Selasa, 12 Mei 2015

SIFAT@NAMA ALLAH ITU TIDAK KITA KETAHUI DENGAN JELAS ATAU SECARA TERPERINCI...SEDARLAH ILMU KITA TERBATAS DAN AKAL KITA TERHAD



Nama-nama Allah Ta'ala Tidak Terbatas 99 Nama
Apakah nama-nama Allah Ta'ala hanya 99 nama? Ataukah lebih banyak dari itu?


Alhamdulillah Bukhari (2736) dan Muslim (2677) meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ لِلَّهِ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ اسْمًا مِائَةً إِلا وَاحِدًا مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ
"Sesungguhnya Allah memiliki 99 nama, seratus kurang satu, siapa yang menghitungnya dia masuk surga."
Sebagian ulama, seperti Ibnu Hazm, rahimahullah, berdalil dengan hadits ini bahwa jumlah nama-nama Allah terbatas dalam bilangan tersebut. (Lihat Al-Muhalla, 1/51)
Apa yang dikatakan oleh Ibnu Hazm, tidak disetujui oleh para ulama umumnya. Bahkan sebagian mereka (seperti An-Nawawi) berpendapat bahwa para ulama sepakat bahwa nama-nama Allah Ta'ala tidak terbatas pada jumlah tersebut. Mereka menganggap bahwa pendapat Ibnu Hazm adalah menyimpang, tidak pantas diperhatikan.
Mereka (mayoritas ulama) berpendapat bahwa nama-nama Allah yang mulia tidak terbatas pada jumlah ini, berdasarkan riwayat Ahmad, no. 3704, dari Abdullah bin Masud, dia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Seorang yang sedang ditimpa gundah dan sedih, lalu ia membaca, 
اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ ، وَابْنُ عَبْدِكَ ، وَابْنُ أَمَتِكَ ، نَاصِيَتِي بِيَدِكَ ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ ، أَوْ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي ، وَنُورَ صَدْرِي ، وَجِلَاءَ حُزْنِي ، وَذَهَابَ هَمِّي
"Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak dari hamba-Mu, anak dari hamba perempuan-Mu, ubun-ubunku ada di tangan-Mu, keputusan-Mu kepada telah berlaku, ketetapan-Mu terhadapku adalah adil. Aku mohon kepada-Mu dengan seluruh nama yang Engkau sendiri tetapkan nama bagi-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada salah seorang makhluk-Mu, atau yang Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau yang Engkau simpan dalam ilmu gaib yang ada pada-Mu. Mohon Engkau jadikan Al-Quran bersemi di hatiku, bercahaya di dadaku dan pengusir kesedihan serta gundahku."
Niscaya (bagi yang membacanya) akan Allah hilangkan gundah dan dukanya serta Allah berikan jalan keluar baginya. Lalu ada orang yang bertanya, "Ya Rasulullah, apakah kita mempelajarinya?" Beliau berkata, "Ya, selayaknya, bagi yang mendengarnya untuk mempelajarinya." (Dishahihkan oleh Al-Albany dalam As-Sisilah Al-Ahadits Ash-Shahihah (199)."
Dalam ucapan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam,
  أَوْ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ
"Atau (nama) yang Engkau simpan dalam ilmu gaib-Mu."
Menjadi dalil bahwa nama-nama Allah Ta'ala adalah apa dia simpan dalam ilmu gaib di sisi-Nya yang tidak diketahui oleh seorang pun dari makhluknya. Maka ini menunjukkan bahwa nama-nama Allah lebih dari 99 nama.
Syaikhul Islam dalam Majmu Al-Fatawa, 6/374, berkata tentang hadits ini, "Ini menunjukkan bahwa Allah memiliki nama-nama lebih dari 99."
Dia juga berkata, "Al-Khattabi dan selainnya berkata, "Ini menunjukkan bahwa Dia memiliki nama-nama yang Dia simpan. Hal tersebut menunjukkan bahwa  sabdanya, "Sesungguhnya Allah memiliki 99 nama, siapa yang membacanya masuk surga." bahwa Allah Ta'ala memiliki 99 nama yang apabila ada seseorang yang melakukan ihsha terhadapnya, maka dia akan masuk surga. Sebagimana seseorang berkata, "Saya memiliki uang seribu dirham yang saya siapkan untuk sadaqah, padahal uangnya lebih banyak dari itu. Dan Allah Ta'ala dalam Al-Quran berfirman, "Dan Allah memiliki nama-nama yang agung, maka berdoalah dengannya." Dia memerintahkan agar berdoa dengan nama-namanya yang mulia secara mutlak. Dia tidak mengatakan bahwa namanya cuma 99 nama."
Imam Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim mengutip kesepatakan para ulama tentang hal teresbut. Dia berkata, "Para ulama sepakat bahwa hadits ini tidak membatasi nama-nama Allah Ta'ala. Akan tetapi, yang dimaksud dalam hadits ini adalah bahwa ke-99 nama tersebut bagi siapa yang ihsha terhadapnya akan masuk surga. Yang dimaksud adalah mengabarkan akan masuk surga bagi orang yang melakukan ihsha terhadapnya, bukan sekedar mengumpulkan nama-nama-Nya."
Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah ditanya tentang hal tersebut, maka dia berkata, "Nama-nama Allah tidak terbatas dalam jumlah tertentu. Dalilnya adalah sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam dalam hadits shahih, "Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak dari hamba-Mu, anak dari hamba perempuan-Mu, ubun-ubunku ada di tangan-Mu, keputusan-Mu kepada telah berlaku, ketetapan-Mu terhadapku adalah adil. Aku mohon kepada-Mu dengan seluruh nama yang Engkau sendiri tetapkan nama bagi-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada salah seorang makhluk-Mu, atau yang Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau yang Engkau simpan dalam ilmu gaib yang ada pada-Mu."
Apa yang Allah simpan dalam ilmu gaib-Nya tidak mungkin dapat diketahui, sesuati yang tidak diketahui, tidak dapat dihitung.
Adapun sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam,
إِنَّ لِلَّهِ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ اسْمًا مِائَةً إِلا وَاحِدًا مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ
"Sesungguhnya Allah memiliki 99 nama, seratus kurang satu, siapa yang menjaganya, maka dia masuk surga."
Maknanya bukan berarti bahwa Dia hanya memiliki nama-nama (dengan jumlah) tersebut. Akan tetapi maknannya adalah bahwa siapa yang ihsha (menghafal dan mengamalkan) terhadap 99 nama-Nya, maka dia akan masuk surga. Kalimat 'siapa yang menjaganya' merupakan pelengkap dari kalimat sebelumnya, bukan kalimat baru yang terpisah. Perbandingannya adalah perkataan orang Arab, "Saya memiliki seratus kuda yang saya siapkan untuk berjihad di jalan Allah" Maknya bukan berarti dia hanya memiliki seratus kuda. Akan tetapi keseratus kuda tersebut dia persiapkan untuk hal tersebut."
Majmu Fatawa Ibnu Utsaimin, 1/122.

