Rabu, 20 Mei 2015

ORANG YANG DIKASIHI ALLAH SWT















ORANG-ORANG YANG DICINTAI ALLAH DAN DIKASIHI-NYA

Written By lurim on Friday, January 27, 2012 | 12:21 AM



Di dalam hadith-hadith ada dikemukakan ciri-ciri orang yang dicintai dan dikasihinya.


1. Orang yang teliti dan tekun.


"Sesungguhnya Allah mencintai dan mengasihi orang yang bila mengerjakan sesuatu, selalu memperbaguskan / menyempurnakan perbuatannya."


2. Orang yang selalu memberikan bantuan kepada orang yang malang.


"Sesungguhnya Allah suka kepada orang yang membantu orang yang kemalangan"


3. Orang yang lemah lembut.


"Sesungguhnya Allah menyukai lemah-lembut dalam segala urusan (baik perbuatan, ucapan, pergaulan dan sebagainya)."


4. Peramah


"Sesungguhnya Allah menyukai yang mudah dan ringan dalam perkataan dan perbuatan (manis muka dan ramah tamah)"


"Sesungguhnya orang-orang yang paling Aku cintai di antara kamu dan dekat kedudukannya kepada Ku pada hari kiamat ialah orang-orang yang paling baik akhlaknya dan rumahnya sering dikunjungi, yang ramah tamah dan disukai orang. Dan orang yang paling Aku benci dan jauh kedudukannya dari Ku pada hari kiamat ialah orang yang cakap besar (yang suka bercakap dan di dalam percakapannya banyak mengumpat dan mencerca orang lain), yang besar kepala dan sombong"


5. Orang yang taat.


"Sesungguhnya Allah menyukai pemuda yang menghabiskan masa mudanya dalam ketaatan kepadaNya."


6. Orang yang mempunyai pekerjaan.


"Sesungguhnya Allah mengasihi hambaNya yang mukmin dan memepunyai perusahaan/pekerjaan."


7. Orang yang rendah hati.


"Sesungguhnya Allah menyukai hambaNya yang bertakwa lagi kaya tetapi tidak menonjolkan diri atas kekayaanNya."


8. Orang yang selalu mengulangi doanya.


"Sesungguhnya Allah mencintai orang yang bersungguh-sungguh dalam berdoa."


9. Orang yang menunaikan fardu dan sunat.


"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang menunaikan keringanan yang telah ditetapkan, (seperti 'rukhsah' dalam perjalanan jauh), sebagaimana juga Dia menyukai orang-orang yang melaksanakan apa-apa yang telah ditetapkanNya 'azimah'."


10. Orang yang mensyukuri nikmat.


"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang memperlihatkan nikmatNya kepada hambaNya (misalnya nikmat ilmu yang diamalkan)."


11. Orang yang fanatik terhadap keyakinannya.


"Sesungguhnya Allah mencintai hamba-hambaNya yang cemburu (untuk menegakkan dan membela AgamaNya), bukan cemburu kerana buruk sangka tanpa ada kecurigaan atau keraguan."


12. Orang yang tidak banyak cakap.


"Sesungguhnya Allah menyukai jual beli yang mudah dan toleransi, dan pembayaran yang mudah serta toleran."


13. Orang penyantun.


"Sesungguhnya Allah menyukai hambaNya yang mukmin, yang fakir tetapi sopan, menjaga harga diri dan mempunyai tanggungan."


14. Wanita yang tidak mandul.


"Wanita yang melahirkan anak lebih dicintai Allah daripada wanita yang cantik tetapi mandul. Sesungguhnya Aku bangga dengan umatKu pada hari kiamat."


15. Orang yang mengutamakan hal-hal yang penting.


"Sesungguhnya Allah menyukai urusan-urusan yang tinggi nilainya lagi mulia dan tidak menyukai urusan yang hina dan rendah martabatnya."


16. Orang yang memuji syukur kepadaNya.


"Sesungguhnya Allah suka untuk dipuji."


17. Orang yang mencintai anaknya.


"Sesungguhnya Allah menyukai kamu berlaku adil diantara sesama anak-anak kamu hingga mencium mesra."


18. Orang yang berakhlak tinggi.


"Sesungguhnya Allah itu indah, dan menyukai keindahan."

"Dia Maha Pemurah menyukai kemurahan, Dia menyukai ketinggian akhlak (budi pekerti) dan tidak suka kepada akhlak yang rendah."



19. Orang yang kuat imannya.


"Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih disukai daripada orang mukmin yang lemah, tetapi pada masing-masing ada kelebihannya."


20. Orang yang pemaaf.


"Sesungguhnya Allah itu pemaaf, Dia suka memaafkan."


21. Orang yang kekal dalam kebiasaannya yang baik.


"Amal perbuatan yang disukai Allah ialah yang kekal dilakukan meskipun sedikit."


22. Orang yang suka memberi nasihat.


"Sesungguhnya hamba-hambaNya yang paling disukai Allah ialah yang banyak memberikan nasihat kepada hamba-hambaNya yang lain."


23. Orang yang suka berbuat kebajikan.


"Sesungguhnya hamba-hamba yang paling disukai Allah ialah orang yang suka kepada kebajikan dan suka melakukannya."


24. Penguasa yang adil.


"Sesungguhnya orang yang paling disukai Allah pada hari kiamat dan dekat kedudukannya pada Allah ialah Raja (penguasa) yang adil. Dan orang yang sangat dibenciNya dan jauh kedudukan dariNya ialah Raja (penguasa) yang zalim (suka menganiaya)."


