Jumaat, 30 Mei 2014

SYURGA DAN NERAKA





Nama-nama Syurga dan Neraka serta penghuninya


1. Syurga

a. Syurga Firdaus
Mengenai syurga firdaus ini, dalam Al Qur'an, surah Al Kahfi, ayat 107, Allah swt. telah menegaskan:

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah syurga Firdaus menjadi tempat tinggal,"

Juga penegasan Nya dalam Al Qur'an, surah Al Mu'minuun, ayat 9-11.

"Dan orang-orang yang memelihara solat (sembahyang) nya.
Mereka Itulah orang-orang yang akan mewarisi,
(yakni) yang akan mewarisi syurga Firdaus. mereka kekal di dalamnya."

b. Surga 'Adn
Syurga 'Adn ini telah banyak sekali dijelaskan dalam Al Qur'an. Iaitu sebagai berikut: Firman Allah swt. di dalam surat Thaaha, tepatnya ayat 76.

"(yaitu) syurga 'Adn yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. dan itu adalah balasan bagi orang yang bersih (dari kekafiran dan kemaksiatan)."

Firman-Nya lagi didalam surat Shaad, ayat 50 :

"(Iaitu) syurga 'Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka,"

c. Syurga Na'iim
Dalam Al Qur'an surat al Hajj, ayat 56. Allah swt. telah menegaskan :

"Kekuasaan di hari itu ada pada Allah, dia memberi Keputusan di antara mereka. Maka orang-orang yang beriman dan beramal saleh adalah di dalam syurga yang penuh kenikmatan."

Firman-Nya lagi dalam surat Luqman, ayat 8 :

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, bagi mereka syurga-syurga yang penuh kenikmatan."

d. Syurga Ma'wa
Banyak sekali di dalam Al Qur'an dijelaskan, antara lain :
Surat As Sajdah, ayat 19 Allah swt. menegaskan:

"Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, Maka bagi mereka jannah tempat kediaman, sebagai pahala terhadap apa yang mereka kerjakan."

Firman-nya lagi didalam surat An Naziat, ayat 41:

"Maka Sesungguhnya syurgalah tempat tinggal(nya)."

e. Syurga Darussalam
Mengenai syurga Darussalam ini, telah banyak dijelaskan di dalam Al Qur'an, di antaranya ialah : Dalam surat Yunus, ayat 25 :

"Allah menyeru (manusia) ke darussalam (syurga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam).

erti kalimat darussalam ialah: tempat yang penuh kedamaian dan keselamatan. pimpinan (hidayah) Allah berupa akal dan wahyu untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

f. Syurga Daarul Muqoomah
Sesuai dengan penegasan Aallah swt. di dalam Al Qur'an, surat Faathir, ayat 34-35 :

Dan mereka berkata: "Segala puji bagi Allah yang Telah menghilangkan duka cita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha Pengampum lagi Maha Mensyukuri.
Yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga) dari karunia-Nya; didalamnya kami tiada merasa lelah dan tiada pula merasa lesu".

g. Syurga Maqoomul Amiin
Sesuai dangan penegasan Allah swt. didalam Al Qur'an, surat Ad Dukhan, ayat 51 :

"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam tempat yang aman,"

h. Syurga Khuldi
Di dalam Al Qur'an tepatnya surat Al Furqaan, ayat 15, Allah swt. telah menegaskan :

Katakanlah: "Apa (azab) yang demikian itukah yang baik, atau syurga yang kekal yang telah dijanjikan kepada orang-orang yang bertaqwa?" dia menjadi balasan dan tempat kembali bagi mereka?".

2. Neraka

Neraka adalah tempat penyeksaan bagi mahluk Allah yang derhaka. Mereka adalah orang-orang yang membangkang terhadap syariat Allah dan mengingkari Rasulullah saw.
Kata neraka sering disebutkan dalam kitab suci Al-Qur'an dan jumlahnya sangat banyak sekali. Dalam bahasa Arab disebut naarالنار (ar)* (an-nār).

Siapapun orang yang dimasukkan ke dalam neraka, dia tidak akan keluar darinya. Pintu neraka berdiri kokoh dan tertutup rapat. Itulah penjara bagi orang-orang yang menganggap remeh berita tentang pengadilan akhirat.
Ada juga orang-orang yang terakhir kali masuk syurga, setelah mereka diseksa sesuai dengan dosa-dosanya yang telah mereka perbuat.

Di dalam Al Qur'an disebutkan bahan bakar neraka adalah dari manusia dan batu (ada yang mengertikan berhala). Pintu gerbang Neraka dipimpin oleh Malaikat Malik, yang memiliki 19 malaikat penyiksa di dalam Neraka, salah satunya yang disebut namanya dalam Al-Qur'an adalah Zabaniah.

Walaupun neraka sering digambarkan sebagai tempat penyeksaan yang teramat panas, tetapi ada hawa neraka menjadi teramat sangat dingin. Disebutkan di dalam Al-Qur'an:

“Inilah (azab neraka), biarlah mereka merasakannya, (minuman mereka) air yang sangat panas dan air yang sangat dingin. (Sad [38]:57)”

Siksaan di dalam neraka yang paling ringan diberikan sandal api yang boleh membuat otak mereka mendidih.

“Sesungguhnya penghuni neraka yang paling ringan siksaannya ialah orang yang diberi sepasang sandal yang talinya terbuat dari api neraka, lalu mendidihlah otaknya kerana panasnya yang laksana air panas mendidih di dalam periuk. Dia mengira tiada seorangpun yang menerima siksaan lebih dahsyat dari itu, padahal dialah orang yang mendapat siksaan paling ringan.” (HR. Bukhari-Muslim)

a. Huthamah
Neraka yang disediakan untuk orang yang gemar mengumpulkan harta berupa emas atau perak, mereka yang serakah tidak mahu mengeluarkan zakat harta dan menghina orang miskin. Di neraka ini harta yang mereka kumpulkan akan dibawa dan dibakar untuk diminumkan sebagai siksaan kepada manusia pengumpul harta. Surah Al-Humazah (104).

Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela,
Yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung,
Dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya,
Sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah.
Dan tahukah kamu apa Huthamah itu?
(yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan,
Yang (membakar) sampai ke hati.
Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka,
(sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.

maksudnya mengumpulkan dan menghitung-hitung harta yang kerananya dia menjadi kikir dan tidak mahu menafkahkannya di jalan Allah.

b. Hawiyah
Nama neraka ini tercantum dalam Al-Quran Surat Al-Qori'ah (101) ayat 9-10.

Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya,
maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.
Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu?
(yaitu) api yang sangat panas.

Neraka yang diperuntukkan atas orang-orang yang ringan timbangan amalnya, iaitu mereka yang selama hidup didunia mengerjakan kebaikan bercampur dengan keburukan. Orang muslim lelaki dan perempuan yang tidak tanduknya tidak sesuai dengan ajaran agama Islam, seperti para wanita muslim yang tidak menutup aurat (tidak menggunakan jilbab), bagi para lelaki muslim yang sering memakai sutra dan emas, mencari rezeki dengan cara tidak halal, memakan riba dan sebagainya, Hawiyah adalah sebagai tempat tinggalnya. Surah Al-Qari'ah

c. Jahannam
Nama neraka ini tercantum dalam Al-Quran Surat al-hijr (15) ayat 43.

"Dan Sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut syaitan) semuanya."

Syaitan bentuknya ada 3 (tiga) iaitu:
a. Ucapan para dukun, peramal
b. Hawa nafsu (egoisme)
c. Memuja kepada seseorang

d. Jahim
Nama neraka ini tercantum dalam Al-Quran surat As-Syu'araa (26) ayat 91.
di dalamnya ditempati orang-orang musyrik.

"Dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang- orang yang sesat",

Neraka sebagai tempat penyeksaan orang-orang musyrik atau orang yang menyekutukan Allah. Mereka akan disiksa oleh para sesembahan mereka. Dalam ajaran Islam syirik adalah sebagai salah satu dosa paling besar menurut Allah, kerana syirik bererti menganggap bahawa ada makhluk yang lebih hebat dan berkuasa sehebat Allah dan boleh pula menganggap bahawa ada Tuhan selain Allah. Surah Asy-Syu'ara' dan Surah As-Saffat.

e. Saqar
Neraka untuk orang munafik, yaitu orang yang mendustakan perintah Allah dan rasul. Mereka mengetahui bahwa Allah sudah menentukan hukum Islam melalui lisan Muhammad s.a.w, tetapi mereka meremehkan syariat Islam. Nama neraka ini tercantum dalam Al-Quran Surat Al-Muddatsir ayat 26-27,42. di dalamnya ditempati orang-orang penyembah berhala.

Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar.
Tahukah kamu apakah (neraka) Saqar itu?

"Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?"

f. Sa'iir
Nama neraka ini tercantum dalam Al-Qur'an Surat An-Nisa' (4) ayat 10; Surat Al-Mulk (67) ayat 5,10,11 dan lain-lain.

"Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, Sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)." ayat 5

5. Sesungguhnya kami Telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.

Dan mereka berkata: "Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) nescaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala". ayat 10
Mereka mengakui dosa mereka. Maka kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala. ayat 11

Disediakan untuk orang-orang kafir terhadap akhirat (tidak percaya), juga untuk orang yang senang bila mendapat rezeki dan marah ketika susah memperoleh rezeki.

g. Wail
Neraka yang disediakan untuk para pengusaha atau pedagang yang licik, dengan cara mengurangi berat timbangan, menyorok barang dagangan untuk mendapatkan keuntungan yang berlipat-lipat. Barang dagangan mereka akan dibakar dan dimasukkan kedalam perut mereka sebagai azab dosa-dosa mereka. Surah Al-Tatfif dan Surah At-Tur. Nama neraka ini tercantum dalam Al-Quran Surat Al-Muthaffifin, ayat 1-3.

"Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang
(yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi,
Dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi."

yang dimaksud dengan orang-orang yang curang di sini ialah orang-orang yang curang dalam menakar dan menimbang.

3. Jenis hukuman dan seksaan di neraka
Di akhirat para penghuni neraka akan menjalani hukuman berupa siksa yang sangat pedih. Siksaan yang mereka derita dalam neraka itu bermacam-macam sekali, sebagaimana yang difirmankan Allah seperti berikut:

"Dalam neraka Jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, perut dan punggung mereka." (At-Taubah [9]:35)

"Ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka, supaya mereka diseret, kedalam air yang sangat panas, kemudian mereka dibakar dalam api."(Al-Mu’min [40]:71-72)

"Peganglah dia kemudian seretlah dia ketengah-tengah neraka. Kemudian tuangkanlah di atas kepalanya seksaan (dari) air yang amat panas. Rasakanlah, sesungguhnya kamu orang yang perkasa lagi mulia." (Ad-Dukhan [44]:47-49)

"Peganglah dia lalu belenggulah tangannya kelehernya. Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala. Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta." (Al-Haqqah [69]:30-32)

"Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian dari api neraka, disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala-kepala mereka. Dengan air itu dihancur luluhkan segala apa yang ada di dalam perut mereka dan juga kulit-kulit mereka. Dan cambuk-cambuk dari besi. Setiap kali mereka hendak keluar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, maka mereka dikembalikan kedalamnya, (serta dikatakan kepada mereka): "Rasailah azab yang membakar ini." (Al-Hajj
[22]:19-22)

Untuk itu, hati-hatilah dalam bertindak dan beramal, ingatlah azab neraka begitu pedih. Semoga boleh menjadi pengajaran.




Siapa penghuni Syurga dan Neraka ketika Ini?