Nama Allah yang Maha Besar lagi Maha Tinggi

islam-bism-allah-al-rahman-al-rahim.jpgBahawasanya Allah swt ada mempunyai 3000 (tiga ribu) nama iaitu:
(1) Sebanyak 1000 (seribu) nama – Allah Ta’ala memberi ketahui kepada malaikat- malaikat sahaja.
(2) Sebanyak 1000 (seribu) nama – Allah ta’ala memberi ketahui kepada Nabi-nabi sahaja.
(3) Sebanyak 300 (tiga ratus) nama ada tersebut di dalam Al-Taurat.
(4) Sebanyak 300 (tiga ratus) nama ada tersebut di dalam Al-Injil.
(5) Sebanyak 300 (tiga ratus) nama ada tersebut di dalam Al-Zabur.
(6) Sebanyak 99 (sembilan puluh sembilan) nama tersebut di dalam Al-Qur’an.
Dan 1 (satu) nama khas tersimpan di dalam pengetahuan Allah swt.
Sekalian makna nama-nama Allah Ta’ala yang 3000 (tiga ribu) itu ada terkandung di dalam ayat (Bismillahir rahmanir rahiem) dan jika siapa-siapa membaca Bismillahir rahmanir rahiem, nescaya mengurnia Allah swt kepadanya akan balasan pahala sebanyak pahala yang dikurnia kepada orang yang membaca sekalian nama Allah swt yang 3000 (tiga ribu) itu.

Bersabda Nabi saw :
“Tiap-tiap urusan penting berharga, menjadi putus berkatnya jika tidak dimulai dengan ucapan : Bismillahir rahmanir rahiem”
(Hadis Riwayat Ar-Rahawy dalam Al Arbain).

“Tidaklah seseorang hamba membaca Bismillahir rahmanir rahiem melainkan hancurlah syaitan sebagai hancurnya timah di atas api”
(Hadis Riwayat As Sayuthy dalam Lubabul Hadis).

99 Asmaul Husna (nama-nama Allah yang baik)

99 Asmaul Husna
99 Asmaul Husna adalah nama-nama Allah yang baik, mulia dan agung sesuai dengan sifat-sifat-Nya. Nama-nama Allah yang agung dan mulia itu merupakan kebesaran dan kekuasaan Allah, sebagai pencipta dan pemelihara alam semesta beserta segala isinya. Bagi umat muslim, mengenal Allah adalah dengan mempelajari sifat-sifat Allah dan 99 nama Allah. Rugi sekali yang belajar ilmu teknik mati-matian sampai sarjana bahkan doktoral sekalipun, tapi tidak mau sekedar mengenal Allah pencipta dirinya dan pemberi rezekinya. (author sendiri adalah lulusan sarjana teknik hehe)