25. Nama yang baik.


"Sesungguhnya nama-nama yang disukai Allah ialah Abdullah dan Abdul Rahman."


26. Orang yang sembahyang, berbakti kepada orang tua dan berjihad.


"Perbuatan yang paling disukai Allah ialah sembahyang pada waktunya, kemudian berbakti kepada ibu bapa, kemudian berjihad fisabilillah."


27. Orang yang selalu berzikir kepada Allah.


"Perbuatan yang paling disukai Allah ialah di saat engkau meninggalkan dunia lidahmu basah kerana berzikir kepada Allah (orang yang suka berzikir terus menerus hingga saat kematiannya)."


28. Orang yang suka menolong sesama manusia.


"Perbuatan yang paling dicintai Allah ialah suka memberi makan orang yang miskin yang kelaparan, atau orang yang suka membayarkan hutang orang lain atau orang yang suka melapangkan musibah (kesusahan) orang lain."


29. Orang yang selalu menggembirakan sesamanya.


"Perbuatan yang paling disukai Allah, (setelah menunaikan segala perkara yang fardu) ialah mendatangkan kegembiraan dan kesenangan kepada sesama Muslim."


30. Orang yang tidak lancang berbicara.


"Perbuatan yang lebih disukai Allah ialah menjaga lidah (jangan lancang berbicara)."


31. Orang yang perbuatannya didasarkan kerana Allah.


"Perbuatan yang lebih disukai Allah ialah kasih atau senang kerana Allah dan benci atau tidak suka kerana sesuatu kerana Allah."


32. Orang yang diberi nama "Hamba Allah".


"Nama-nama yang disukai Allah ialah nama yang menyatakan penghambaanNya (yang dimulai dengan Abdul, seperti Abdullah dan sebagainya). Dan nama-nama yang lebih benar ialah Hammam atau Humam dan Haris.


33. Tempat yang dicintai Allah.


"Bahagian negeri yang lebih dicintai Allah ialah masjidnya dan yang dibencinya ialah pasarnya."


34. Orang yang ucapan dan kata-katanya baik.


"Jihad (menegakkan Agama Allah) yang lebih disukai Allah ialah ucapan (nasihat) yang benar yang disampaikan kepada seorang Raja (penguasa) yang aniaya dan tidak adil.

"Cerita (percakapanya) yang lebih Aku sukai ialah yang benar / yang lebih benar."

"Perkataan (ucapan) yang lebih disukai Allah ialah Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akhbar, La ilaha illallah, tanpa mengira yang mana satu didahulukan."



35. Orang yang memiliki ketrampilan (kecekapan).


"Permainan yang melalaikan yang lebih disukai Allah ialah berlatih menunggang kuda dan ketrampilan (kecekapan) memanah."


36. Orang yang memberikan bantuan belajar.


"Hamba-hamba yang lebih disukai Allah ialah yang lebih banyak memberikan manafaat kepada tanggungannya (menyara mereka, menyuruh belajar serta mendidiknya)."


37. Orang yang berakhlak luhur.


"Hambanya yang lebih disukai Allah ialah yang lebih tinggi akhlaknya."


38. Rumah penginapan dan pendidikan anak yatim.


"Diantara rumah-rumah kamu yang lebih disukai Allah ialah rumah yang didalamnya terdapat anak yatim yang dikasihi dan dididik sebagaimana semestinya."

"Zuhudlah di dalam dunia (nescaya) engkau dicintai Allah, dan zuhud terhadap apa-apa yang ada ditangan orang lain nescaya orang lain akan kasih kepadamu."

Ciri Orang-Orang yang Dicintai Allah


Seperti Apakah Ciri-Ciri Orang yang Dicintai Allah: Siapa yang tidak ingin dicintai Allah SWT dan di akherat nanti masuk surga. Semua orang muslim di dunia ini pasti menginginkan menjadi salah satu orang yang dicintai Allah. Karna itu kita harus tau siapa dan apa ciri-ciri orang yang dicintai Allah.??


Ciri-Ciri Orang yang dicintai Allah

Berikut ciri Orang-orang yang dicintai Allah, antara lain:

- Orang yang berbuat baik
- Orang yang bertobat dan menyucikan diri
- Orang yang mengikuti jejak Rasulullah
- Orang yang bertakwa
- Orang yang sabar
- Orang yang bertawakkal
- Orang yang berlaku adil
- Orang yang berperang di jalan Allah
- Orang yang mencintai Allah
Dan berikut penjelasan dari hadis Nabi Muhammad SAW dan Firman Allah SWT tentang orang-orang yang dicintai allah :

1. Orang yang Berbuat Baik

“Berinfaklah di jalan Allah dan janganlah kalian campakkan tanganmu ke dalam kehancuran, berbuatlah baik, sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik .” (QS Al-Baqarah 195)

“Orang-orang yang menginfakkan hartanya baik di waktu lapang maupun di waktu sempit dan orang-orang yang mampu menahan amarah serta pemaaf terhadap kesalahan orang lain. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik.” (QS Ali-Imran 134).

“… Barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebaikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.” (QS Al-Baqarah 112).

“Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebaikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-Baqarah 158).

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.” (QS An-Nisa 36)

2. Orang yang Bertaubat dan Menyucikan Diri

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang selalu bertaubat dan mencintai orang-orang yang selalu menyucikan diri.” (QS Al-Baqarah 222).