Adalah kemestian bahawa manusia dan makhluk yang lain akan dibangkitkan pada hari kiamat, dihisab amalannya, dan kemudian dimasukkan ke syurga dan neraka. Semua itu terjadi nanti setelah kiamat di akhir zaman. Mengenai hal itu, masih ingat dengan peristiwa Isra 'Mi'raj yang dialami Rasulullah? Ya, Rasul diperlihatkan langsung oleh Allah dengan penghuni-penghuni syurga dan neraka.

Dalam hadis sahih mengenai Isra 'Mi'raj, kita temui kisah Rasulullah shalallahu' alaihi wa sallam melihat pelbagai pemandangan penduduk syurga dan neraka. Lalu selepas peristiwa Isra 'Mi'raj, apakah sekarang ada penghuni neraka dan syurga sebagaimana yang dilihat oleh Rasulullah ribuan tahun lalu?

Bahagian Pusat Konsultasi Syariah dalam menjawab soalan tersebut menjawabnya berdasarkan apa yang tertera di dalam Al-Quran dan Al-Hadith.

Bahawa sumber sumber aqidah Islam adalah Al Quran dan As Sunnah, dan kita wajib mempercayai dan meyakini sepenuhnya maklumat yang ada dalam Al Quran dan As Sunnah itu, apatah lagi berkaitan dengan hal yang ghaib. Kerana saiz dan cara memandang masalah yang ghaib itu jelas berbeza dengan dunia yang nyata. Secara logik dan sebab musabab, akal kita boleh menerima bahawa di sisi lain dari segala yang nyata dan empiris ini, ada hal hal yang bukan empirikal di mana logik dan hukum fizik tidak lagi berlaku disana.

Kerana itu apa-apa yang dimaklumkan oleh Al Quran dan As Sunnah sudah pasti benarnya, mutlak dan mutlaq. Mengingkari salah satu kandungannya sama saja mengingkari semuanya. Sehingga yang paling bijaksana adalah tidak mengingkari teks Al Quran dan As Sunnah.

Dengan beberapa prinsip di atas, mari kita melihat soalan tentang ini dengan cermat.

Hadis yang menjelaskan peristiwa Isra 'Mi'raj Rasulullah Shalallahu' Alaihi wa Sallam dan juga berkaitan dengan bertemunya beliau dengan para nabi yang lain di dalam syurga adalah hadis hadis yang kuat darjatnya sehingga boleh diterima.

Selama dalil itu sahih, kita diharamkan menolak dan mengingkarinya. Kalau pun kurang boleh difahami logiknya, itu tidak lain kerana lingkup sains dan teknologi kita masih terbatas ketika ini.

Syurga dan neraka telah lama dicipta dan banyak sekali nas dalam Al Quran dan As Sunnah yang menjelaskan bahawa si fulan saat ini ada di syurga atau di neraka. Termasuk hadis yang menjelaskan bahawa siapa yang membina masjid di dunia ini, maka Allah membangunkan baginya rumah di syurga (saat ini juga).

Sedangkan syurga yang mana, bagaimana, di mana dan semua soalan yang bersifat teknikal, tidak ada maklumat yang terperinci dalam dalil dalil itu. Jadi apa yang ada kita imani dan apa yang tidak ada maklumat apa apa di dalamnya, tidak perlu diperdebatkan.

Kerana membantah sesuatu yang ghaib adalah pekerjaan bodoh seperti sekumpulan semut berdebat soal dimana matahari berehat di waktu malam dan di mana rehatnya bulan dan bintang pada siang hari? Semut semut itu bahawa tidak tahu bahawa matahari adalah bola gas pijar yang selalu mengalami reaksi nuklear dan seterusnya. Sains dan teknologi para semut itu terlalu dangkal untuk dapat memahami hakikat semua itu.

Jangan jangan kita ini pun juga sekumpulan semut semut yang berdebat tentang hal yang dimensi logik manusia takkan mampu memahaminya. Wallahu a'lam bissawab.

Sementara pasukan Asy Syariah menjawab soalan sama dengan menyebutkan beberapa dalil adanya penghuni syurga dan neraka:

Dari 'Imran bin Husain dari Nabi shallallahu' alaihi wasallam beliau bersabda,

"Aku mendatangi, syurga maka kulihat kebanyakan penduduknya adalah para faqir dan aku mendatangi neraka maka aku lihat kebanyakan penduduknya para wanita". (HR. Al-Bukhari no. 3002 dan Muslim no. 4920 dari Ibnu Abbas)

Hadis ini diberikan judul bab oleh Imam Al Bukhari: Bab keterangan tentang sifat syurga dan bahawasanya dia telah tercipta. Maka ini menunjukkan bahawa Al Bukhari memahami kalau apa yang dilihat oleh Nabi alaihishshalatu wassalam adalah kejadian ketika itu, bukan kejadian yang akan datang selepas hari kiamat atau sekadar penggambaran semata. Demikian pula Imam Ahmad berhujah dengan hadis seperti ini untuk menunjukkan bahawa syurga dan neraka sudah ada sekarang, sebagaimana yang beliau sebutkan dalam Ushul As Sunnah.

Juga di antara dalil yang menguatkan hal ini adalah bahawa roh para syuhada sudah berada di dalam syurga dan juga Nabi alaihishshalatu wassalam pernah melihat Amr bin Luhai orang yang pertama kali memasukkan penyembahan berhala ke Semenanjung Arab sedang mengheret ususnya di neraka. (HR. Al-Bukhari no. 1136 dan Muslim no. 5096)

Dan dalam Shahih Al Bukhari no. 4826 dan Muslim no. 4408 bahawa beliau bertanya tentang pemilik istana di dalam syurga, maka ada seorang wanita dalam riwayat Muslim: Ada sekelompok orang yang menjawab bahawa itu miliknya Umar. Maka ini juga menunjukkan syurga sudah dihuni.

Jika ada yang mengatakan: Bukankah manusia nanti akan masuk syurga dan neraka setelah melalui hisab dan sirath, sementara hisab dan shirath hanya ada setelah hari kiamat?