99 Asmaul Husna

No.NamaArabIndonesia

AllahاللهAllah
1Ar RahmanالرحمنYang Maha Pemurah
2Ar RahiimالرحيمYang Maha Penyayang
3Al MalikالملكYang Maha Merajai/Memerintah
4Al QuddusالقدوسYang Maha Suci
5As SalaamالسلامYang Maha Memberi Kesejahteraan
6Al Mu`minالمؤمنYang Maha Memberi Keamanan
7Al MuhaiminالمهيمنYang Maha Pemelihara
8Al `AziizالعزيزYang Maha Perkasa
9Al JabbarالجبارYang Memiliki Mutlak Kegagahan
10Al MutakabbirالمتكبرYang Maha Megah, Yang Memiliki Kebesaran
11Al KhaliqالخالقYang Maha Pencipta
12Al Baari`البارئYang Maha Melepaskan (Membuat, Membentuk, Menyeimbangkan)
13Al MushawwirالمصورYang Maha Membentuk Rupa (makhluknya)
14Al GhaffaarالغفارYang Maha Pengampun
15Al QahhaarالقهارYang Maha Memaksa
16Al WahhaabالوهابYang Maha Pemberi Karunia
17Ar RazzaaqالرزاقYang Maha Pemberi Rezeki
18Al FattaahالفتاحYang Maha Pembuka Rahmat
19Al `AliimالعليمYang Maha Mengetahui (Memiliki Ilmu)
20Al QaabidhالقابضYang Maha Menyempitkan (makhluknya)
21Al BaasithالباسطYang Maha Melapangkan (makhluknya)
22Al KhaafidhالخافضYang Maha Merendahkan (makhluknya)
23Ar Raafi`الرافعYang Maha Meninggikan (makhluknya)
24Al Mu`izzالمعزYang Maha Memuliakan (makhluknya)
25Al MudzilالمذلYang Maha Menghinakan (makhluknya)
26Al Samii`السميعYang Maha Mendengar
27Al BashiirالبصيرYang Maha Melihat
28Al HakamالحكمYang Maha Menetapkan
29Al `AdlالعدلYang Maha Adil
30Al LathiifاللطيفYang Maha Lembut
31Al KhabiirالخبيرYang Maha Mengenal
32Al HaliimالحليمYang Maha Penyantun
33Al `AzhiimالعظيمYang Maha Agung
34Al GhafuurالغفورYang Maha Pengampun
35As SyakuurالشكورYang Maha Pembalas Budi (Menghargai)
36Al `AliyالعلىYang Maha Tinggi
37Al KabiirالكبيرYang Maha Besar
38Al HafizhالحفيظYang Maha Memelihara
39Al MuqiitالمقيتYang Maha Pemberi Kecukupan
40Al HasiibالحسيبYang Maha Membuat Perhitungan
41Al JaliilالجليلYang Maha Mulia
42Al KariimالكريمYang Maha Mulia
43Ar RaqiibالرقيبYang Maha Mengawasi
44Al MujiibالمجيبYang Maha Mengabulkan
45Al Waasi`الواسعYang Maha Luas
46Al HakiimالحكيمYang Maha Maka Bijaksana
47Al WaduudالودودYang Maha Mengasihi
48Al MajiidالمجيدYang Maha Mulia
49Al Baa`itsالباعثYang Maha Membangkitkan
50As SyahiidالشهيدYang Maha Menyaksikan
51Al HaqqالحقYang Maha Benar
52Al WakiilالوكيلYang Maha Memelihara
53Al QawiyyuالقوىYang Maha Kuat
54Al MatiinالمتينYang Maha Kokoh
55Al WaliyyالولىYang Maha Melindungi
56Al HamiidالحميدYang Maha Terpuji
57Al MuhshiiالمحصىYang Maha Menghitung Segala Sesuatu
58Al Mubdi`المبدئYang Maha Memulai
59Al Mu`iidالمعيدYang Maha Mengembalikan Kehidupan
60Al MuhyiiالمحيىYang Maha Menghidupkan
61Al MumiituالمميتYang Maha Mematikan
62Al HayyuالحيYang Maha Hidup
63Al QayyuumالقيومYang Maha Mandiri
64Al WaajidالواجدYang Maha Penemu
65Al MaajidالماجدYang Maha Mulia
66Al WahiidالواحدYang Maha Tunggal
67Al AhadالاحدYang Maha Esa
68As ShamadالصمدYang Maha Dibutuhkan, Tempat Meminta
69Al QaadirالقادرYang Maha Menentukan, Maha Menyeimbangkan
70Al MuqtadirالمقتدرYang Maha Berkuasa
71Al MuqaddimالمقدمYang Maha Mendahulukan
72Al Mu`akkhirالمؤخرYang Maha Mengakhirkan
73Al AwwalالأولYang Maha Awal
74Al AakhirالأخرYang Maha Akhir
75Az ZhaahirالظاهرYang Maha Nyata
76Al BaathinالباطنYang Maha Ghaib
77Al WaaliالواليYang Maha Memerintah
78Al Muta`aaliiالمتعاليYang Maha Tinggi
79Al BarruالبرYang Maha Penderma (Maha Pemberi Kebajikan)
80At TawwaabالتوابYang Maha Penerima Tobat
81Al MuntaqimالمنتقمYang Maha Pemberi Balasan
82Al AfuwwالعفوYang Maha Pemaaf
83Ar Ra`uufالرؤوفYang Maha Pengasuh
84Malikul Mulkمالك الملكYang Maha Penguasa Kerajaan (Semesta)
85Dzul Jalaali Wal Ikraamذو الجلال و الإكرامYang Maha Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan
86Al MuqsithالمقسطYang Maha Pemberi Keadilan
87Al Jamii`الجامعYang Maha Mengumpulkan
88Al GhaniyyالغنىYang Maha Kaya
89Al MughniiالمغنىYang Maha Pemberi Kekayaan
90Al MaaniالمانعYang Maha Mencegah
91Ad DhaarالضارYang Maha Penimpa Kemudharatan
92An Nafii`النافعYang Maha Memberi Manfaat
93An NuurالنورYang Maha Bercahaya (Menerangi, Memberi Cahaya)
94Al HaadiiالهادئYang Maha Pemberi Petunjuk
95Al Badii’البديعYang Maha Pencipta Yang Tiada Bandingannya
96Al BaaqiiالباقيYang Maha Kekal
97Al WaaritsالوارثYang Maha Pewaris
98Ar RasyiidالرشيدYang Maha Pandai
99As ShabuurالصبورYang Maha Sabar