“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan sebenar-benar taubat.” (QS At-Tahrim 8 ).

“Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertobatlah kepadaNya, niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada batas yang telah ditentukan…” (QS Hud 3).

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi.” (QS Ali Imran 123).
Rasulullah bersabda, “Demi Allah, sesungguhnya aku memohon ampunan kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya dalam satu hari lebih dari tujuh puluh kali.” (HR Al-Bukhari).

3. Orang-orang yang Mengikuti Jejak Rasulullah

“Katakanlah: Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Ali Imron 31).

“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah suri tauladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS Al-Ahzab 21)

“Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling, maka Kami tidak mengutus Rasul untuk menjadi penjaga mereka.” (QS An-Nisa 80).

4. Orang yang Bertakwa

“… Maka sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaqwa.” (QS Ali-Imron 76).

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqon (pedoman) dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni dosa-dosamu.” (QS Al-Anfal 29).

“… Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS Ath-Thalaq 2-3).

“… Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (QS Ath-Thalaq 4).

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menjadikan kamu dari seorang laki-laki dan seorang wanita, dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya saling mengenal. Sesungguhnya orang mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui Lagi Maha Mengenal.” (Q.S. Al-Hujuraat [49]:13).

5. Orang yang Sabar

“Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.” (QS Ali Imron 146).

“Hai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS Al-Baqarah 153).

“Wahai orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaran kamu dan tetaplah bersiap siaga serta bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mencapai kemenangan.” (QS Ali Imron 200).

“… dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan.” (QS Luqman 17).

6. Orang yang Bertawakkal

“Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkal-lah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakkal.” (QS Ali Imron 159).

“… Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupi segala kebutuhannya….” (QS Ath-Thalaq 3).

“Dan hanya kepada Allah hendaklah kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (Al-Maidah: 23)

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman (sempurna) itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka karenanya, serta hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.” (Al-Anfal: 2)

“Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya aku kembali .” (QS Hud 88)

7. Orang yang Berlaku Adil

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil” (QS Al-Maidah 42)

“Sesungguhnya Allah menyuruhmu berlaku adil dan berbuat kebaikan, memberi kepada kaum kerabat dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (QS Am-Nahl 90).

Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya orang-orang yang berbuat adil itu di sisi Allah kelak berada di atas mimbar-mimbar dari cahaya. Yaitu mereka yang bertindak adil dalam memutuskan hukum dan bertindak adil terhadap bawahan mereka.” (HR Muslim)

8. Orang yang Berperang di Jalan Allah

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang untuk membela agama-Nya, dalam barisan yang teratur rapi, seolah-olah mereka sebuah bangunan yang tersusun kukuh” (QS As-Shoff 42)

“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”. (QS Al-Baqarah 216)

“Dan berjuanglah kamu pada jalan Allah dengan perjuangan yang sebenar-benarnya…” (QS Al-Hajj 78)

9. Orang yang Mencintai Allah

“Dan diantara manusia itu ada yang mempertuhankan sesuatu yang lain daripada Allah sebagai tuhan-tandingan; mereka mencintainya sebagaimana mencintai Allah. Orang yang beriman hanya mencintai Allah semata. …” (QS Al Baqarah 165)

“Katakanlah: Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Ali Imron 31).

“Katakanlah: “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai; itu lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (daripada) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.”.” (QS At-Taubah: 24)

“Barangsiapa mencintai pertemuan dengan Allah, maka Allah pun mencintai pertemuan dengannya. Dan barangsiapa tidak mencintai pertemuan dengan Allah, maka Allah pun tidak mencintai pertemuan dengannya” (HR Bukhari).

“Ada tiga perkara, barangsiapa terdapat dalam dirinya ketiga perkara itu, dia pasti merasakan manisnya iman, yaitu Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya daripada yang lain; mencintai seseorang tiada lain hanya karena Allah; dan tidak mau kembali kepada kekafiran setelah diselamatkan Allah darinya sebagaimana dia tidak mau kalau dicampakkan ke dalam api.” (HR Al-Bukhari/Muslim)

10. Orang yang Mencintai Sesamanya

“Ia kasihkan mereka dan mereka juga kasihkan Dia; mereka pula bersifat lemah-lembut terhadap orang-orang beriman.” (QS Al-Maidah 54)

“Kasih sayang itu tidak terbatas pada kasih sayang salah seorang di antara kalian kepada sahabatnya (mukmin), tetapi bersifat umum (untuk seluruh umat manusia).” (H.R. Ath-Thabrani).

“Sesungguhnya Allah SWT Maha Pemurah, Dia mencintai sifat pemurah, dan Dia mencintai akhlak yang mulia serta membenci akhlak yang rendah.” (H.R. Na’im melalui Ibnu Abbas r.a.).

“Barang siapa tidak menyayangi manusia, Allah tidak akan menyayanginya.” (H.R. Turmudzi).

Itulah beberapa ciri-ciri orang yang dicintai Allah, semoga kita menjadi salah satunya, atau berusaha menjadi orang muslim yang di cintai Allah. Amiin.. Disalin Arie Pinoci Sumber www.lentera.web.id.