Maka kami katakan: Wallahu a'lam, ini termasuk perkara ghaib yang kita tidak punya ilmu padanya. Kami menetapkan apa yang ditetapkan oleh syariat dan menafikan apa yang dinafikan oleh syariat. Wallahul muwaffiq.

Sementara Ustaz Dzulqarnain As Salafi menyatakan bahawa masalah ini memang ada perbezaan pendapat di kalangan ahlussunnah, ada yang menetapkan, ada yang menafikan, dan ada juga yang tidak senang menyinggung masalah ini. Dan beliau sendiri memilih pendapat yang terakhir iaitu tidak menyinggung masalah ini.

Syaikh Ubaid Al Jabri menyatakan bahawa kewajipan atas seorang muslim, jika telah sampai kepadanya sebuah hadis yang sahih dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam adalah beriman dengannya, membenarkan dan menerimanya, baik dia memahami maknanya atau tidak.

Kemudian jika dia mendapat jalan untuk memahami maknanya, baik dengan nash hadits yang lain atau dengan tafsiran seorang sahabat atau dengan ijma 'para imam yang dipercayai dari ahli agama yang benar daripada ulama Islam dan Sunnah, maka hendaklah dia memuji Allah yang telah memberikan petunjuk kepadanya untuk memahami hal-hal masih belum jelas dari hadis Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.

Jika dia tidak mendapatkan keterangannya, maka wajib atasnya untuk menempuh jalan para ulama yang kukuh keilmuannya, yang telah Allah meninggikan penyebutan mereka di dalam firman-Nya,

"Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata, 'Kami beriman dengannya, semuanya itu dari sisi Tuhan kami'." (Ali Imran: 7)

Jika engkau memahami hal ini, maka hadis-hadis yang telah engkau sebutkan dan yang serupa dengannya yang menyebut tentang nikmat dan azab, menurutku dapat dilihat pada dua sisi:

Pertama, maknanya adalah sebagaimana yang ditunjukkan oleh hadis, iaitu terdapat penduduk dunia yang berada di syurga dan neraka (sekarang ini).

Kedua, keadaan-keadaan yang diberitakan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tentang keadaan alam barzakh. Allah menunjukkan kepada beliau tentang keadaan mereka. Seorang hamba akan mendapatkan nikmat atau azab di alam kubur, sebagaimana telah mutawatir beritanya dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Sisi kedua inilah yang jiwaku condong kepadanya dan hatiku tenang dengannya. Dan ilmunya di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Sementara, Ustaz Ahmad Faris BQ, dalam jawapannya atas kenyataan serupa menyatakan bahawa bagi makhluk, memang terhad dimensi masa dan ruang, tetapi bagi Allah tidak dibatasi oleh dimensi waktu dan ruang. Sehingga menurut beliau, saat ini penghuni syurga dan neraka memang ada berdasarkan zahir lafaz-lafaz hadis yang ada. Allahu a'lam bissawab. sumber dai21juli.blogspot.com
 
 

Azab-azab di neraka jahanam


1. Azab bagi Orang Kafir

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu' alaihi wassalam bersabda:

"Sesungguhnya, tebal kulit seorang kafir (di neraka) ialah 42 hasta ukuran orang kuat yang besar. Giginya sebesar gunung Uhud, dan sungguh tempat duduknya dia di Jahannam seluas Makkah dan Madinah. "(HR. At-Tirmidzi dan al-Hakim. Lihat Shahihul Jami 'no. 2110)

Namun, kerana dahsyatnya neraka, kulit tersebut matang apabila terbakar. Allah Subhanallahu wa Ta'ala berfirman:

"Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. "(An-Nisa: 56)

2. Orang yang paling dahsyat siksanya

Dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu' alaihi wassalam berkata:

"Orang yang paling dahsyat siksanya pada hari kiamat adalah orang-orang yang menggambar (makhluk bernyawa)." (HR. Ahmad. Lihat Shahihul Jami 'no. 1559)

Dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu juga, Rasulullah shallallahu' alaihi wassalam berkata, "Sesungguhnya orang yang paling dahsyat siksanya pada hari kiamat adalah seseorang yang membunuh nabi atau dibunuh oleh nabi, dan seseorang yang membuat berhala." (HR. Ahmad. Lihat Shahihul Jami 'no. 1011)

Dari Khalid bin Walid Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu' alaihi wassalam berkata, "Manusia yang paling dahsyat siksanya adalah orang yang paling bengis ketika menyiksa manusia di dunia." (HR. Ahmad. Lihat Shahihul Jami 'no. 1009)

3. Azab bagi orang yang berbuka di bulan Ramadhan sebelum waktunya

Dari Abu Umamah al-Bahili ra, Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam berkata, "... Kemudian keduanya membawaku, ternyata ada satu kaum yang digantung dalam keadaan kaki di atas dan mulut mereka robek-robek. Darah mengalir dari mulut mereka. Aku berkata, 'Mereka adalah orang yang berbuka di bulan puasa sebelum dihalalkan berbuka'. "(HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban. Lihat ash-Shahihah no 3951, dinyatakan sahih oleh asy-Syaikh Muqbil dalam ash-Shahihul Musnad)

4. Azab bagi penzina

Masih hadits dari Abu Umamah al-Bahili ra, Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam berkata, "... Kemudian keduanya membawaku, ternyata ada satu kaum yang tubuh mereka sangat besar, bau tubuhnya sangat busuk, paling buruk dipandang, dan bau mereka seperti bau tempat pembuangan kotoran (comberan). Aku tanyakan, 'Siapakah mereka?' Keduanya menjawab, 'Mereka adalah penzina laki-laki dan perempuan'. "(HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban. Lihat ash-Shahihah no 3951, dinyatakan sahih oleh asy-Syaikh Muqbil dalam ash-Shahihul Musnad)