20 Sifat Wajib Allah dan 20 Sifat Mustahil Allah, Lengkap Dengan Dalil, Arti dan Penjelasannya


A. Pengertian Sifat-Sifat Allah

Sifat-sifat Allah adalah sifat sempurna yang yang tidak terhingga bagi Allah. Sifat-sifat Allah wajib bagi setiap muslim mempercayai bahwa terdapat beberapa sifat kesempurnaan yang tidak terhingga bagi Allah. Maka, wajib juga dipercayai akan sifat Allah yang dua puluh dan perlu diketahui juga sifat yang mustahil bagi Allah. Sifat yang mustahil bagi Allah merupakan lawan kepada sifat wajib.
sifat sifat allah lengkap
Sifat wajib terbagi empat bagian yaitu nafsiah, salbiah, ma’ani atau ma’nawiah.

B. Sifat-Sifat Wajib Allah

Sifat wajib Allah adalah sifat yang pasti ada pada Allah.
Berikut dibawah ini adalah sifat-sifat allah yang wajib :
  1. Wujud (Ada)
    Adanya Allah itu bukan karena ada yang mengadakan atau menciptakan, tetapi Allah itu ada dengan zat-Nya sendiri.
    • Dalil Aqli sifat Wujud
      Adanya semesta alam yang kita lihat sudah cukup dijadikan sebagai alasan adanya Allah, sebab tidak masuk akal seandainya ada sesuatu yang dibuat tanpa ada yang membuatnya.
    • Dalil Naqli sifat Wujud
      جلقالسموات والارض وما بينهمافي ستةايام ﷲالذى
      Allahlah menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya dalam (waktu) enam hari. (QS. AS sajdah [32]:4)
  2. Qidam (Dahulu/Awal)
    Sifat Allah ini menandakan bahwa Allah swt sebagai Pencipta lebih dulu ada daripada semesta alam dan isinya yang Ia ciptakan.
    • Dalil aqli sifat Qidam
      Seandainya Allah tidak qodim, mesti Allah hadits, sebab tidak ada penengah antara qodim dan hadits. Apabila Allah hadits maka mesti membutuhkan muhdits (yang membuat) mislanya A, dan muhdits A mesti membutuhkan kepada Muhdits yang lain, misalnya B. Kemudian muhdits B mesti membutuhkan muhdits yang lain juga, misalnya C. Begitulah seterusnya.Apabila tiada ujungnya, maka dikatakan tasalsul (peristiwa berantau), dan apabila yang ujung membutuhkan kepada Allah maka dikatan daur (peristiwa berputar). Masing-masing dari tasalsul dan daur adalah mustahil menurut akal. Maka setiap yang mengakibatkan tasalsul dan daur, yaitu hudutsnya Allah adalah mustahil, maka Allah wajib bersifat Qidam.
    • Dalil Naqli sifat Qidam
      هوالاول والاخروالظاهروالباطن
      Dialah yang awal dan yang akhir Yang zhohir dan yang bathin. (QS. Al-Hadid [57]:3)
  3. Baqa’(Kekal)
    Allah Akan Kekal dan Abadi Selamanya, Kekalnya Allah SWT tidak berkesudahan
    • Dalil Aqli sifat Baqa’
      Seandainya Allah tidak wajib Baqo, yakni Wenang Allah Tiada, maka tidak akan disifati Qidam. Sedangkan Qidam tidak bisa dihilangkan dari Allah berdasarkan dalil yang telah lewat dalam sifat Qidam.
    • Dalil Naqli Sifat Baqa’
      كلشئ هالك إلاوجهه
      Tiap sesuatu akan binasa (lenyap) kecuali Dzat-nya. (QS. Qoshos [28]:88)
  4. Mukhalafatuhu Lilhawadith (berbeda dengan Ciptaannya/Makhluknya)
    Sifat ini menunjukkan bahwa Allah SWT berbeda dengan hasil ciptaan-Nya. Coba kita perhatikan tukang jahit hasil baju yang dijahit sendiri tidak mungkin sama dengan baju yang dibuat orang lain.
    • Dalil Aqli sifat mukhalafah lil hawadits
      Apabila diperkirakan Allah menyamai sekalian makhluknya, niscaya Allah dalah baru (Hadits), sedangkan Allah baru adalah mustahil
    • Dalil Naqli sifat mukhalafah lil hawadits
      ليس كمثله شيئ وهوالسميع البصير
      Tidak ada sesuatu apapun yang serupa dengan dia, dan dia-lah yang maha mendengar lagi maha melihat. (QS. Asy-Syuro [42]:11)
  5. Qiyamuhu Binafsihi (Allah Berdiri Sendiri)
    Artinya Bahwa Allah SWT itu berdiri dengan zat sendiri tanpa membutuhkan bantuan yang lain. Maksudnya, keberadaan Allah SWT itu ada dengan sendirinya tidak ada yang mengadakan atau menciptakan.Contohnya,
    Allah SWT menciptakan alam semesta ini karena kehendak sendiri tanpa minta pertolongan siapapun.
    • Dalil Aqli sifat Qiyamuhu Binafsihi
      Seadainya Allah membutuhkan dzat, niscaya Allah adalah sifat, sebab hanya sifatlah yang selalu membutuhkan dzat, sedangkan dzat selamanya tidak membutuhkan dzat lain untuk berdirinya.
      Dan apabila Allah “Sifat” adalah mustahil, sebab apabila Allah “sifat”, maka Allah tidak akan disifati dengan sifat Ma’ani dan Ma’nawiyah, sedangkan sifat tersebut adalah termasuk sifat-sifat yang wajib bagi Allah berdasarkan dalil-dalil tertentu. Berarti apabila Allah tidak disifati dengan sifat Ma’ani dan Ma’nawiyah adalah salah (Bathil), dan batal pula sesuatu yang mengakibatkannya, yaitu butuhnya Allah kepada dzat. Apabila batal butuhnya Allah kepada dzat maka tetap Maha kaya (istighna)nya Allah dari dzat.
      Seandainya Allah membutuhkan sang pncipta, niscaya Allah baru (Hadts), sebab yang membutuhkan pencipta hanyalah yang baru sedangkan dzat qodim tidak membutuhkannya. Dan mustahil Allah Hadits, karena segala sesuatu yang hadits harus membutuhkan sang pencipta (mujid) yang kelanjutannya akan mengakibatkan daur atau tasalul.