Ciri-Ciri Manusia Yang Dekat Dan Jauh Dari Rahmat ALLAH, Yaitu Golongan Manusia Yang Beroleh Azab Allah Dan Siksa Neraka-Nya Dan Golongan Manusia Yang Beroleh Rahmad Dan Nikmat Surga-Nya

Posted: 5 Desember 2012 in Tausiyah
Tag:, , , , , , , , , , , , , , ,
https://tausyah.wordpress.com/Amal Ibadah
Amal Ibadah
GOLONGAN MANUSIA YANG JAUH DARI RAHMAT ALLAH
Perjalanan hidup manusia tidaklah berlangsung lama, sebahagian dari apa-apa yang mereka terbitkan dalam kehidupannya niscaya itulah suatu pilihan baginya. Ada di antara manusia yang bersuka ria dengan kehidupan dunianya dan adalah ia tiada hendak berbicara tentang akhirat..dan mereka itulah yang jauh dari Rahmad ALLAH serta merta mereka teramat cinta kepada dunia..sekalian kehendak mereka didunia dan adalah ALLAH Tabaraka wa Ta’ala cukupkan atas mereka, akan tetapi di akhirat tiadalah.. melainkan adalah mereka termasuk daripada golongan orangorang yang merugi.
Firman ALLAH Ta’ala : 
قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالاً الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعاً
Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?” Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. Al-Kahfi : 103-104.
مَن يَهْدِ اللّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِي وَمَن يُضْلِلْ فَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ
Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang merugi. Al-A’raaf : 178.
مَّن كَانَ يُرِيدُ ثَوَابَ الدُّنْيَا فَعِندَ اللّهِ ثَوَابُ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَكَانَ اللّهُ سَمِيعاً بَصِيراً
Barangsiapa yang menghendaki pahala di dunia saja (maka ia merugi), karena di sisi Allah ada pahala dunia dan akhirat. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. An-Nisaa’:134.
Adapun diantara ciri-ciri manusia yang jauh dari Rahmad ALLAH Tabaraka wa Ta’ala yaitu :
1. Orang-orang yang lalai
Adalah mereka golongan manusia yang jauh dari Rahmad ALLAH, oleh karena didunia ALLAH telah mengunci mati akan hati, pendengaran dan penglihatan mereka daripada kebaikan dan kemuliaan lagi apabila ALLAH memberi atas diri-diri mereka masa untuk bertaubat..niscaya tiadalah..melainkan mereka tetap dengan kesesatannya sehingga menyebabkan mereka lalai dari mengingat ALLAH dan dalam beribadah kepada-Nya sehingga merugilah mereka dengan sebenar-benar kerugian.
Firman ALLAH Ta’ala :
أُولَـئِكَ الَّذِينَ طَبَعَ اللّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ وَسَمْعِهِمْ وَأَبْصَارِهِمْ وَأُولَـئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ لاَ جَرَمَ أَنَّهُمْ فِي الآخِرَةِ هُمُ الْخَاسِرونَ
Mereka itulah orang-orang yang hati, pendengaran dan penglihatannya telah dikunci mati oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang lalai. Pastilah bahwa mereka di akhirat nanti adalah orang-orang yang merugi. An-Nahl : 108-109.
2. Golongan Syaithan (Lupa Pada ALLAH)
Yaitu golongan manusia yang menuruti hawa nafsunnya, sedang mereka berkawankan syaithan dalam kehidupannya. Ketahuilah..bahwasanya syaithan itu mengkhiaskan sesuatu yang buruk itu agar terlihat baik daripadanya, yang menyebabkan mereka lupa kepada ALLAH dan jauh daripada Rahmad-Nya.
Firman ALLAH Ta’ala :
اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطَانُ فَأَنسَاهُمْ ذِكْرَ اللَّهِ أُوْلَئِكَ حِزْبُ الشَّيْطَانِ أَلَا إِنَّ حِزْبَ الشَّيْطَانِ هُمُ الْخَاسِرُونَ
Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi. Al-Mujaadilah : 019.
3. Berburuk sangka kepada ALLAH
Oleh karena mereka mengira bahwa ALLAH Tabaraka wa Ta’ala telah memberi mereka keburukan dan menjauhkan daripada mereka kebaikan yang mereka kehendaki, dan itulah seburukburuk persangkaan kepada ALLAH. Maka ketahuilah..bahwa sesungguhnya ALLAH Tabaraka wa Ta’ala senantiasa memberi kebaikan kepada sekalian manusia bahkan kepada manusia yang tiada menyembah-Nya sekalipun (kafir)..jika kamu memikirkan, namun..sedikit jua di antara kamu yang berterima kasih.
Firman ALLAH Ta’ala :
وَذَلِكُمْ ظَنُّكُمُ الَّذِي ظَنَنتُم بِرَبِّكُمْ أَرْدَاكُمْ فَأَصْبَحْتُم مِّنْ الْخَاسِرِينَ
Dan yang demikian itu adalah prasangkamu yang telah kamu sangka terhadap Tuhanmu, prasangka itu telah membinasakan kamu, maka jadilah kamu termasuk orang-orang yang merugi. Fushslhilat : 023.
4. Mengada-Adakan Dusta Kepada Allah
Yaitu mereka yang didunia bersusah payah untuk mengkhiaskan kepada manusia, bahwa adalah ia orang yang paling baik ucapannya dan perbuatannya dan yang mengatakan  sesuatu yang baik sedang sesuatu yang baik yang ia sampaikan itu tiadalah pada dirinya, atau seumpama pemimpin yang memiliki kekuasaan yang dengan kekuasaannya ia berbuat dengan sekehendaknya dan tiada berbuat adil kepada ummatnya sedang di hatinya tidak ada ALLAH, dan padahal sesungguhnya ALLAH Maha Mengetahui atas sekalian gerangan yang ia sembunyikan didalam hatinya.