5. Azab bagi wanita yang tidak mahu menyusui anaknya

Pada lanjutan hadits Abu Umamah al-Bahili ra di atas, Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam berkata, "... Kemudian keduanya berangkat membawa, ternyata ada wanita-wanita yang puting susu mereka digigit ular. Aku bertanya, 'Siapa mereka?' Keduanya menjawab, 'Mereka adalah wanita yang tidak mahu memberikan air susu mereka kepada anak-anak mereka'. "(HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban. Lihat ash-Shahihah no 3951, dinyatakan sahih oleh asy -Syaikh Muqbil dalam ash-Shahihul Musnad)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam mengkhabarkan bahawa jika ular di neraka menyengat satu gigitan, akan menyebabkan panas demam selama empat puluh musim. Demikian juga kala jengking di neraka, apabila menggigit satu gigitan akan menyebabkan panas demam selama empat puluh musim. (HR. Al-Baihaqi, lihat ash-Shahihah no. 3429)

6. Azab bagi peminum arak (minuman keras)

Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Musa Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu, bahawa Nabi shallallahu' alaihi wassalam bersabda,

"Ada tiga macam manusia yang tidak masuk syurga, peminum arak, pemutus silaturahim, dan orang yang mempercayai sihir. Barangsiapa mati sebagai peminum arak, maka Allah memberinya minum dari sungai Ghuthah. Seseorang bertanya, 'Apa itu sungai Ghuthah?' Rasul menjawab, 'Sungai yang mengalir dari kemaluan para pelacur. Para penghuni neraka lain merasa terganggu oleh bau kemaluan mereka '. "(HR. Ahmad dalam Musnadnya 4/399)

7. Azab bagi pemilik harta yang tidak menunaikan zakatnya

Dalam Shahih Al-Bukhari terdapat riwayat dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, sabda Rasulullah shallallahu' alaihi wassalam,

"Tidak seorang pun pemilik harta yang tidak menunaikan zakatnya, melainkan hartanya kelak akan diperlihatkan di hadapannya dalam wujud seekor ular botak. Ular itu mempunyai dua titik hitam di atas matanya. Dia mematuk pangkal dagu orang itu seraya ia berkata, "Akulah hartamu, akulah simpananmu." (HR. Al-Bukhari dalam shahihnya 6/39 cet. Asy-Sya'b)

Dalam riwayat lain diceritakan, "Orang itu lari menghindarinya, tapi ular itu mengejarnya. Lalu dia berlindung darinya, tapi ular itu mematuk tangannya dan melilitnya. "

8. Azab bagi orang yang ucapannya tidak sesuai dengan perbuatannya

Dari Usamah bin Zaid, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam bersabda:

"Akan didatangkan seseorang kemudian dia dicampakkan ke neraka. Maka dia di sana berputar seperti berputarnya keldai di tempat penggilingannya, hingga para penduduk neraka berkumpul mengelilinginya. Mereka berkata kepadanya: "Wahai fulan, bukankah engkau dulu di dunia yang menyuruh kami kepada yang baik dan melarang kami dari yang mungkar?" Usamah berkata, dia menjawab: "Aku dulu menyuruh kamu kepada yang baik (tapi) aku tidak melakukannya. Dan aku melarang kamu dari yang buruk, (tapi) aku melakukannya. "(Shahihul Jami ')

Dari Anas bin Malik bahawa Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam bersabda:

"Pada malam Isra 'aku dibawa kepada beberapa kaum yang lidah mereka dipotong dengan gunting api. Setiap kali selesai dipotong, lidah itu kembali lagi. Aku berkata: "Siapa mereka itu, wahai Jibril?" Jibril berkata: "Mereka adalah para penceramah dari kalangan umatmu yang mereka mengucapkan apa yang tidak mereka lakukan dan mereka membaca Kitabullah, tapi tidak mengamalkannya." (Shahihul Jami ': 128)

9. Azab bagi orang yang mati bunuh diri

Diriwayatkan oleh Bukhari (5778) dan Muslim (158) dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Bersabda Rasulullah sallallahu' alaihi wasallam:

"Sesiapa yang bunuh diri dengan besi di tangannya, dia (akan) menikam perutnya di dalam neraka jahannam yang kekal (nantinya), (dan) dikekalkan di dalamnya selama-lamanya. Dan sesiapa yang meminum racun lalu bunuh diri dengannya, maka dia (akan) meminumnya perlahan-lahan di dalam neraka jahannam yang kekal, (dan) dikekalkan di dalamnya selama-lamanya. Dan barangsiapa yang bunuh diri dengan menjatuhkan dirinya dari atas gunung, dia akan jatuh ke dalam neraka jahannam yang kekal (dan) dikekalkan di dalamnya selama-lamanya. "

Diriwayatkan pula oleh Bukhari dan Muslim dari Tsabit bin Dhahhak radhyiallahu 'anhu, bahawa Rasulullah shallallahu' alaihi wasallam bersabda:

"Sesiapa yang membunuh dirinya dengan sesuatu di dunia, maka dia diseksa dengan (alat tersebut) pada hari kiamat."

10. Penduduk neraka yang paling ringan azabnya

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Nabi shallallahu' alaihi wassalam berkata, "Sesungguhnya penduduk neraka yang paling ringan siksanya adalah seseorang yang dipakaikan kepadanya dua kasut dari api neraka, lantas mendidih otaknya kerananya." (HR. Ahmad dan al-Hakim, lihat ash -Shahihah no. 1680)

Demikianlah pembaca, azab bagi beberapa penghuni neraka. Dan penyebutan macam-macam azab di atas bukanlah bersifat menyekat, kerana seperti kita ketahui dalam hadis Isra 'Mi'raj yang panjang, Rasulullah shallallahu' alaihi wassalam diperlihatkan beberapa orang yang tengah diseksa di neraka.

Beliau melihat orang-orang yang mengambil harta anak yatim secara sewenang-wenang, yang mempunyai bibir seperti bibir unta. Mereka mengambil sepotong api neraka langsung dengan bibirnya itu, lalu api itu keluar lagi dari duburnya. Beliau melihat orang-orang yang suka mengambil riba. Mereka mempunyai perut yang besar, sehingga tidak berganjak dari tempatnya kerana perutnya yang membesar itu. Para pengikut Firaun melewati mereka tatkala digiring ke neraka, lalu mereka melemparkan orang-orang yang mengambil riba ini ke neraka.