    • Dalil Naqli Sifat Qiamuhu Binafsihi
      إن اﷲ لغنى عن العا لمين
      Sesungguhnya Allah benar-benar maha kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari alam semesta. (QS. Al Ankabut [29]:6)
  6. Wahdaniyyah (Tunggal/Esa)
    Artinya adalah Bahwa Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Esa., baik itu Esa zat-Nya, sifat-Nya, maupun perbuatannya.Esa zat-Nya maksudnya zat Allah SWT itu bukanlah hasil dari penjumlahan dan perkiraan atau penyatuan satu unsur dengan unsur yang lain mkenjadi satu. Berbeda dengan mahluk, mahluk diciptakan dari berbagai unsur, seperti wujudnya manusia, ada tulang, daging, kulit dan seterusnya.Esa sifat-Nya artinya semua sifat-sifat kesempurnaan bagi Allah SWT tidak sama dengan sifat-sifat pada mahluk-Nya, seperti marah, malas dan sombong.Esa perbuatan-Nya berarti Allah SWT berbuat sesuatu tidak dicampuri oleh perbuatan mahluk apapun dan tanpa membutuhkan proses atau tenggang waktu. Allah SWT berbuat karena kehendak-Nya sendiri tanpa ada yang menyuruh dan melarang.
    • Dalil Naqli
      لوكان فيهماالهةإلااﷲ لفسد تا
      Seandainya di langit dan dibumi ada tuhan-tuhan selain Allah, niscaya langit dan bumi akan rusak. (QS. Al Anbiya [21]:22)
  7. Qudrat (Berkuasa)
    Kekuasaan Allah SWT, atas segala sesuatu itu mutlak, tidak ada batasnya dan tidak ada yang membatasi, baik terhadap zat-Nya sendiri maupun terhadap makhluk-Nya. Berbeda dengan kekuasaan manusia ada batasnya dan ada yang membatasi.
    • Dalil Aqli sifat Qudrot
      Dalilnya adalah adanya alam semesta.
      Proses penyusunan dalilnya, jika Allah tidak berkemampuan niscaya Allah lemah(‘Ajzun), dan apabila Allah lemah maka tidak akan mampu menciptakan makhluk barang sedikitpun.
    • Dalil Naqli sifat Qudrot
      إن اﷲعلى كل شيى قد ير
      Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu. (QS. Al-Baqarah [2]:20)
  8. Iradah (berkehendak)
    Allah SWT menciptakan alam beserta isinya atas kehendak-Nya sendiri, tanpa ada paksaan dari pihak lain atau campur tangan dari siapa pun Apapun yang Allah SWT kehendakin pasti terjadi, begitu juga setiap setiap Allah SWT tidak kehendaki pasti tidak terjadi.Berbeda dengan kehendak atau kemauan manusia, tidak sedikit manusia mempunyai keinginan, tetapi keinginan itu kandas di tengah jalan. Apabila manusia berkeinginan tanpa disertai dengan kehendak Allah SWT. Pasti keinginan itu tidak terwujud. Hal ini menunjukan bahwa manusia memiliki keterbatasan, sedangkan Allah SWT memiliki kehendak yang tidak terbatas.
    • Dalil Aqli sifat Irodat.
      Dalilnya adalah adanya alam semesta.
      Proses penyusunan dalil, seasndainya allah tidak bersifat berkehendak niscaya bersifat terpaksa (karohah), dan allah bersifat terpaksa adalah mustahil karena tidak akan disifati qudrot, akan tetapi tidak disifatinya Allah dengan sifat qudrot adalah mustahil, sebab akanberakibat lemahnya Alla, sedangkan lemahnya Allah adalah mustahi, karena tidak akan mampu membuat makhluk barang sedikitpun.
    • Dalil Naqli sifat Irodat.
      ان ربك فعال لمايريد
      Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang dia kehendaki.
      (QS. Hud[50]:107)
  9. Ilmu (Mengetahui)
    Artinya Allah SWT memiliki pengetahuan atau kepandaian yang sangat sempurna, artinya ilmu Allah SWT itu tidak terbatas dan tidak pula dibatasi. Allah SWT mengetahui segala sesuatu yang ada di alam semesta, baik yang tampak maupun yang gaib.Bahkan, apa yang dirahasiakan didalam hati manusia sekali pun. Bukti kesempurnaan ilmu Allah SWT, ibarat air laut menjadi tinta untuk menulis kalimat-kalimat Allah SWT, tidak akan habis kalimat-kalimat tersebut meskipun mendatangkan tambahan air yang banyak seperti semula.Kita sering kagum atas kecerdasan dan ilmu yang dimiliki orang-orang pintar di dunia ini. Kita juga takjub akan indahnya karya dan canggihnya tekhnologi yang diciptakan manusia. Sadarkah kita bahwa ilmu tersebut hanyalah sebagian kecil saja yang diberikan Allah SWT kepada kita ?.
    • Dalil Aqli sifat Ilmu
      Dalilnya adalah adanya alam semesta.
      Proses penyusunan dalil, seandainya Allah tak berilmu niscaya tidak akan berkehendak, sedangkan allah tidak berkehendak adalah mustahil, karena tidak akan disifati qudrot, akan tetapi Allah tidak disifati dengan qudrot adalah mustahil, sebab akan berakibat lemahnya Allah. Sedangkan lemahnya Allah adalah mustahil, karena tidak akan mampu membuat barang makhluk sedikitpun.
    • Dalil Naqli sifat Ilmu
      وهوبكل شيى عليم
      Dan dia maha mengetahui segala sesuatu.
      (QS.Al Hadid [57]:3 atau QS. Al Baqaroh [2]:29)
  10. Hayat (Hidup)
    Artinya Hidupnya Allah tidak ada yang menghidupkannya melainkan hidup dengan zat-Nya sendiri karena Allah Maha Sempurna, berbeda dengan makhluk yang diciptakan-Nya.