Firman ALLAH Ta’ala :
وَمِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ مَنْ إِن تَأْمَنْهُ بِقِنطَارٍ يُؤَدِّهِ إِلَيْكَ وَمِنْهُم مَّنْ إِن تَأْمَنْهُ بِدِينَارٍ لاَّ يُؤَدِّهِ إِلَيْكَ إِلاَّ مَا دُمْتَ عَلَيْهِ قَآئِماً ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُواْ لَيْسَ عَلَيْنَا فِي الأُمِّيِّينَ سَبِيلٌ وَيَقُولُونَ عَلَى اللّهِ الْكَذِبَ وَهُمْ يَعْلَمُونَ
Di antara Ahli Kitab ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya harta yang banyak, dikembalikannya kepadamu; dan di antara mereka ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya satu Dinar, tidak dikembalikannya padamu, kecuali jika kamu selalu menagihnya. Yang demikian itu lantaran mereka mengatakan: “Tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang ummi. Mereka berkata dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui. Ali-Imraan : 075.
فَمَنِ افْتَرَىَ عَلَى اللّهِ الْكَذِبَ مِن بَعْدِ ذَلِكَ فَأُوْلَـئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
Maka barangsiapa mengada-adakan dusta terhadap Allah sesudah itu, maka merekalah orang-orang yang zalim. Ali-Imraan : 094.
5. Aniaya
Yaitu mereka yang tiada berlaku adil terhadap sesama, yang cenderung merugikan orang lain demi keuntungan yang ia akan peroleh untuk dirinya sendiri atau seumpama manusia berbuat kecurangan yang nyata dalam kehidupannya dan manusia yang kerap menganiaya orang lain dan dirinya sendiri walaupun karena kesalahan-kesalahan yang diakibatkan oleh perbuatannya.
Firman ALLAH Ta’ala :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَأْكُلُواْ أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلاَّ أَن تَكُونَ تِجَارَةً عَن تَرَاضٍ مِّنكُمْ وَلاَ تَقْتُلُواْ أَنفُسَكُمْ إِنَّ اللّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيماً وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ عُدْوَاناً وَظُلْماً فَسَوْفَ نُصْلِيهِ نَاراً وَكَانَ ذَلِكَ عَلَى اللّهِ يَسِيراً
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. An-Nisaa’ : 029-030.
6. Mentaati pemimpin yang zhalim
Sesungguhnya..daripada kehidupan duniamu, mestilah engkau menunjuki imam yang terbaik agamanya di antara kamu untuk engkau ikuti dan yang kamu dapat memaintainya kemashlahatan yang banyak bagi kehidupanmu. Namun..sekali-kali janganlah kamu mengikuti pemimpin yang zhalim, yang tiada hendak berlaku baik di antara sesama kamu dan yang menyerui kamu untuk terjun kepada lembah kebinasaan, karena sesungguhnya ia  adalah musuhmu, maka hendaklah kamu menasehatinya dan mengembalikannya kepada jalan kebenaran. Namun jika ia masih bersikeras dengan atas apa-apa yang ada padanya, niscaya binasalah kamu sebelum itu..sedang ia adalah orang yang paling buruk disisimu.
Firman ALLAH Ta’ala :
وَلَئِنْ أَطَعْتُم بَشَراً مِثْلَكُمْ إِنَّكُمْ إِذاً لَّخَاسِرُونَ
Dan sesungguhnya jika kamu sekalian mentaati manusia yang seperti kamu, niscaya bila demikian, kamu benar-benar (menjadi) orang-orang yang merugi. Al-Mu’minuun : 034.
7. Percaya pada kebatilan dan ingkar kepada ALLAH
Padahal ALLAH Tabaraka wa Ta’ala telah menetapkan sesuatu putusan itu atas kamu, bahwa yang sedemikian ini dan sedemikian itu..maka beginilah hukumnya. Namun..sebahagian kamu lebih menyukai untuk mengingkari putusan ALLAH, sedang kamu lebih menyukai segala putusan yang bathil yang ada pada manusia sedang kamu berkata bahwa itulah suatu putusan yang sebaik-baiknya.
Firman ALLAH Ta’ala :
قُلْ كَفَى بِاللَّهِ بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ شَهِيداً يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالَّذِينَ آمَنُوا بِالْبَاطِلِ وَكَفَرُوا بِاللَّهِ أُوْلَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ
Katakanlah: “Cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dan diantara kamu. Dia mengetahui apa yang di langit dan di bumi. Dan orang-orang yang percaya kepada yang batil dan ingkar kepada Allah, mereka itulah orang-orang yang merugi. Al-Ankabuut’ : 052.
Dan akibat daripada mereka yang senantiasa jauh daripada Rahmad ALLAH, niscaya adalah mereka termasuk pada golongan orang-orang ahli neraka yang telah kehilangan diri dan keluarga mereka pada hari kiamat, oleh karena mereka telah berlaku zhalim sesama mereka sehingga mereka beroleh siksa lagi azab yang kekal dan selama-lamanya.
وَتَرَاهُمْ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا خَاشِعِينَ مِنَ الذُّلِّ يَنظُرُونَ مِن طَرْفٍ خَفِيٍّ وَقَالَ الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ الْخَاسِرِينَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنفُسَهُمْ وَأَهْلِيهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَلَا إِنَّ الظَّالِمِينَ فِي عَذَابٍ مُّقِيمٍ