Beliau melihat para penzina yang membawa daging berminyak yang baik di tangan dan di sebelahnya ada daging jelek dan busuk. Mereka mengambil daging yang busuk itu dan membiarkan daging yang baik. Beliau juga melihat para wanita yang suka memasuki tempat tinggal kaum laki-laki yang bukan anak-anaknya. Beliau melihat para wanita itu bergelayutan pada payudaranya. Na'udzubillahi min dzalik ..
 
 

Makanan serta minuman ahli Syurga dan ahli Neraka

Sebagai umat Islam wajib percaya adanya syurga dan neraka.  syurga dan neraka dijadikan Allah khas sebagai tempat pembalasan setiap manusia yang hidup di dunia ini.  Paparan kali ini memberi sedikit pengetahuan tentang jenis-jenis makanan dan minuman bagi setiap ahli syurga dan juga ahli neraka.
Syurga-Atau-Neraka
Pilihan di tangan kita
Makanan Ahli Syurga
Buah-buahan
Di dalam syurga kelak, disediakan Allah buah-buahan enak dan pelbagai jenis.  Sebagaimana Allah berfirman :
Firman Allah Ta’ala yang bermaksud: “Dan (penduduk Syurga itu) Kami tambahi mereka (dari semasa ke semasa), dengan buah-buahan dan daging dari berbagai jenis yang mereka ingini.” (Surah Al-Tur 52:22)
Daging
Begitu juga dengan daging-daging enak yang terdiri daripada jenis-jenis burung dan haiwan lain.
Firman Allah Ta’ala yang bermaksud: “Dan juga (dibawakan kepada mereka) buah-buahan dari jenis-jenis yang mereka pilih, Serta daging burung dari jenis-jenis yang mereka ingini.” (Surah Al-Waqi’ah 56:20-21)
Terdapat pelbagai lagi makanan di syurga yang tidak tergambar di minda kita. Siapa yang berpeluang berada di Jannah maka beruntung lah ia.
Sungai dari Arak, Madu dan Susu
Firman Allah Ta’ala yang bermaksud: “Sifat Syurga yang telah dijanjikan kepada orang-orang yang bertaqwa (ialah seperti berikut): ada padanya beberapa sungai dari air yang tidak berubah (rasa dan baunya), dan beberapa sungai dari susu yang tidak berubah rasanya, serta beberapa sungai dari arak yang lazat bagi orang-orang yang meminumnya, dan juga beberapa sungai dari madu yang suci bersih. Dan ada pula untuk mereka di sana segala jenis buah-buahan, serta keredaan dari Tuhan mereka. (Adakah orang-orang yang tinggal kekal di dalam Syurga yang sedemikian itu keadaannya) sama seperti orang-orang yang tinggal kekal di dalam neraka dan diberi minum dari air yang menggelegak sehingga menjadikan isi perut mereka hancur? (Sudah tentu tidak sama)!” (Surah Muhammad 47:15)
Salsabila: Air Mata di dalam Syurga.
Firman Allah Ta’ala yang bermaksud: “Iaitu sebuah matair dalam Syurga, yang disebutkan sifatnya sebagai “Salsabil”.” (Surah Al-Insaan 76:18)
syrga_neraka
Nikmat yang berbeza akan dirasa bagi setiap penghuni syurga dan neraka (Gambar sebagai hiasan sahaja)

Makanan Ahli Neraka
Zaqqum
Rupa zaqqum ini sangat buruk seolah-olah kepala syaitan dan berasal dari pokok yang keluar dari dasar neraka.
Firman Allah Ta’ala yang bermaksud: “(Ingatlah), sesungguhnya pokok Zaqqum, (Buahnya) menjadi makanan bagi orang yang berdosa (dalam neraka). (Makanan ini pula panas) seperti tembaga cair, mendidih dalam perut, Seperti mendidihnya air yang meluap-luap panasnya.” (surah Ad-Dukhaan 44:43-46)
Firman Allah Ta’ala yang bermaksud: “Manakah yang lebih baik, limpah kurniaan yang termaklum itu atau pokok zaqqum?. Sesungguhnya Kami jadikan pokok zaqqum itu satu ujian bagi orang-orang yang zalim (di dunia dan azab seksa bagi mereka di akhirat).  Sebenarnya ia sebatang pohon yang tumbuh di dasar neraka yang marak menjulang. Buahnya seolah-olah kepala Syaitan-syaitan. Maka sudah tentu mereka akan makan dari buahnya (sekalipun pahit dan busuk), sehingga mereka memenuhi perut darinya.  Kemudian, sesungguhnya mereka akan beroleh lagi – selain itu- satu minuman campuran dari air panas yang menggelegak. Setelah (mereka dibawa minum) maka tempat kembali mereka tetaplah ke dalam neraka yang menjulang-julang.” (Surah As-Saaffaat 37:62-68)
Dari’
Pokok berduri yang tidak menggemukkan dan tidak mengenyangkan bagi setiap penghuni neraka yang memakannya.
Firman Allah Ta’ala yang bermaksud: “Tiada makanan bagi mereka (di situ) selain dari pokok-pokok yang berduri, Yang tidak menggemukkan, dan tidak pula dapat menghilangkan sedikit kelaparan pun.” (Surah Al-Ghaasyiyah 88:6-7)
Ghislin: Darah dan nanah.
Firman Allah Ta’ala yang bermaksud: “Dan tidak ada makanan (baginya) melainkan dari air danur.” (Surah Al-Haaqqah 69:36)
Zi ghussah: Makanan yang menyumbat di kerongkong.
Firman Allah Ta’ala yang bermaksud: “Serta makanan yang menjadikan pemakannya tercekik, dan azab seksa yang tidak terperi sakitnya.” (Surah Al-Muzzammil 73:13)
Firman Allah Ta’ala yang bermaksud: “Diedarkan kepada mereka piala yang berisi arak (yang diambil) dari sungainya yang mengalir, Minuman itu putih bersih, lagi lazat rasanya, bagi orang-orang yang meminumnya, Ia tidak mengandungi sesuatu yang membahayakan, dan tidak pula mereka mabuk kerana menikmatinya.” (Surah As-Saaffaat 37:45-47)
Minuman Ahli Neraka
Hamim: Minuman yang sangat panas sehingga usus boleh terpotong.
Firman Allah Ta’ala yang bermaksud: “Sifat Syurga yang telah dijanjikan kepada orang-orang yang bertaqwa (ialah seperti berikut): ada padanya beberapa sungai dari air yang tidak berubah (rasa dan baunya), dan beberapa sungai dari susu yang tidak berubah rasanya, serta beberapa sungai dari arak yang lazat bagi orang-orang yang meminumnya, dan juga beberapa sungai dari madu yang suci bersih. Dan ada pula untuk mereka di sana segala jenis buah-buahan, serta keredaan dari Tuhan mereka. (Adakah orang-orang yang tinggal kekal di dalam Syurga yang sedemikian itu keadaannya) sama seperti orang-orang yang tinggal kekal di dalam neraka dan diberi minum dari air yang menggelegak sehingga menjadikan isi perut mereka hancur? (Sudah tentu tidak sama)!” (Surah Muhammad 47:15)
Ghassaq
Ghassaq ini merupakan cairan nanah yang mengalir dari kulit ahli neraka.
Firman Allah Ta’ala yang bermaksud: “Ini sejenis azab seksa, maka hendaklah mereka merasainya, air panas yang menggelegak dan air danur yang mengalir (untuk minuman mereka)” (Surah Saad 38:57)
Sadid: Air Nanah.
Firman Allah Ta’ala yang bermaksud: “Di belakangnya disediakan neraka Jahannam, dan ia akan diberi minum dari air danur (yang keluar dari tubuh ahli neraka).” (Surah Ibrahim 14:16)
Muhl: Kotoran Minyak yang menggelegak.
Firman Allah Ta’ala yang bermaksud: “(Makanan ini pula panas) seperti tembaga cair, mendidih dalam perut, Seperti mendidihnya air yang meluap-luap panasnya.” (Surah Ad-Dukhaan 44:45-46).
Marilah kita sama-sama berdoa semoga segala amal ibadat yang kita lakukan ini mendapat ganjaran sebaik-baiknya daripada Allah.  Siapa yang tidak mahu nikmat syurga.  Jika kita inginkan nikmat itu, mari kita berusaha untuk mendapatkannya kelak di akhirat, sebuah negeri yang kekal abadi..
Renung-renungkan…
*Sumber dari bicarasantai.com (Makanan Serta Minuman Ahli Syurga Dan Ahli Neraka)

Kenikmatan penghuni neraka masuk ke syurga

Selepas diazab adakah orang yang melakukan dosa besar akan kekal di dalam neraka?

Jawapannya tidak dan sesiapa yang mempunyai di dalam hatinya sebesar biji sawi keimanannya maka dia tidak akan kekal di dalam neraka, malah dia akan dikeluarkan dan dimasukkan ke dalam syurga. Semuanya telah kita pelajari dan semuanya menunjukkan bahawa orang yang membuat dosa besar jika tidak bertaubat, kemudian Allah menghendaki dia diazab di dalam neraka, maka azabnya adalah untuk beberapa ketika.

Kemudian apabila telah dibersihkan maka dia akan dikeluarkan dan dikembalikan semula ke dalam syurga. Ini kerana adanya keimanan di dalam hatinya yang tidak boleh mengekalkannya di dalam neraka seperti satu hadith yang berkenaan dengan orang terakhir yang akan keluar daripada neraka ataupun dikeluarkan daripada neraka. Apabila dikeluarkan dia sudah hangus dan diletakkan disebelah sungai kehidupan kemudian dia akan hidup semula.

Abu Said Khudri bahawa Nabi saw. bersabda,

"Penghuni syurga akan masuk syurga dan penghuni neraka akan masuk neraka. Kemudian Allah Taala berfirman, 'Keluarkanlah dari neraka siapa saja yang di dalam hatinya ada keimanan sekali pun seberat biji sawi.' Orang-orang itu lalu keluar dari neraka dan tubuhnya sudah hitam hangus. Mereka lalu dimasukkan ke dalam sungai kehidupan (memberikan semangat hidup kembali), lalu tumbuhlah orang-orang tersebut sebagai tumbuhnya benih di samping tanah yang terkena air bah (banjir). Tidakkah engkau mengetahui bahawa benih itu akan keluar kekuning-kuningan dan berseri-seri. "(Diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim dan Nasai)

Orang yang terakhir keluar dari neraka dan masuk ke dalam syurga

Diriwayatkan dari Ibnu Masud r.a. bahawa Rasulullah saw. bersabda,

"Orang yang terakhir masuk syurga adalah seorang lelaki. Ia kadang-kadang berjalan dan kadang-kadang merangkak, bahkan kadang-kadang masih dijilat-jilat juga oleh api. Setelah ia dapat melalui tempat api itu, ia pun menoleh ke belakang dan berkata, 'Maha Suci Allah yang telah menyelamatkan diriku daripadamu. Sungguh saya telah dikurniakan oleh Allah Taala suatu pemberian yang belum pernah diberikan oleh-Nya kepada seseorang pun baik dari golongan orang-orang dahulu (awalin) atau pun orang-orang belakangan (akhirin).