    Contohnya :
    Manusia ada yang menghidupkan. Selain itu, mereka juga mmebutuhkan makanan, minuman, istirahat, tidur, dan sebagainya. Akan tetapi, hidupnya Allah SWT tidak membutuhkan semua itu. Allah SWT hidup selama-lamanya, tidak mengalami kematian bahkan mengantuk pun tidak.
    • Dalil Aqli sifat hayat
      Dalilnya adanya alam semesta. Proses penyusunan dalil, seandainya Allah tidak hidup maka tidak akan disifati Qudrot, akan tetapi Allah tidak disifati dengan Qudrot adalah mustahil, sebab akan berakibat lemahnya Allah, seangkan lemahnya Allah adalah mustahil, karena tidak akan mampu membuat alam semesta.
    • Dalil Naqli sifat Hayat
      Firman Allah :
      وتو كل على الحى الذ ى لايمو ت
      Dan bertakwalah kepada Allah yang hidup yang tidak mati. (QS. Al-Furqon [25]:58)
  11. Sama’ (Mendengar)
    Allah SWT mendengar setiap suara yang ada di alam semesta ini. Yidak ada suara yang terlepas dari pendengaran Allah SWT walaupun suara itu lemah dan pelan., seperti suara bisikan hati dan jiwa manusia.Pendengaran Allah SWT berbeda dengan pendengaran mahluk –Nya karena tidak terhalang oleh suatu apapun, sedangkan pendengaran mahluk-Nya dibatasi ruang dan waktu.
    DALIL :
    ”Dan Allah-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” … (QS Al Maidah :76)
  12. Basar ( Melihat )
    Allah SWT melihat segala sesuatu yang ada di alam semesta ini . penglihatan Allah bersifat mutlak, artinya tidak dibatasi oleh jarak( jauh atau dekat) dan tidak dapat dihalangi oleh dinding (tipis atau tebal). Segala sesuatu yang ada di alam semesta ini, kecil maupun besar, tampak atau tidak tampak, pasti semuanya terlihat oleh Allah SWT.
    DALIL:
    ”………Dan Allah maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” … (al-Baqarah: 265)
    Dengan memahami sifat besar Allah SWT hendaknya kita selalu berhati-hati dalam berbuat. Mungkin kita bisa berbohong kepada manusia, seperti orang tua, guru, atau teman. Akan tetapi kita tidak akan bisa berbohong kepada Allah SWT.
  13. Kalam ( Berbicara / Berfirman )
    Allah SWT bersifat kalam artinya Allah SWT berfirman dalam kitab-Nya yang diturunkan kepada para nabi dan rasul-Nya. Pembicaraan Allah SWT tentu tidak sama dengan pembicaraan manusia karena Allah SWT tidak berorgan (panca indra), seperti lidah dan mulut yang dimiliki oleh manusia.Allah SWT berbicara tanpa menggunkan alat bantu yang berbentuk apapun sebab sifat kalam Allah SWT sangat sempurna. Sebagai bukti bahwa adanya wahyu Allah SWT berupa al qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan kitab-kitab Allah yang diturunkan kepada para rasul sebelum Nabi Muhammad SAW.
    DALIL :
    ”……. Dan Allah berkata kepada Musa dengan satu perkataan yang jelas”
    (QS AnNisa’ :164)Oleh karena itu kita sebagai hamba Allah SWT hendaknya membiasakan diri mengucapkan kalimat-kalimat tayyibah, artinya kata-kata yang mulia, seperti ketika kita berbuat salah, maka segeralah membaca istighfar.
  14. Kaunuhu Qadirun
    Yaitu Keadaan Allah Ta’ala Yang Berkuasa Mengadakan Dan Mentiadakan.
    DALIL
    “Sesungguhnya Alllah berkuasa atas segala sesuatu“ (QS. Al Baqarah :20).
  15. Kaunuhu Muridun
    Yaitu Keadaan Allah Ta’ala Yang Menghendaki dan menentukan tiap-tiap sesuatu, Ia berkehendak atas nasib dan takdir manusia.
    DALIL
    “Sesungguhnya Tuhanmu Maha Melaksanakan apa yang Dia kehendaki“ … (QS. Hud :107)
  16. Kaunuhu ‘Alimun
    Yaitu Keadaan Allah Ta’ala Yang Mengetahui akan Tiap-tiap sesuatu, mengetahui segala hal yang telah terjadi maupun yang belum terjadi, Allah pun dapat mengetahui isi hati dan pikiran manusia.
    DALIL
    “Dan Alllah Maha Mengetahui sesuatu“ … (QS. An Nisa’ :176)
  17. Kaunuhu Hayyun
    Yaitu Keadaan Allah Ta’ala Yang Hidup, Allah adalah Dzat Yang Hidup, Allah tidak akan pernah mati, tidak akan pernah tidur ataupun lengah.
    DALIL
    “Dan bertakwalah kepada Allah yang hidup kekal dan yang tidak mati“
    (QS. Al Furqon :58)
  18. Kaunuhu Sami’un
    Yaitu Keadaan Allah Ta’ala Yang Mendengar, Allah selalu mendengar pembicaraan manusia, permintaan atau doa hambaNya.
    DALIL
    “Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui“ … (QS. Al Baqoroh :256).
  19. Kaunuhu BasirunYAitu Keadaan Allah Ta’ala Yang Melihat akan tiap-tiap yang Maujudat ( Benda yang ada ).Allah selalu melihat gerak-gerik kita. Oleh karena itu, hendaknya kita selalu berbuat baik.
    DALIL
    “Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan“ … (QS. Al Hujurat :18)
  20. Kaunuhu Mutakallimun
    Yaitu Keadaan Allah Ta’ala Yang Berkata-kata, Allah tidak bisu, Ia berbicara atau berfirman melalui ayat-ayat Al Quran.
    Bila Al Quran menjadi pedoman hidup kita, maka kita telah patuh dan tunduk terhadap Allah swt.