Dan kamu akan melihat mereka dihadapkan ke neraka dalam keadaan tunduk karena (merasa) hina, mereka melihat dengan pandangan yang lesu. Dan orang-orang yang beriman berkata: “Sesungguhnya orang-orang yang merugi ialah orang-orang yang kehilangan diri mereka sendiri dan (kehilangan) keluarga mereka pada hari kiamat. Ingatlah, sesungguhnya orang-orang yang zalim itu berada dalam azab yang kekal. Asy – Syuura : 045.
8. Dan lain sebagainya
GOLONGAN MANUSIA YANG  DEKAT KEPADA RAHMAT ALLAH
Adalah mereka golongan manusia yang senantiasa meminta kepada ALLAH akan sekalian Rahmat-Nya apabila suatu perkara kebaikan maupun keburukan menghampiri mereka, dan mereka senantiasa tiada berhenti untuk meminta Rahmat daripada ALLAH. Sedang ALLAH Tabaraka wa Ta’ala akan menghapuskan Murka-Nya demi Rahmat-Nya.
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :
Dari abu hurairah ra.  ia berkata ; rasulullah saw bersabda; tatkala Alloh menciptakan makhluk, ia menulis pada suatu  kitab,, kitab itu berada di sisiNya di atas “Arasy, bertuliskan ; Sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan murka-Ku (Hr Bukhari dan muslim)
dan sesungguhnya Rahmat ALLAH itu meliputi luasnya langit dan bumi beserta sekalian apa-apa yang ada di antara keduanya..
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :
Dari Abu hurairah ra.  ia berkata ; saya mendengar rasulullah saw bersabda; Alloh telah menjadikan rahmat itu seratus bagian. sembilan puluh sembilan ditahan disis- Nya, satu bagian Ia turunkan ke bumi, dari satu bagian itulah semua makhluk saling menyayangi sampai binatang itu mengangkat kakinya karena khawatir menginjak anaknya;
Dalam riwayat lain dikatakan rasulullah saw bersabda; sesungguhnya Allah mempunyai seratu rahmat dan ia menurunkan satu di antaranya itu untuk jin, manusia binatang dan serangga. dengan satu rahmat itulah mereka saling menyayangi dan dengan satu rahmat itulah binatang buas mempunya rasa kasih sayang terhadap anaknya. Adapun rahmat yang sembilan puluh sembilan . Alloh menyimpannya untuk diberikan pada hari kiamat, sebagai rasa sayang terhadap hamba-hambaNya (Hr Bukhari dan muslim)
Adapun ciri-ciri daripada orang-orang yang dekat kepada Rahmat ALLAH itu adalah sebagai berikut :
1. Mengerjakan Amal Ibadah Kepada ALLAH
Yaitu adalah mereka yang senantiasa taat lagi patuh pada perintah ALLAH, senantiasa membaca kitab ALLAH, mengerjakan shalat wajib lima waktu maupun yang sunnah serta yang membayarkan zakat, infaq dan sadaqah yang menyantuni fakir miskin dan lagi karena akan segala kasih sayang sesama mereka.
Firman ALLAH Ta’ala :
إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرّاً وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَّن تَبُورَ لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُم مِّن فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ
Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karuniaNya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. Faathir:029-030.
2. Bersyukur kepada ALLAH
Yaitu apabila seorang manusia yang beroleh rezeki dan harta yang banyak, niscaya ia menyadari bahwa sekalian daripada harta yang ia kumpulkan adalah karunia daripada ALLAH semata, dan menyadari bahwa sekalian daripada hartanya bukanlah miliknya sepenuhnya melainkan adalah harta daripada kaum dhuafa lagi yang fakir dan miskin itulah sebahagiannya.
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda : 
Dari annas ra  ia berkata rasulullah saw bersabda ; Sesungguhnya Alloh sangat ridha kepada orang yang apabila makan ia memuji kepada – Nya  atau apabila minum ia memuji kepada Nya  karena merasa telah mendapatkan rahmat (Hr Muslim)
Firman ALLAH Ta’ala :
وَكَذَلِكَ فَتَنَّا بَعْضَهُم بِبَعْضٍ لِّيَقُولواْ أَهَـؤُلاء مَنَّ اللّهُ عَلَيْهِم مِّن بَيْنِنَا أَلَيْسَ اللّهُ بِأَعْلَمَ بِالشَّاكِرِينَ
Dan demikianlah telah Kami uji sebahagian mereka (orang-orang yang kaya) dengan sebahagian mereka (orang-orang miskin), supaya (orang-orang yang kaya itu) berkata: “Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah oleh Allah kepada mereka?” (Allah berfirman): “Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepada-Nya)?”. Al-An’aam:053.
Sedang daripada perjalanannya guna beroleh rezeki daripada ALLAH, niscaya apabila ia beroleh rezeki yang baik daripada ALLAH adalah ia bersyukur sepenuhnya atas segala karunia lagi Rahmad-Nya. Sedang  apabila ia beroleh rezeki yang tiada semestinya baginya, tetaplah ia dengan segala kesyukurannya kepada ALLAH melainkan baginya memohonkan kepada ALLAH agar memberikan rahmad lagi karunia-Nya pada hari yang lain.
Firman ALLAH Ta’ala :
اللّهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقَدِرُ وَفَرِحُواْ بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا فِي الآخِرَةِ إِلاَّ مَتَاعٌ 
Allah meluaskan rezki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit).Ar-Ra’d:026. 