Kemudian ditampakkan padanya sebatang pokok, lalu ia berkata, 'Ya Tuhanku! Sudilah kiranya Engkau mendekatkan aku kepada pohon ini, supaya aku dapat bernaung di bawahnya dan dapat pula minum airnya. 'Allah berfirman,' Hai anak Adam (manusia)! Barangkali kalau sudah Kuberikan padamu permintaanmu itu, apakah kiranya engkau tidak meminta lagi yang lain? '

Orang itu menjawab, 'Ya Tuhanku! Aku tidak akan meminta yang lain lagi. '

Orang itu disuruh berjanji tidak akan meminta yang lain lagi dan setelah itu Tuhan lalu menerima permohonannya, sebab dilihatnya orang tersebut tidak sabar lagi mendapatkan keinginannya. Oleh Allah ia didekatkan pada pohon itu dan ia pun bernaung di bawahnya serta minum pula airnya. Selanjutnya ditampakkan sebatang pokok yang lain padanya dan yang lebih bagus dari yang pertama.

Orang itu berkata, 'Ya Tuhanku! Sudilah kiranya Engkau mendekatkan aku kepada pohon ini, supaya aku dapat bernaung di bawahnya dan minum airnya. Aku tidak akan meminta yang lain pada-Mu. '

Allah berfirman, 'Hai anak Adam! Bukankah sebelum ini engkau sudah berjanji tidak akan meminta yang lainnya kepada-Ku? Barangkali kalau sudah Kuberikan permintaanmu ini, engkau akan meminta lagi yang lain pula? '

Orang itu berjanji sekali lagi untuk tidak meminta yang lain. Tuhan lalu menerima permohonannya, sebab dilihatnya orang tersebut agaknya tidak sabar lagi untuk mendapatkan keinginannya itu. Oleh Allah ia didekatkan pada pohon itu dan ia pun bernaung di bawahnya serta minum airnya. Setelah itu ditampakkan pula di muka orang tadi sebatang pokok yang terletak di dekat pintu gerbang syurga yang keadaannya lebih bagus dari kedua pohon yang sebelumnya.

Orang itu berkata pula, 'Ya Tuhanku! Sudilah kiranya Engkau mendekatkan aku dari pohon ini, supaya aku bernaung di bawahnya dan minum airnya. Aku tidak akan meminta pada-Mu yang lain lagi. '

Allah berfirman, 'Hai anak Adam! Bukankah sebelum ini engkau sudah berjanji pada-Ku tidak akan meminta yang lain. '

Orang tadi menjawab, 'Benar, ya Tuhanku sekarang saya tidak meminta lagi yang lain.' Oleh Allah diterima permohonannya, sebab dilihatnya ia sudah tidak sabar lagi untuk mendapatkan keinginannya. Orang itu didekatkan pada pohon tersebut. Demi ia sudah didekatkan pada pohon yang terletak di dekat pintu syurga itu, lalu terdengar olehnya suara riuh rendah dari penghuni syurga.

Kemudian ia pun berkata lagi, 'Ya Tuhanku, masukkanlah saya ke dalam syurga.'

Allah berfirman, 'Hai anak Adam! Kurnia apakah yang kiranya dapat memuaskan hatimu, sehingga engkau tidak meminta-minta lagi? Apakah kiranya engkau puas, sekiranya engkau Kuberi kenikmatan sebesar kadar dunia dan sebuah lagi yang seperti itu? '

Orang itu berkata, 'Ya Tuhanku! Apakah Engkau memperolok-olokkan diriku padahal Engkau adalah Tuhan seru sekalian alam? '

Ibnu Masud (yang menceritakan hadis ini) lalu ketawa. Setelah itu ia berkata, 'Mengapa kamu semua (kawan-kawannya yang mendengarkan) tidak menanyakan kepadaku, apa sebab aku ketawa?' Orang-orang yang mendengar lalu bertanya, 'Mengapa engkau tertawa?' Ia menjawab, 'Begitulah Rasulullah saw. juga ketawa sewaktu menceritakan ini, lalu beliau ditanya, apakah sebab beliau tertawa. '

Beliau menjawab, 'Saya tertawa kerana Tuhan seru sekalian alam ketawa ketika orang yang meminta dimasukkan syurga itu berkata,' Apakah Engkau memperolok-olokkan diriku, padahal Engkau adalah Tuhan seru sekalian alam. '

Seterusnya Allah lalu berfirman, 'Aku tidak memperolok-olokkan engkau, tetapi memang Aku ini Maha Kuasa atas segala yang Aku kehendaki.' "(Riwayat oleh Muslim)

Motivasi buat orang beriman

Zahir daripada hadith-hadith menunjukkan jika orang yang beriman ini yang masuk neraka dahulu maka dia tidaklah sesuci orang-orang yang mendahului ataupun yang terawal masuk syurga. Jika kita lihat daripada aspek itu untuk motivasi bagus kita melihat bahagian tersebut. Maksudnya untuk memotivasikan orang contohnya kita lihat ada orang bersemangat ataupun pertengahan seperti tidak cuai ataupun dia cuai tetapi masih ada harap untuk kita berikan semangat, jadi kita beritahu padanya bahawa usahalah sungguh-sungguh supaya kita boleh masuk syurga seawal mungkin dan bukannya selepas dibersihkan di dalam neraka .

Tetapi sekiranya kita berjumpa dengan orang yang hampir-hampir berputus asa. Dia mempunyai harapan sedikit dan hendak masuk ke syurga tetapi amalannya yang dia lihat terlalu banyak amalan jahatnya lalu dia hampir-hampir berputus asa dan dia datang kepada kita lalu menyatakan, 'ustaz saya hendak masuk syurga tetapi saya tidak layak kerana terlalu banyak dosa saya. Saya tidak sempat lagi untuk memperbaiki semula kesilapan saya. '

Jadi disini kita boleh gunakan hadith tadi iaitu hadith yang orang terakhir masuk syurga. Tetapi persoalan adakah dia boleh naik ke darjat yang lebih tinggi 'wallahualam'. Zahirnya jika masuk lewat itu akan duduk berjauhan dengan Nabi.

Sumber dari halaqah.net

Tiada ulasan:

Catat Ulasan