnya.
Seorang suami adalah pemimpin anggota keluarganya, dan ia akan
dimintai pertanggungjawaban terhadap mereka. Seorang isteri juga
pemimpin bagi rumah tangga serta anak suaminya, dan ia akan dimintai
pertanggungjawaban terhadap yang dipimpinnya. Seorang budak juga
pemimpin atas harta tuannya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban
terhadap apa yang dipimpinnya.
Ingatlah! Masing-masing kamu adalah pemimpin dan masing-masing kamu akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya.”
Riwayat Muslim: 3408
Allah swt mewajibkan keadilan sehingga ada lebih dari 50 ayat di
dalam Al-Qur’an yang menceritakan tentang keadilan. Adil di dalam Islam
bermaksud meletakkan sesuatu pada tempatnya.
Persoalannya, bagaimana untuk menimbang dan membanding tempat yang
betul bagi setiap perkara itu? Sebenarnya Rasulullah saw telah pun
memberi contoh melalui syari’at, peraturan, penetapan dan undang-undang
yang telah Allah swt maktubkan di dalam Al-Qur’an dan hadith.
Seorang ayah juga pemimpin untuk anak dan keluarga. [
areMaL]
Lengkapnya panduan yang Rasulullah saw tinggalkan untuk kita sehingga
meliputi semua aspek seperti kekeluargaan, kemasyarakatan, politik,
ekonomi, undang-undang, global, sejarah, kesihatan dan sains sehingga
tiada alasan untuk kita menidakkan Islam dalam apa-apa perkara
sekalipun.
Kerana inilah pentingnya ilmu untuk seorang Muslim belajar bagi
mengetahui syari’at yang paling asas, sekalipun sehingga syari’at yang
di bawah amanah dan tanggungjawabnya agar mampu memimpin diri sendiri,
keluarga dan masyarakat. Supaya nanti setiap keputusan yang dibuat
adalah meletakkan sesuatu pada tempat yang telah ditetapkan mengikut
neraca Islam dan neraca Allah swt.
#2 – Pemuda Yang Membesar Dengan Beribadah
Beribadah di sini bukan hanya tertumpu kepada ibadah khusus seperti solat lima waktu, puasa, zakat dan mengerjakan haji.
Malah konteks ibadah termasuk menjaga adab dan akhlak di dalam
pergaulan, penggerak contoh teladan kepada yang lebih kecil,
bertanggungjawab, bersungguh-sungguh mendalami ilmu dan istiqamah dalam
amalannya.
Betapa pentingnya masa muda ini sehingga turut ditegaskan lagi di dalam hadith Rasulullah saw yang lain sebagai bermaksud:
“Pada hari Kiamat tidak seorang pun hamba diperkenankan
meninggalkan posisinya kecuali ditanya lima perkara; tentang penggunaan
umurnya, masa mudanya, kekayaannya dari mana dia peroleh dan untuk apa
digunakan dan apa yang dilakukan terhadap ilmunya.”
Riwayat Tirmidzi: 2416
Menurut Syeikh Abdul Aziz bin Baz Rahimahullah, kepentingan para
pemuda sebagai pembangun dan penegak Islam amat ditekankan di dalam
hadith-hadith Rasulullah saw sehingga sering berada di bahagian
permulaan hadith.
Peranan pemuda cukup besar dan merupakan aset yang sangat berharga
kerana ketika usia mudalah segala kudratnya kuat, mindanya tajam,
tenaganya ampuh, geraknya pantas dan langkahnya cergas.
Pemuda yang taat dan redha kepada Allah pasti mendapat belas kasihNya. [
Rafiq]
Ketika inilah seorang pemuda mampu bangkit dan berjihad untuk Allah
swt dan RasulNya dalam pelbagai cabang yang diceburi dalam kehidupannya.
Maka saat-saat muda harus dimanfaatkan dengan sepenuhnya dalam
pengabdian dan ketaatan kepada Allah swt.
Namun begitu, nafsu di kala berdarah muda ini juga berkeadaan sangat
liar dan membara. Amarahnya cukup mudah. Egonya juga agak tinggi.
Kematangannya belum ranum. Godaan dunia itu sangat kuat menekan minda
dan akalnya.
Maka seorang pemuda yang berjaya menjinakkan nafsunya dan mengawal
emosi atas dasar sentiasa ingat dan tunduk patuh pada Allah swt
membuktikan kekuatan dan ketaatan yang ada pada dirinya. Dengan segala
macam kekuatan dan kenikmatan yang diberi Allah swt ketika waktu muda,
di manakah kita habiskannya?
#3 – Insan Yang Hatinya Terpaut Dengan Masjid
Menyelusuri sejarah, peranan masjid sangat utama sebagai pusat
ibadah, menyebarkan ilmu, pemerintahan kerajaan, perbincangan
permasalahan ummah dan aktiviti kemasyarakatan yang mengukuhkan
persaudaraan dan silaturrahim umat Islam dari segi politik, sosial dan
ekonomi.
Rasulullah saw, para khalifah ar Rasyidin dan Pemerintahan Khilafah
Islam telah memberi contoh bagaimana masjid mesti diimarahkan untuk
mengajak lebih ramai lagi yang mendatanginya dan bagaimana fungsinya
begitu mustahak untuk kesinambungan syiar Islam di atas bumi Allah swt.
Para pencinta masjid adalah mereka yang terus-menerus melaksanakan
semua peranan ini di masjid bagi menjaga kemasylahatan umat. Samada
mereka adalah yang memimpin, mentadbir, mengurus, menganjurkan
aktiviti-aktivi bermanfaat di masjid mahupun yang terlibat dan
menghadirinya.
Merekalah para tetamu Allah swt yang suka kepada kebaikan, menuturkan
kebaikan dan mengajak kepada kebaikan dalam mengingati Allah swt.
Besarnya amanah dan tanggungjawab ini sebenarnya sehingga Allah swt
bukan hanya menaungi mereka di akhirat malah juga memuliakan mereka di
dunia seperti hadith yang menyebut:
Dari Abu Hurairah ra dan Abu Said al Khudri ra keduanya bersaksi bahawa Nabi saw bersabda:
“Tidaklah satu kelompok yang duduk mengingati Allah
kecuali para malaikat menaungi mereka dengan sayap-sayapnya, dan rahmat
Allah meliputi mereka, sakinah turun ke atas mereka dan Allah menyebut
mereka dalam majlis para malaikat.”
Riwayat Muslim
Rahmat Allah swt yang luas juga diberikan kepada mereka yang begitu
terikat hatinya pada Rumah Allah walau dalam keadaan sembunyi seperti
hadith berikut:
Dari Abu Hurairah ra meriwayatkan bahawa baginda Rasulullah saw bersabda:
“Orang yang sentiasa berulang-alik ke masjid di dalam
kegelapan malam mereka itulah orang yang hati sanubarinya tenggelam di
dalam rahmat Allah.”
Riwayat Ibn Majah
#4 – Dua Insan Bertemu & Berpisah Kerana Allah
Apakah makna kerana Allah swt? Adakah mereka ini hanya bertemu dan
berpisah seperti khalayak biasa atau ada makna lain di sebalik ukhwah
dan ziarah menziarahi mereka? Allah swt berfirman:
Sebenarnya
orang-orang yang beriman itu adalah bersaudara, maka damaikanlah di
antara dua saudara kamu (yang bertelingkah) itu; dan bertaqwalah kepada
Allah supaya kamu beroleh rahmat. (Surah Al-Hujurat: 10)
Iman seorang hamba itu diiringi dengan bersaudara dan berkasih
sayang. Melalui kasih sayang, maka seorang sahabat atau jiran boleh
datang bersilaturrahim tanpa prejudis. Mereka saling memberi dan
menerima lalu wujudlah suasana yang harmoni.
Yang paling indah, mereka saling nasihat-menasihati dan mengingati
sesama sendiri agar tetap mencintai Allah swt. Lalu bersama-samalah
mereka menyokong dan bersegera dalam kerja-kerja kebajikan.
Tidak wujud hasad dan dengki di dalam hati mereka melainkan
mengharapkan yang terbaik untuk saudara mereka. Mereka memilih untuk
saling menghormati dan melindungi diri, keluarga dan harta benda sesama
mereka seperti menjaga diri, keluarga dan harta sendiri.
Sahabat yang berkasih sayang bertemu dan berpisah kerana Allah swt [
kupih]
Andai ditakdirkan perpisahan, mereka tidak bersedih hati kerana
peringatan tentang keutamaan mendahului Allah swt itu menjadi pegangan
dan prinsip mereka dalam menyebarkan kasih sayang Allah. Kasih sayang
ini membentuk kekuatan yang luar biasa sehingga Umat Islam bersatu dalam
jihad di jalan Allah swt.
Hari ini kita lihat nilai kemanusiaan semakin terhakis. Sikap
mementingkan diri jelas sehingga jiran sebelah rumah pun tidak kenal.
Budi bukan suatu yang dipandang tinggi melainkan diletak harga material
padanya.
Adakah berkasih sayang itu telah jadi suatu yang mustahil di zaman
ini? Ayuh! Kita mulakan dengan yang paling mudah sekali seperti anjuran
Rasulullah saw di dalam hadith di bawah:
“Demi yang diriku di dalam genggamanNya, kamu tidak akan
masuk syurga sehingga kamu beriman, dan kamu tidak beriman sehingga kamu
berkasih sayang. Mahukah kamu aku (nabi) tunjukkan sesuatu yang apabila
kamu melakukannya maka akan lahirlah kasih sayang? Sebarkan salam di
antara kamu.”
Riwayat Muslim dari Abu Hurairah
#5 – Insan Yang Menolak Godaan Wanita
Wanita, godaan dan fitnah darinya sering menjadi peringatan para nabi
dan rasul kepada umat masing-masing. Samada kisah Hawa yang memujuk
Nabi Adam as memakan buah larangan sehingga tercampak keluar dari
syurga.
Atau kisah Nabi Yusuf as yang menolak godaan Zulaikha dengan tegas
kerana takutkan Tuhannya; kedua-dua kisah ini mempunyai pengajarannya
sendiri. Manusia dicipta dengan nafsu dan beruntunglah mereka yang kuat
menjaga maruahnya agar tidak tertipu dan terpedaya dengan keseronokkan
sementara lakonan dunia.
Sentiasalah ingat dan takut akan Allah agar dapat mengelakkan diri dari maksiat. [
Taqi]
Di mana Tuhan? Bagaimana Tuhan? Suatu yang tidak pernah dilihat oleh
mata kepala sehingga sering manusia terlalai dan terlupa. Oleh itu,
sangat hebatlah apabila seorang hamba mengelak ujian ini semua dengan
kesedaran yang tinggi bahawa Allah swt sentiasa mengawasinya.
Justeru golongan yang sentiasa takutkan Allah swt ternyata mempunyai
tingkat taqwa yang sangat tinggi sehingga setiap detik hidupnya mampu
dirasakan kehadiran Allah swt. Menurut menantu Rasulullah saw, Saidina
Ali bin Abi Talib apabila ditanya tentang taqwa beliau menjawab:
“Taqwa adalah takut kepada Allah Yang Maha Agung,
mengamalkan wahyu, puas terhadap yang sedikit dan bersiap-siap untuk
menghadapi Hari Kebangkitan.”
Dari sini difahamkan bahawa seorang yang takut pada Allah swt bukan
sahaja berusaha mengelak dari godaan nafsu malah sentiasa bersiap siaga
berdepan hari Kebangkitan dalam apa jua aspek. Bahkan tidak hairanlah
kedudukan mereka dilindungi Allah swt di hari Kiamat atas ganjaran buat
segala persiapan yang mereka lakukan sepanjang hidup lagi.
#6 – Insan Yang Ikhlas Bersedekah
Tangan kiri berada sangat dekat dengan tangan kanan. Namun apa yang
dilakukan oleh tangan kanan tidak disedari oleh tangan kiri. Inilah
ikhlas; melakukan sesuatu tanpa mengharap balasan dan pujian dari
manusia.
Apabila bimbang pada kemungkinan untuk menjadi riak dan ujub, maka
amalan-amalan itu lebih baik disembunyikan dari khalayak. Diantara
ungkapan Saidina Ali bin Abi Talib yang boleh menjadi pelajaran adalah:
“Suatu keburukan yang menyesakkanmu lebih baik di sisi Allah daripada kebaikan yang membuatmu ujub.”
Ada manusia mengerjakan suatu kebajikan kerana ingin menunjuk-nunjuk
pada yang lain. Kesombongan dan ketakburannya terserlah pada akhlak yang
keji sehingga menghina orang lain walaupun ketika melakukan suatu
ibadah yang mulia seperti bersedekah. Allah melarang sikap ini dan
amalan yang tidak diterima diumpamakan seperti di dalam firmanNya:
(Menolak
peminta-peminta sedekah) dengan perkataan yang baik dan memaafkan
(kesilapan mereka) adalah lebih baik daripada sedekah (pemberian) yang
diiringi (dengan perbuatan atau perkataan yang) menyakitkan hati. Dan
(ingatlah), Allah Maha Kaya, lagi Maha Penyabar. (Surah Al-Baqarah: 263)
Wahai
orang-orang yang beriman! Jangan rosakkan (pahala amal) sedekah kamu
dengan perkataan membangkit-bangkit dan (kelakuan yang) menyakiti,
seperti (rosaknya pahala amal sedekah) orang yang membelanjakan hartanya
kerana hendak menunjuk-nunjuk kepada manusia (riak), dan ia pula tidak
beriman kepada Allah dan hari akhirat. Maka bandingan orang itu ialah
seperti batu licin yang ada tanah di atasnya, kemudian batu itu ditimpa
hujan lebat, lalu ditinggalkannya bersih licin (tidak bertanah lagi).
(Demikianlah juga halnya orang-orang yang kafir dan riak itu) mereka
tidak akan mendapat sesuatu (pahala) pun dari apa yang mereka usahakan.
Dan (ingatlah), Allah tidak akan memberi petunjuk kepada kaum yang
kafir. (Surah Al-Baqarah: 264)
Bersedekahlah. Melaluinya dihubungkan silaturrahim, dikongsi kasih
sayang, membersihkan harta, membersihkan hati dan diredhai Allah swt.
Namun buatlah dengan beradab. Kerana Allah swt tidak menilai besar
kecilnya tapi Allah swt menilai ikhlas, taqwa dan tawadhuk si pemberi
sedekah itu.
#7 – Insan Yang Menangis Mengingati Allah
Apa yang diingati seorang hamba terhadap Tuhannya? Takut bila
mengenangkan dosa-dosa yang menggunung dan azab keras yang menanti di
akhirat. Rasa syukur pada nikmat-nikmat yang tidak terhitung dari Tuhan
setiap hari untuknya. Sedar pada setiap teguran yang disampaikan lewat
dugaan dan ujian.
Gembira pada khabar berita ganjaran-ganjaran indah di kerajaan
syurga. Terharu pada kasih sayang yang mencurah-curah dari Tuhan semesta
alam untuknya. Rindu pada wajah Kekasih yang tak pernah curang dan
gelisahnya menanti saat kembali untuk akhirnya bertemu.
Allah menyukai insan yang mengingati-Nya secara sendirian, lalu menitiskan air mata.
Terlalu banyak. Malam yang hening,ini hanya ada kamu dan Tuhan.
Memikirkan kebesaranNya dan betapa bodohnya diri sendiri, adakah masih
tidak mampu mengundang tangis? Rasulullah saw bersabda:
“2 mata, yang keduanya tidak akan tersentuh api Neraka
iaitu mata yang menangis kerana takut kepada Allah, mata yang di malam
hari berjaga-jaga (dari musuh) di jalan Allah.”
Riwayat Tirmidzi, kitab Fadbaa-ilil jibaad ‘an Rasulillaah, bab Maa Jaa-a fii Harasi fii sabilillaah: 3829
Terlalu keras sekeping hati yang tidak mampu untuk menangis bila
mengingati Tuhan. Sedarkah? Apa sudah cukup selamatkah keberadaan kita
di dunia dan sudah cukup terjaminkah tempat kita di akhirat?
Dari Uqbah bin Amir ra, dia berkata:
Aku bertanya, “Wahai Rasulullah bagaimana caranya agar
selamat?” Rasulullah bersabda: “Kendalikan lisanmu, hendaknya rumahmu
membantumu merasa nyaman (untuk beribadah), dan menangislah karena
dosa-dosamu.”
Riwayat Tirmidzi
Sungguh Sang Khaliq sentiasa merindui bicara hamba-hamba kepadaNya.
Dia sentiasa menanti dan menunggu saat hamba kembali mengharapkan hanya
Dia. Sunyinya seorang hamba dengan Sang Pencipta bukan sahaja di dalam
sujud sepertiga malam.
Tapi sunyinya sebuah jiwa yang hanya bersama Sang Pencipta di kala
siang sehingga dunia bukan lagi runsingan dan perhatiannya. Secara
ringkas terdapat persamaan dikalangan golongan-golongan yang disebut
Nabi di atas. Mereka adalah insan-insan yang takut pada Allah swt.
Kerana itu setiap tindakan, fikiran dan keputusan adalah atas dasar
mengusahakan apa yang disuruhNya dan menghindarkan apa yang dilarangNya.
Kesemua ini bukan hanya kerana sifat Taqwa dan tanda keTaatan sebagai
hamba.
Sebaliknya juga untuk melibatkan interaksi, intergriti dan menjaga
hubungan sesama manusia dan makhlukNya. Mereka menyebarkan kasih sayang
ke seluruh alam kerana Allah swt itu penuh dengan Rahman dan Rahim.
Jadi, di mana kita?