Dan senantiasa mensyukuri sekalian keadaan yang ia hadapi, apabila ia beroleh suatu keadaan yang baik dalam perjalanan hidupnya..niscaya amatlah besar rasa syukurnya pada ALLAH, dan apabiila ia beroleh keadaan yang buruk maupun sulit dalam perjalan hidupnya, niscaya adalah ia tetap dalam kesyukurannya kepada ALLAH melainkan hanya baginya memohon kepada ALLAH agar meringankan segala urusan dunianya demi kelancaran urusannya di negeri akhirat kelak.
Firman ALLAH Ta’ala :
Dialah Tuhan yang menjadikan Kamu dapat berjalan di daratan, (berlayar) di lautan. Sehingga apabila kamu berada di dalam bahtera, dan meluncurlah bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya, datanglah angin badai, dan (apabila) gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung (bahaya), maka mereka berdo`a kepada Allah dengan mengikhlaskan keta`atan kepada-Nya semata-mata. (Mereka berkata): “Sesungguhnya jika engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pastilah kami akan termasuk orang-orang yang bersyukur”.  Yunus : 022.
Dan ALLAH Tabaraka wa Ta’ala senantiasa menambahkan nikmat-Nya kepada orang yang bersyukur, sedang bagi orang-orang yang ingkar kepada ALLAH dari rasa bersyukur kepada-Nya, niscaya tiadalah diringankan segala siksa dan dosanya melainkan siksa ALLAH-lah bagi mereka baik didunia maupun di negeri akhirat kelak.
Firman ALLAH Ta’ala :
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mema`lumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni`mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. Ibrahim : 007.
3. Berterima kasih Kepada ALLAH
Yaitu mereka yang senantiasa berterima kasih kepada ALLAH, bahwasanya terdapat limpahan nikmat ALLAH dibalik daripada kesusahan mereka. Apabila mereka ditimpa kemelaratan dan kesusahan dalam perkara urusan dunianya, lalu mereka hadapi dengan keikhlasan dan kesabaran dan kemudian ALLAH menghilangkan kemelaratan yang ada pada mereka hingga tiadalah luput atas hati dan lisan mereka untuk berterima kasih kepada ALLAH.
Firman ALLAH Ta’ala :
وَإِذَا مَسَّكُمُ الْضُّرُّ فِي الْبَحْرِ ضَلَّ مَن تَدْعُونَ إِلاَّ إِيَّاهُ فَلَمَّا نَجَّاكُمْ إِلَى الْبَرِّ أَعْرَضْتُمْ وَكَانَ الإِنْسَانُ كَفُوراً
Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kamu seru kecuali Dia. Maka tatkala Dia menyelamatkan Kamu ke daratan, kamu berpaling. Dan manusia adalah selalu tidak berterima kasih. Al-Israa’:067.
إِنَّ الْإِنسَانَ لِرَبِّهِ لَكَنُودٌ
sesungguhnya manusia itu sangat ingkar tidak berterima kasih kepada Tuhannya, Al-Aadiyaat:006.
4. Cinta kepada ALLAH
Yaitu mereka yang senantiasa berbaik sangka kepada ALLAH, yang patuh lagi taat akan segala perintah-Nya lagi meninggalkan segala apa-apa yang dilarang-Nya. Menjauhkan diri akan sekalianperkara kemaksiatan yang dibenci oleh ALLAH lagi condong dengan sebenar-benar condong kepada syari’at ALLAH dan menerima segala apa-apa yang ALLAH tetapkan ke atas dirinya.
Firman ALLAH Ta’ala :
وَمِنَ النَّاسِ مَن يَتَّخِذُ مِن دُونِ اللّهِ أَندَاداً يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللّهِ وَالَّذِينَ آمَنُواْ أَشَدُّ حُبّاً لِّلّهِ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُواْ إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلّهِ جَمِيعاً وَأَنَّ اللّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ
Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal). Al-Baqarah : 165.
وَاعْلَمُوا أَنَّ فِيكُمْ رَسُولَ اللَّهِ لَوْ يُطِيعُكُمْ فِي كَثِيرٍ مِّنَ الْأَمْرِ لَعَنِتُّمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ أُوْلَئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَ
Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalangan kamu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti (kemauan) kamu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu akan mendapat kesusahan tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus. Al-Hujuraat : 007.
5. Menjalin Silaturrahim
Yaitu mereka yang senantiasa menjalin hubungan yang baik dengan saudara seiman di antara mereka, karena sesungguhnya seluruh muslim itu adalah bersaudara oleh karena kecintaan mereka terhadap sesama dan menjalin silaturrahim bukan hanya karena dunia yang ada pada mereka melainkan adalah karena akhirat yang terdapat di antara mereka serta merta dengan persaudaraan yang tiada akan terputus baik didunia maupun di negeri akhirat kelak. Yang senantiasa nasehat menasehati dalam kebenaran dan saling tolong menolong apabila dalam kesusahan.
Firman ALLAH Ta’ala :
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً
Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. An-Nisaa’ : 001. 
6. Dan lain sebagainya
Wallahu Ta’ala A’lam bish showab
Artikel ini hanya merupakan kajian penulis (admin), karenanya mohon maaf akan segala kekhilafan dan kekurangan yang terdapat didalamnya.
Jika terdapat suatu perkataan yang tiada berkenan bagimu, maka kepada ALLAH aku memohon ampun sedang kepada kamu sekalian aku memohon maaf..
Jazzakumullahu khoiraan katsiraa..