C. Sifat-Sifat Mustahil bagi Allah

Sifat Mustahil Bagi Allah artinya Sifat Yang Tidak Mungkin ada pada Allah Swt. Sifat Mustahil Allah merupakan Lawan Kata/Kebalikan dari Sifat Wajib Allah
Berikut dibawah ini adalah 20 sifat-sifat mustahil bagi Allah swt.
  1. ‘Adam, artinya tiada (bisa mati)
  2. Huduth, artinya baharu (bisa di perbaharui)
  3. Fana’, artinya binasa (tidak kekal/mati)
  4. Mumathalatuhu Lilhawadith, artinya menyerupai akan makhlukNya
  5. Qiyamuhu Bighayrih, artinya berdiri dengan yang lain (ada kerjasama)
  6. Ta’addud, artinya berbilang – bilang (lebih dari satu)
  7. ‘Ajz, artinya lemah (tidak kuat)
  8. Karahah, artinya terpaksa (bisa di paksa)
  9. Jahl, artinya jahil (bodoh)
  10. Maut, artinya mati (bisa mati)
  11. Syamam, artinya tuli
  12. ‘Umy, artinya buta
  13. Bukm, artinya bisu
  14. Kaunuhu ‘Ajizan, artinya lemah (dalam keadaannya)
  15. Kaunuhu Karihan, artinya terpaksa (dalam keadaannya)
  16. Kaunuhu Jahilan, artinya jahil (dalam keadaannya)
  17. Kaunuhu Mayyitan, artinya mati (dalam keadaannya)
  18. Kaunuhu Asam, artinya tuli (dalam keadaannya)
  19. Kaunuhu A’ma, artinya buta (dalam keadaannya)
  20. Kaunuhu Abkam, artinya bisu (dalam keadaannya)

Rangkuman (Table Sifat-Sifat Wajib Allah dan Sifat-Sifat Mustahil Bagi Allah )

Tabel ini kami buat untuk memudahkan anda dalam menghafal dan memahaminya
No. Sifat Wajib Allah Tulisan Arab Arti Jenis Sifat Sifat Mustahil Allah Tulisan Arab Arti
1 Wujud
ﻭﺟﻮﺩ
Ada Nafsiah Adam
ﻋﺪﻡ
Tiada
2 Qidam
ﻗﺪﻡ
Terdahulu Salbiah Huduts
ﺣﺪﻭﺙ
Baru
3 Baqa
ﺑﻘﺎﺀ
Kekal Salbiah Fana
ﻓﻨﺎﺀ
Berubah-ubah (akan binasa)
4 Mukhalafatuhu lilhawadis
ﻣﺨﺎﻟﻔﺘﻪ ﻟﻠﺤﻮﺍﺩﺙ
Berbeda dengan makhluk-Nya Salbiah Mumathalatuhu lilhawadith
ﻣﻤﺎﺛﻠﺘﻪ ﻟﻠﺤﻮﺍﺩﺙ
Menyerupai sesuatu
5 Qiyamuhu binafsih
ﻗﻴﺎﻣﻪ ﺑﻨﻔﺴﻪ
Berdiri sendiri Salbiah Qiamuhu bighairih
ﻗﻴﺎﻣﻪ ﺑﻐﻴﺮﻩ
Berdiri-Nya dengan yang lain
6 Wahdaniyat
ﻭﺣﺪﺍﻧﻴﺔ
Esa (satu) Salbiah Ta’addud
ﺗﻌﺪﺩ
Lebih dari satu (berbilang)
7 Qudrat
ﻗﺪﺭﺓ
Kuasa Ma’ani Ajzun
ﻋﺟﺰ
Lemah
8 Iradat
ﺇﺭﺍﺩﺓ
Berkehendak (berkemauan) Ma’ani Karahah
ﻛﺮﺍﻫﻪ
Tidak berkemauan (terpaksa)
9 Ilmu
ﻋﻠﻢ
Mengetahui Ma’ani Jahlun
ﺟﻬﻞ
Bodoh
10 Hayat
ﺣﻴﺎﺓ
Hidup Ma’ani Al-Maut
ﺍﻟﻤﻮﺕ
Mati
11 Sama’
ﺳﻤﻊ
Mendengar Ma’ani Sami
ﺍﻟﺻمم
Tuli
12 Basar
ﺑﺼﺮ
Melihat Ma’ani Al-Umyu
ﺍﻟﻌﻤﻲ
Buta
13 Kalam
ﻛﻼ ﻡ
Berbicara Ma’ani Al-Bukmu
ﺍﻟﺑﻜﻢ
Bisu
14 Kaunuhu qaadiran
ﻛﻮﻧﻪ ﻗﺎﺩﺭﺍ
Keadaan-Nya yang berkuasa Ma’nawiyah Kaunuhu ajizan
ﻛﻮﻧﻪ ﻋﺎﺟﺰﺍ
Keadaan-Nya yang lemah
15 Kaunuhu muriidan
ﻛﻮﻧﻪ ﻣﺮﻳﺪﺍ
Keadaan-Nya yang berkehendak menentukan Ma’nawiyah Kaunuhu mukrahan
ﻛﻮﻧﻪ مكرها
Keadaan-Nya yang tidak menentukan (terpaksa)
16 Kaunuhu ‘aliman
ﻛﻮﻧﻪ ﻋﺎﻟﻤﺎ
Keadaan-Nya yang mengetahui Ma’nawiyah Kaunuhu jahilan
ﻛﻮﻧﻪ ﺟﺎﻫﻼ
Keadaan-Nya yang bodoh
17 Kaunuhu hayyan
ﻛﻮﻧﻪ ﺣﻴﺎ
Keadaan-Nya yang hidup Ma’nawiyah Kaunuhu mayitan
ﻛﻮﻧﻪ ﻣﻴﺘﺎ
Keadaan-Nya yang mati
18 Kaunuhu sami’an
ﻛﻮﻧﻪ ﺳﻤﻴﻌﺎ
Keadaan-Nya yang mendengar Ma’nawiyah Kaunuhu ashamma
ﻛﻮﻧﻪ ﺃﺻﻢ
Keadaan-Nya yang tuli
19 Kaunuhu bashiiran
ﻛﻮﻧﻪ ﺑﺼﻴﺭﺍ
Keadaan-Nya yang melihat Ma’nawiyah Kaunuhu a’maa
ﻛﻮﻧﻪ ﺃﻋﻤﻰ
Keadaan-Nya yang buta
20 Kaunuhu mutakalliman
ﻛﻮﻧﻪ ﻣﺘﻜﻠﻤﺎ
Keadaan-Nya yang berbicara Ma’nawiyah Kaunuhu abkam
ﻛﻮﻧﻪ ﺃﺑﻜﻢ
Keadaan-Nya yang bisu

D. Sifat Ja’iz Bagi Allah Swt

Sifat Jaiz bagi Allah artinya boleh bagi Allah Swt mengadakan sesuatu atau tidak mengadakan sesuatu atau di sebut juga sebagai “mumkin”. Mumkin ialah sesuatu yang boleh ada dan tiada.
Ja’iz artinya boleh-boleh saja, dengan makna Allah Swt menciptakan segala sesuatu, yakni dengan tidak ada paksaan dari sesuatupun juga, sebab Allah Swt bersifat Qudrat (kuasa) dan Iradath (kehendak), juga boleh – boleh saja bagi Allah Swt meniadakan akan segala sesuatu apapun yang ia mau.
Alhamdulillah selese juga akhirnya menulis artikel tentang 20 Sifat Wajib Allah dan 20 Sifat Mustahil Allah lengkap dengan dalil,arti dan penjelasannya
Referensi : dirangkum dari berbagai sumber

Tiada ulasan:

Catat Ulasan