Ciri-Ciri Orang Yang Beriman


penerangan hadith ni sy petik dr hardcopy from one of khutbah jumaat....tajuk utamanya....ciri-ciri org yg beriman...

Hadith Rasulullah s.a.w yg bermaksud.."Apabila Allah menghendaki seorang hambaNya mendapat kebaikan, Ia buka kunci hatinya dan menjadikan dalam hati itu rasa keyakinan dan kepercayaan yang kukuh, dan Ia menjadikan hatinya sentiasa sedar tentang liku-liku hidup yang dijalaninya dan Ia jadikan hatinya sihat sejahtera, lidahnya bercakap benar, tingkah laku, gerak geri dan perangainya lurus. Juga Ia menjadikan telinganya mendengar kebenaran dan matanya melihat hakikat kenyataan"

Dari keterangan sabda Rasulullah s.a.w itu, dapat kita fahami bahawa di antara tanda-tanda seorang itu disayangi Allah ialah

Pertama, seorang hamba yang hatinya sentiasa terbuka untuk menerima pancaran cahaya keimanan, hati yang membuang debu-debu kelalaian dan karat kejahilan. Hatinya mengenali Allah, cahaya ma'rifatnya menghiasi seluruh hati dan qalbunya. Hatinya menjadi tadahan wahyu, sentiasa bersedia pada bila-bila masa untuk menerima kebenaran.

Kedua, hati yang penuh kecintaan terhadap Allah, ma'rifat terhadap sifat-sifat kesempurnaan itu diisi penuh dengan keyakinan dan kepercayaan yang kukuh, kekayaan yang tidak terpukau dan tergoda dengan fitnah-fitnah. Keyakinan yang utuh, yang tidak bergoncang dengan rayu fahaman kebendaan. Hati yang percaya bahawa apa yang ada di tangan Allah adalah lebih terjamin, mantap dan kukuh daripada apa yang ada di tangan kita sendiri.

Ketiga, hati yang penuh dengan keimanan, ma'rifat terhadap Allah dengan keyakinan yang tidak berbelah bagi, sentiasa dalam keadaan sedar, waspada dan sensitif dalam setiap langkah yang diatur, dalam setiap program yang disusun, hingga terselamat dari melakukan sebarang dosa dan noda, tidak tunduk kepada hawa nafsu, tidak menyeleweng dari landasan dan ajaran Allah.

Keempat, orang yang disayangi Allah, hatinya penuh dengan keyakinan, ma'rifat terhadap kekuasaan Allah, hatinya sihat sejahtera, tidak dihinggapi oleh sebarang penyakit hati. Dalam hatinya tidak bertapak hasad dengki, rasa riak, sombong, takbur, dendam, marah, rasa permusuhan dan perseteruan terhadap sesama Islam. Hatinya bebas dari penyakit ragu-ragu dan was-was, malah sentiasa berlapang dada. Sanggup menegur orang lain dan bersedia menerima dan mengakui kebaikan yang dibuat oleh orang lain.

Kelima, orang yang disayangi Allah, lidahnya tidak menawarkan janji kosong, kata-kata manis tapi penuh kepalsuan. Sebaliknya ia sentiasa bercakap benar dan berani memperkatakan kebenaran walaupun kebenaran itu tidak disenangi oleh sebilangan orang. Lidahnya yang tajam itu tidak digunakan untuk menikam, untuk menjatuhkan maruah saudaranya sesama Islam dengan kata-kata fitnah, keji atau maki hamun.

Keenam, orang yang disayangi Allah sentiasa memiliki akhlak, keperibadian watak, tingkahlaku, adab sopan, budi pekerti yang luhur, lurus mengikut garis panduan yang diatur oleh Allah s.w.t melalui aqidah yang benar, ibadat yang tepat, pemikiran yang luas dan emosi tenang.

Ketujuh, orang yang disayangi Allah tetap menggunakan telinga bagi mendengar pengajaran-pengajaran, nasihat-nasihat yang benar , tidak mudah menerima berita-berita palsu dan khabar-khabar angin atau berita-berita fitnah yang disebarkan oleh tukang-tukang fitnah. Disamping itu, orang yang disayangi Allah juga mempunyai mata yang tajam, yang dapat membaca, dapat melihat rahsia-rahsia ketuhanan di sebalik kejadian-kejadian ciptaan Allah s.w.t. Matanya dapat melihat kebenaran dengan hujjah-hujjah yang terang. Matanya dapat meneropong dengan penuh teliti terhadap kebaikan dan keindahan ajaran Islam.

Allah berfirman dalam surah Al-Jathiah, ayat 7 dan 8, ertinya: Kecelakaan besar bagi setiap pendusta yang berdosa, yang mendengar ayat-ayat Allah (keterangan Allah) yang sentiasa dibaca kepadanya, kemudian dia terus berlagak sombong (enggan menerimanya) seolah-olah ia tidak mendengar. Oleh itu, gembirakanlah dia dengan azab yang amat pedih.


sama2lah kita hayati 7 tanda org2 yg disayangi oleh Allah ni.....my suggestion....print 7 tanda ni n tampalkan di mane2 or selitkan dlm clear file ke.....as utk kite bile senang2......kite rujuk blk.....adekah kite melakukan perkara yg boley membuatkan Allah sayang pd kite....atau Allah marah pd kite? wallahua'lam....

*terasa sangat jauh nak disayangi Allah. amalanku tidak seberapa, terasa malu denganMu, sayangilah daku Ya Allah...jazakallahu khair.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan