MADRID (Arrahmah.com) – Spanyol telah membekukan semua penjualan senjata dan teknologi kepadaIsrael” sebagai bentuk protes terhadap perang brutal yang berkelanjutan terhadap Jalur Gaza dan pembunuhan ribuan warga sipil Palestina, surat kabar El Pais mengungkapkan, sebagaimana dilansir oleh MEMO, Selasa (5/8/2014).

Surat kabar itu menggambarkan keputusan ini sebagai murni politik” dan dibuat minggu lalu oleh sebuah komite yang terdiri dari kementerian presiden, kementerian keuangan, kementerian ekonomi, kementerian luar negeri dan pertahanan.

Spanyol dilaporkan telah menjual hampir € 5.000.000 dalam penjualan senjata ke “Israel” tahun lalu.

Keputusan Spanyol datang beberapa jam setelah Inggris mengumumkan untuk meninjau kembali izin untuk mengekspor senjata dan teknologi militer kepada “Israel”.

Seorang juru bicara untuk pemerintah Inggris mengatakan bahwa Inggris sedang meninjau semua izin ekspor senjata kepadaIsraelkarena konflik yang meningkat antara “Israel” dan Hamas di Jalur Gaza. Saat ini kami sedang meninjau semua izin ekspor ke “Israel” untuk memastikan bahwa izin-izin itu sesuai,” katanya.

Namun, menteri-menteri yang lain mengatakan bahwa mereka tidak akan secara seketika menghentikan pemberian izin ekspor peralatan militer keIsrael” karena mereka percaya bahwa negara itu memiliki hak sah untuk membela diri“.

(ameera/arrahmah.com)






Ismasil Yusanto

4 Alasan HTI Menolak Khilafah ISIS


Meskipun identik dengan khilafah dan selalu memperjuangkan ide khilafah, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menolak khilafah yang didirikan oleh Islamic State of Iraq and Sham (ISIS). Mengapa HTI menolak khilafah yang didirikan oleh ISIS? Berikut ini empat alasannya:

Khilafah ISIS tak memiliki wilayah otonom

Kekhilafahan, menurut HTI, haruslah memiliki wilayah otonom. Bukan sekedar wilayah yang dikuasai secara militer dalam waktu sementara, yang masih diperebutkan dengan kekuasaan lain.
Wilayah kekuasaan khilafah yang dideklarasikan oleh ISIS adalah sebagian wilayah Iraq dan sebagian wilayah Suriah. Menurut HTI, wilayah itu sebenarnya masih merupakan kewenangan Irak dan Suriah.
“Mereka menguasai wilayah itu secara militer iya, tetapi belumlah bisa dikatakan menguasai wilayah itu secara otonom,” kata Ismail Yusanto seperti dikutip fan page Hizbut Tahrir Indonesia.

Faktor keamanan Khilafah ISIS belum memenuhi

Syarat khilafah yang kedua adalah faktor keamanan yang sepenuhnya harus berada di tangan umat Islam. Menurut HTI, khilafah ISIS belum dapat sepenuhnya mempertahankan wilayah tersebut karena masih harus berhadapan dengan penguasa yang dianggap sah menguasai wilayah itu. Yakni pemerintah Iraq dan pemerintah Suriah.

Khilafah ISIS belum menerapkan syariat Islam secara kaffah

Khilafah harus dapat menerapkan syariat islam secara kaffah. Namun, Ismail Yusanto tidak memberikan perincian mengenai masalah ini, hanya menyebut secara umum bahwa keempat syarat, termasuk menerapkan syariat Islam secara kaffah belum terpenuhi oleh khilafah ISIS.

Khalifah ISIS belum memenuhi syarat khalifah

Khalifah yang memimpin kekhilafahan Islam, menurut HTI harus memenuhi tujuh syarat pengangkatan khalifah, yaitu: muslim; baligh; laki-laki; merdeka; berakal; mampu dan adil (tidak fasik). Abu Bakar Al Baghdadi, khalifah ISIS, dinilai belum memenuhi syarat ini.
“Deklarasi khilafah yang dilakukan ISIS tidak bisa dianggap deklarasi yang absah secara syar’i. Karena dia tidak memenuhi empat kriteria sekaligus!” simpul juru bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto.
Selain menolak keabsahan khilafah ISIS, HTI juga meminta pemerintah Indonesia menyikapi hal ini secara proporsional. Dalam arti pemerintah boleh tidak setuju dengan ISIS, tetapi tidak boleh menolak ide khilafah.
“Bbisa saja pemerintah tidak setuju dengan organisasi yang bernama ISIS tetapi jangan sampai kemudian penolakan terhadap ISIS itu menjadi penolakan terhadap ide khilafah,” tambahnya. (Siyasi/beritapopuler.com)

Eramuslim Memandang ISIS

Redaksi – Selasa, 8 Syawwal 1435 H / 5 Agustus 2014 23:20 WIB
isis1Akhir akhir ini , Faksi Mujahidin ISIS telah menjadi pembicaraan di mana-mana , termasuk banyak netters juga menanyakan apa dan bagaimana sikap media eramuslim …
Menjadi ISIS’S Fansboy atau Anti ISIS…
Apalagi ketika ISIS telah menguasai wilayah sebagian wilayah Suriah dan Irak kemudian mendeklarasikan kekhilafahan di wilayah itu. Seketika saja berita itu segera menjadi topik terpanas , bahkan menjadi lubang fitnah dan pro kontra di kalangan para Mujahidin maupun Muslim sedunia, dari perdebatan para ulamanya, hingga kepada masyarakat umum, dan tidak terlepas perdebatan itu hadir di bumi Indonesia ini, dari Presiden, Menteri Agama, Kepolisian , bahkan sebagian tokoh agama dari berbagai organisasi bersegera menentukan sikap penolakannya, dengan alasan agama maupun alasan ketidak-sesuai paham ISIS dengan dasar Negara Pemerintahan Republik Indonesia, yaitu Pancasila.
Banyak tulisan , video, wawancara bahkan dari kalangan Syeikhul Jihad seperti Syekh Al Maqdissi, Syeikh Abu Qatadah, Syeikh Abu Bashir, maupun Syeikh Aiman Al Jawahiri, dan beberapa ulama lainnya ikut memberikan pendapat penolakannya atas kehadiran Khilafah Daulah Islam ini.
Ditambah lagi dengan hadirnya alunan musik yang dikomandani oleh Pihak Barat (tentunya AS sebagai motor penggiring opini dunia) , memberikan arahan kepada setiap negara negara yang dibawah pengaruhnya untuk koor bersama untuk mencegah kehadiran ISIS karena dipandang sebuah gerakan super ekstrimis dan menjual kekerasan, bahkan bukan saja hadirnya milisi maupun simpatisannya yang dilarang , atributnya pun  dilarang juga penampakannya, bahkan penampakkan simbol simbol ISIS telah dianggap sebagai sebuah bentuk kejahatan.
Bagaimana dengan kami melihat itu semua?
Kami memandang setiap perjuangan kaum Muslimin di berbagai dunia haruslah kami informasikan, karena kami sadar , masih adanya bentuk perlawanan tersebut telah menjadi sebuah kabar gembira untuk kami sebarkan kepada para netter. Karena kehadiran mereka, kami menaruh harapan akan masa depan Islam akan jaya suatu waktu nanti, walau dengan banyaknya pengorbanan darah dan nyawa mereka di medan Jihad.
Kami beritakan perlawanan Hamas di Palestina, Kami beritakan perlawanan para Mujahidin di Libya, Yaman, Afghanistan , perjuangan Ikhwanul Muslimin di Mesir melawan Thagut Militer As Sisi, dan tentunya kebahagiaan tersendiri dengan munculnya perjuangan kaum muslimin di Suriah dan Irak , sebagai kabar berita yang membenarkan kabar Rasulullah SAW tentang keberkahan bumi Syam yang memunculkan para pejuang akhir zaman.
Kami memberitakan berita berita perjuangan mereka sebagai Fastabiqul-khairot, mereka ingin menjadi pelaku sejarah yang  mampu berbuat banyak di bumi jihadnya. Walaupun kami sadar ,  khususnya masih banyaknya pertikaian antar faksi Jihad di Irak dan Suriah akhir akhir ini , dan kami sengaja tidak membahas lebih dalam , mengingat masalah tersebut sangat begitu kompleks, dan membuat kami harus berhati hati bersikap, apalagi  ikut terlibat mencela , ungkapkan berita miring terhadap salah satu faksi jihad.
Sebagai bentuk sadar diri, kami dalam posisi yang tidak pantas untuk menilainya, apalagi mencela, memfitnah dan memberikan label label takfiri, khawarij, dan label label negatif lainnya terhadap salah satu dari mereka.
Kami khawatir bisa jadi mereka para mujahidin yang kami fitnah dan hina ternyata lebih baik di hadapan Allah.
Apalagi kami sebagai media , yang dibaca ratusan ribu netters per harinya , tidak ingin mempertanggung-jawabkan perbuatan hinaan dan celaan kami di hadapan Allah di pengadilan akhirat kelak.
Semua alasan-alasan  itu membuat kami hanya bersikap husnudzhan terhadap faksi faksi jihad tersebut, dan berdoa kepada Allah agar mereka semua kembali menyatukan dan merapatkan barisannya, dan menyingkirkan tiupan tiupan fitnah Iblis dan para pasukannya yang sengaja dihembuskan untuk memporak-porandakan barisan Mujahidin Islam di manapun .
Ya Allah, Kami mencintai mereka semua, para Mujahidin…kabulkanlah permohonan kami ini…Aamiin
Maafkan…beginilah pandangan kami…
(Redaksi)

Monday, July 7, 2014

Kenali ISIS dan Fahami Iraq : Syed Mohd Radhi

 Bendera ISIL

Nama ISIS atau ISIL tetiba popular dan menjadi sebutan harian media apabila mereka didakwa menakluk Mosul pada 10 Jun 2014. ISIL (Islamic State in Iraq and Lavent) atau juga dikenali sebagai ISIS (Islamic State in Iraq and Syria). Dua istilah ini terjadi apabila diterjemahkan dari nama Arabnya “al-Dawlah al-Islāmīyah fī al-ʻIrāq wa-al-Shām”. Syams secara mudahnya diterjemahkan kepada Syria tetapi secara sejarahnya meliputi Syria, Jordan, Lebanon bahkan Palestin. Sebelum terbentuknya Negara-negara tersebut selepas Perang Dunia Pertama, kawasan ini dikenali sebagai Levant atau Mediterranean Timur.

Ia menjadi sangat menarik apabila kumpulan ISIS yang dikatakan tidak lebih dari 1000 anggota mampu menghalau keluar lebih 30,000 tentera Iraq yang dilatih oleh Amerika. Bahkan tentera Iraq dikatakan lari lintang-pukang meninggalkan senjata dan kenderaan tentera. Keanggotaan ISIS di seluruh Iraq pada akhir 2012 dianggarkan hanya 2500 orang.

Perkara ini menarik perhatian Perdana Menteri DS Najib sendiri apabila dalam ucapan beliau sempena 20 tahun UMNO Bahagian Cheras meminta ahli UMNO mencontohi keberanian ISIS “yang hanya 1300 orang berjaya mengalahkan 30,000 tentera Iraq, bahkan general Iraq lari ikut tingkap di waktu malam”.

Lebih menghairankan, kumpulan ISIS yang dikatakan sedikit itu terus mara dengan pantasnya menguasai utara dan barat Iraq. Dalam masa seminggu mereka telah berada di sekitar Baghdad, hampir 400 km dari Mosul. CNN pada 18 Jun 2014 melaporkan pertempuran dengan ISIS berlaku di Baquba, 40 minit dari Baghdad.

Hampir semua media utama banyak memberi liputan kepada kejayaan ISIS `menguasai’ bandar-bandar Iraq diselang-seli dengan imej ISIs sebagai golongan pengganas yang kejam, memotong kepala dan anggota badan, membunuh orang awam tanpa sebab serta melaksanakan `undang-undang Islam yang ketat dan tidak berperikemanusiaan’. Ringkasnya media menggambarkan bahawa Iraq kini sedang diancam oleh segolongan pengganas yang jahat.

Namun media terlupa atau seolah-oleh sengaja mengelak untuk menilai bagaimana mungkin ISIS mampu berbuat itu semua, itu pun jika ia benar dilakukan oleh ISIS. Atau logikkah untuk ISIS berbuat itu semua?

Media faham benar psikologi masyarakat yang hanya mengambil tajuk besar (headlines) dan gambaran umum yang disogokkan. Masyarakat tidak begitu memberi perhatian kepada perkara detil.

Keadaan umat Islam diseluruh dunia yang ditindas, dizalimi bahkan dibunuh tanpa ada pembela pula menyebabkan wujudkan kekosongan dalam keberanian melawan musuh Islam. Umat Islam ketandusan `hero’. Sebab itu bilamana ada saja sesiapa atau segolongan yang berani melawan musuh Islam atas nama Islam, ramai umat Islam dengan mudah menyokong mereka tanpa mengenali siapakah `hero’ itu sebenarnya. Ini berlaku sejak kejayaan revolusi Iran. Iran tiba-tiba menjadi kiblat pejuang Islam sehinggalah mereka kenal siapakah Syiah sebenarnya. Begitu juga tidak kurang yang menyokong Saddam Hussin melawan Amerika dalam Perang Iraq Pertama dan Kedua. Dia menjadi hero kerana berani melawan Amerika walaupun dia sendiri seorang yang zalim terhadap rakyatnya. Kini konflik di Iraq begitu teruk dan bercelaru sehingga seolah-olah tiada harapan untuk umat Islam Iraq. Tiba-tiba nama `ISIS’ keluar sebagai pembebas dari kerajaan Syiah Maliki. Ramai yang terus menyokong tanpa mengenali siapakah ISIS.

[Sejarah ISIL]

Kebanyakkan analisa mengatakan ISIS berasal dari kumpulan `al Qaeda in Iraq’ (aQI) yang ditubuhkan setelah Amerika menakluk Iraq pada 2003. Diketuai oleh Abu Musab Al Zarqawi, yang berasal dari Jordan, aQI mengambil pendekatan yang keras bahkan kekadang menyalahi syara’ seperti membunuh secara kejam tanpa bicara sesiapa yang disyaki menjadi tali-barut Amerika, cuba menggagalkan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Iraq dengan menculik dan membunuh aktivis kemanusiaan serta melakukan serangan untuk melagakan Sunni dan Syiah di Iraq. Fahaman mereka yang keras langsung menolak Syiah sebagai kafir. Tindakan ekstrim ini menyebabkan mereka ditolak oleh rakyat Iraq bahkan tidak dipersetujui oleh pimpinan Al Qaeda Global (aQG) termasuk Osama bin Laden sendiri. Hubungan aQI dengan aQG mulai renggang dan akhirnya diputuskan pada Februari 2014.


Abu Musab Al Zarqawi


Abu Bakr Al-Baghdadi
Zarqawi terbunuh dalam serangan udara Amerika pada Jun 2006 dan diganti oleh Abu Ayyub Al Masri yang kemudiannya menguna-pakai nama Islamic State of Iraq (ISI). Namun Abu Ayub pula terbunuh dalam operasi US-Iraq pada April 2010. Kepimpinan ISI diganti oleh Abu Bakar al Baghdadi yang kini menjadi ketua ISIS. Apabila krisis Syria bermula pada 2011 dan sempadan Syria-Iraq yang tidak terkawal akibat perang, ISI meluaskan cita-citanya ke Syria dan mula mengguna-pakai nama `Islamic State in Iraq and Syria’ (ISIS). Namun kemasukan ISIS ke Syria tidak dipersetujui oleh kumpulan Jabat An Nusra yang mewakili alQaeda Global di Syria. Kedegilan ISIS membawa kepada pertempuran antara kedua pihak dan menyebabkan ISIS semakin terasing di kalangan mujahidin Iraq dan Syria.

[Penentangan ISIL dengan pejuang Iraq dan Syria]

Perbuatan ISIL yang melakukan pembunuhan kejam dan tanpa pengadilan telah ditentang oleh gerakan pembebasan dan mujahidin Iraq yang lain seawal 2005. Anbar Salvation Council (ASC) yang merupakan gabungan 30 qabilah Sunni di daerah Al Anbar yang ditubuhkan pada tahun 2005 khusus untuk menentang keganasan aQI, kumpulan asal ISIS, telah mengistiharkan penentangan secara terbuka terhadap ISIS. Kerjasama antara tentera Amerika dan Iraq berjaya menekan aQI untuk sementara waktu sehingga mereka bangkit semula pada 2012 apabila tentera Amerika mula meninggalkan Iraq. Pada penghujung 2013, penduduk Al Anbar terutama di Ramadi dan Falujjah telah mengadakan protes aman terhadap kerajaan Iraq pimpinan Nuri al-Maliki yang dilihat menyebelahi golongan Syiah dan menganak-tirikan golongan Sunni. Persetujuan akhirnya dicapai untuk Tentera Iraq berundur dari Al Anbar dan menyerahkan kuasa kepada polis tempatan. Sebaik tentera Iraq berundur, ISIS tiba-tiba muncul mengambil kesempatan untuk menguasai Al-Anbar. Menurut pemimpin ASC Sheikh Hameed al-Hayes, lebih 8000 keluarga terpaksa lari dari Ramadi dan Falujjah akibat serangan ISIS.

aQI secara terbuka membunuh ulama’ Sunni yang berani mempersoalkan mereka. Antaranya Sheikh Hamza Abbas Al-Issawi, Mufti dan Pengerusi Majlis Ulama Falujjah dibunuh oleh aQI pada tahun 2005. Antara ulama’ lain yang menerima nasib yang sama adalah Sheikh Abdul Aleem al Sa’di Mufti Ramadi, Sheikh Shawkat al-Sa’ab, Sheikh Kamal al-Tikriti dan Sheikh Omar Sa’ed Horan. Seorang lagi ulama’ besar Iraq, Sheikh Mahdi al-Sumaidaie cedera parah dalam percubaan membunuh beliau pada Ogos 2012. Mufti Besar Sunni Iraq, Sheikh Khaled al-Mulla dalam wawancara al-Mayadeen TV pada 1 Julai 2014, dengan tegas mendakwa aQI atau ISIS telah membunuh lebih 300 ulama’ Sunni.



Sheikh Khaled Al-Mulla

Umumnya ISIS mempunyai hubungan buruk dan ditentang oleh hampir ulama’, masyarakat dan semua kumpulan pembebasan Iraq samada yang berasaskan Islam, syiah, sekular, kabilah mahupun bekas anggota Baaths seperti Islamic Army of Iraq, HAMAS of Iraq, Brigade Revolusi 1920, Jamaa Ansar al-Sunnah, Tentera Mujahiddin dan Tentera al Mahdi.

Bukan sahaja di Iraq, ISIL juga menimbulkan kemarahan kumpulan pejuang di Syria. Percubaan ISIS untuk mengembangkan sayap ke Syria ditentang oleh semua kumpulan pejuang Syria, samada yang berasaskan Islam mahupun secular. Pada awal tahun 2014, kumpulan pejuang Syria telah bergabung melawan ISIS menyebabkan ISIS terpaksa berundur ke kubu kuat mereka di ar-Raqqah, utara Syria.

ISIS pernah mendakwa mereka telah bergabung dengan Jabhat an-Nusra, kumpulan yang mewakili al Qaeda di Syria. Namun dinafikan oleh Jabhat an Nusra. Dalam sepucuk surat yang dikeluarkan oleh al Jazerra, pemimpin al Qaeda Ayman al Zahawiri cuba mendamaikan antara 2 kumpulan itu tetapi tidak diendahkan oleh ISIS. Akhirnya pada Februari 2014, aQG secara terbuka mengisytiharkan ISIS bukan dari kalangan mereka. Ini berlaku hanya beberapa bulan sebelum ISIS didakwa kononya mempunyai kekuatan yang berjaya menawan Mosul sedangkan ISIS tinggal bersendirian.

 
Ayman al Zahawiri

Persoalannya ….

Situasi sebegini menimbulkan tanda-tanya bagaimana ISIS yang dianggap `budak jahat’ dan disisih oleh kumpulan pejuang Iraq dan Syria serta dibenci dan ditakuti oleh rakyat Iraq, tiba-tiba mempunyai kekuatan untuk menakluk utara Iraq dan mara dengan pantas ke Baghdad. Kejayaan seperti ini logiknya memerlukan tentera yang ramai dan terlatih serta mendapat sokongan penduduk tempatan.

Lebih menghairankan, ISIS yang kononnya ingin menegakkan Islam dan mendirikan Khilafah sering bertindak jauh luar dibatas-batas Islam dan kemanusiaan. Mana mungkin seorang yang ikhlas ingin melaksanakan Islam terpesong begitu jauh membunuh sewenang-wenangnya dan dengan cara yang kejam. Mana mungkin seorang pejuang Islam berakhlak seperti mereka. Perbuatan mereka bukan saja jauh dari sifat Islam bahkan memberi gambaran yang amat buruk kepada Islam dan pejuang-pejuang Islam.

Kalau begitu apakah niat mereka sebenarnya? Kenapa meraka menggunakan label Islam? Apakah yang mereka ingin capai? Atau siapakah ISIS sebenarnya?

[Siapakah ISIS sebenarnya?]

Tidakkah kita pelik apabila mengentahui kerajaan Basyar membeli bekalan eletrik daripada stesyen janakuasa yang dikendalikan ISIS ? Dengan wang itulah antara sumber ISIS untuk membiayai kegiatannya. Bukankah sepatutnya ISIS berperang dengan kerajaan Basyar jika benar mereka pejuang Islam dan membela rakyat? Akhbar New York Times (NYT) pada 11 Jun 2014 melaporkan ISIS terus mengeluarkan minyak dari telaga minyak yang mereka kuasai di timur Syria. Mereka juga menjual kembali eletrik kepada kerajaan Basyar dari stesyen janakuasa yang mereka tawan. Dalam laporan yang sama NYT juga memetik Sheikh Hasan, pemimpin Free Syria Army sebagai berkata “anggota mereka (ISIS) dibayar lebih tinggi, lebih terlatih bahkan persenjataan mereka lebih baik dari tentera Syria dan Iraq.” NYT terus melaporkan bahawa ISIS mengelak dari bertempur dengan tentera Basyar dan tentera Basyar seolah-olah sengaja membiarkan kumpulan ini dalam masa yang sama menumpukan peperangan terhadap kumpulan mujahiddin yang lain.

Ketua Biro politik Ikhwanul Muslimun Syria, Hassan Hasyimi dalam temubual dengan akhbar dalam talian al-Monitor pada 12 June 2014 mendakwa mereka mempunyai banyak bukti bahawa ISIS di Syria didokong oleh pihak keselamatan Syria dan Iran. Bahkan ISIS jarang bertempur dengan tentera Syria telah lebih banyak berperang dengan kumpulan mujahiddin yang lain. “Kami mengenali mereka. Mereka yang selama ini berada didalam tentera Syria tiba-tiba menyimpan janggut yang panjang dan menjadi ahli ISIS atau al-Nusra.” Kata Hassan. Yang pastinya bagi beliau “ …. apa yang mereka lakukan tiada kena-mengena dengan Islam, dari segi perbuatannya, ideologinya dan pemikiran mereka.”

Inikah Islam yang dibawa aQI / ISIS …….

Rekod penglibatan ISIS dalam keganasan sangat panjang. Bermula dari alQaeda in Iraq, kemudiannya Islamic State of Iraq dan seterusnya menjadi Islamic State in Iraq and Levant, sikap melampau ISIS dan keganasan mereka semakin jauh dari Islam. Samada dalam bentuk pengeboman kereta ditempat awam, pembunuhan tokoh dan ulama’, penculikan wanita dan aktivis kemanusiaan, hukuman tanpa bicara, pembunuhan kejam dengan memeotong kepala dan menembak mangsa yang tidak berdaya – senarai kekejaman mereka hampir tiada penghujung.

Pada 25 Oktober 2009, pengeboman di Baghdad membunuh 155 nyawa dan mencederakan lebih 720 orang. Pada 8 Disember sekali lagi Baghdad dibom membunuh 127 nyawa dan mencederakan 448 orang. ISIS, atau ketika itu ISI, mengaku bertanggungjawab.

ISIS juga tidak teragak-agak untuk membunuh sesiapa saja, termasuk ulama’, yang menentang mereka. ISIS dipercayai terlibat dalam serangan bom chlorine pada March 2007 yang membunuh 8 dan ratusan cedera di Fallujah dan Ramadi dimana pemimpin tempatannya menentang aQI. Sebulan sebelumnya satu letupan bom berhampiran sebiah masjid di Fallujah telah membunuh 35 orang. Imam di masjid tersebut diketahui menentang ISIL. ISIL juga didakwa membunuh pemimpin kumpulan mujahiddin lain yang mereka. Mereka juga dipercayai terlibat dalam serangan bom sebuah masjid di Baaquba yang membunuh 28 orang termasuk pemimpim kumpulan Hamas of Iraq dan 1920 Brigades. ISIL juga cuba melagakan antara golongan Sunni dan Syiah dengan menyerang tempat suci golongan Syiah.

Sebaik mengisytiharkan `Khilafah Islam’, satu sumber yang dipetik dari media Turki memetik seorag wakil ISIS, Abu Turab al Mugaddasi mengatakan mereka akan menakluk Arab Saudi dan akan memusnahkan Kaabah. Ini kerana mereka mendakwa umat Islam pergi ke Mekah untuk menyembah batu, bukannya Allah. Tidak sampai seminggu mendirikan `daulah’ mereka telah memusnahkan sekurang-kurangnya 4 maqam ulama’ Sunni yang didakwa sebagai sumber khurafat serta 6 masjid Syiah.

ISIS juga dalam tempuh peperangan terbaru ini dilaporkan telah mengeluarkan `fatwa’ meminta semua keluarga menyerahkan anak perempuan mereka kepada anggota ISIS untuk memberi khidmat sex. Arahan ini didapati didalam risalah-risalah yang ditemui di di Mosul dan Tikrit.

Kalau bukan ISIS, siapa kuasai utara Iraq sebenarnya ……
Pertubuhan Ulama Iraq (Association fo Muslim Scholars of Iraq – AMSI) dalam kenyataannya  bertarikh 9 Julai 2014 mengambarkan kemenangan di Mosul adalah hasil dari kebangkitan rakyat dari pelbagai kumpulan penentang. Kemenangan tidak langsung ditujukan kepada ISIS sepertimana yang digembar-gemburkan oleh media antarabangsa. Dalam kenyataan tersebut juga AMSI mengingatkan pejuang pembebasan Iraq untuk mengutamakan kemaafan daripada membalas dendam dan menjaga kemuliaan darah orang yang tidak berdosa. Sikap ini jelas bertentangan dengan amalan ISIS yang telalu mudah menjatuhkan hukuman mati kepada semua yang dilihat menentang mereka.
Sekali lagi dalam kenyataan mereka pada 12 Jun 2014, walaupun tidak menyebut nama ISIS, AMSI secara lebih jelas menyatakan kemenangan terbaru ini adalah hasil pengorbanan seluruh rakyat Iraq dan tidak ada satu pihak yang boleh mendakwa ia adalah kemenangan mereka walau begitu yang cuba digambarkan oleh media antarabangsa.

 
Struan Stevenson

Struan Stevenson, Presiden Delegasi Parlimen Eropah untuk Hubungan dengan Iraq menulis pada 16 Julai, 6 hari selepas kejatuhan Mosul “ Maliki dan penaungnya di Tehran mendakwa bahawa daerah-daerah Iraq telah jatuh ketangan pengganas ekstrim ISIS. Tetapi dakwaan ini adalah melucuka dan tidak masuk akal. Pembebasan 100,000 km persegi (¾ dari keluasan Semenanjung Malaysia) jajahan Iraq dengan yang diduduki beberapa juta rakyat dalam masa beberapa hari tidak mungkin dilakukan oleh kumpulan ekstrimis yang terpencil dengan tidak lebih beberapa ribu atau hanya beberapa ratus anggota ….. pelbagai petanda menunjukkan qabilah-qabilah Arab dan penduduk tempatan telah bangkit dengan kemarahan menentang Maliki.”

VICE News pula memetik temubual seorang penduduk, Sahib, 60, yang menafikan ISIS berada di Mosul. “Rakyat Iraq sendiri yang menguasai bandar ini, mereka yang menghalau keluar tentera Maliki …… Saya tidak melihat seorang orang asing pun, hanya orang Iraq. Ini adalah kebangkitan melawan kezaliman presiden (Maliki). Rakyat sudah bosan dengan beliau dan mereka tidak dapat bersabar lagi.”

Liputan berita oleh media utama seperti CNN, BBC dan alJazeera melaporkan dari wilayah yang dibebaskan seperti Nineveh dan Salahaddin, menunjukkan tidak berlakunya sebarang kekacauan dan pencerobohan hak terhadap penduduk tempatan. Keadaan ini berbeza jika dikuasai oleh kumpulan ektrimis yang selalunya melakukan pelbagai kekacauan dan ugutan.

[Apakah agenda mereka ?]

Sebab media antarabangsa cuba menggambarkan kemenangan ini adalah kemenangan satu puak yang esktrim (ISIS) adalah jelas; untuk menimbulkan kemarahan dunia kepada revolusi rakyat dan cuba merencatkannya. Apabila dunia melihat kebangkitan rakyat Iraq sebagai pengganas dan ektrimis, maka mudah saja untuk kuasa luar campur tangan dan membantu kerajaan Maliki menekan kebangkitan rakyat. Amerika dan Rusia telah menghantar kapal terbang pejuang untuk membantu tentera Maliki. Tentera elit Iran pula dilaporkan telah memasuki Iraq untuk sama-sama menyekat kebangkitan rakyat. Kerajaan Maliki cuba menggambarkan semua keganasan dan kezaliman berpunca dari ISIS dan semua umat Sunni adalah ISIS. Masyarakat dunia tidak akan membantah kerana mereka dilihat sebagai menentang kumpulan pengganas dan ektrimis.

Struan Stevenson juga melaporkan “ …. dakwaan ini bukanlah kerana salah-faham bahkan jelas mempunyai niat yang jahat. Atas nama menentang keganasan, Maliki dan regim Iran cuba membuat alasan untuk campurtangan Tentera al Quds dari Iran dan penaklukan Iraq oleh tentera Pengawal Republikan Iran. Pada masa yang sama mereka mahukan campurtangan tentera Amerika menyebelahi Maliki.”

Pada 12 Jun, Wall Street Jounal melaporkan 3 batalions tentera elit al Quds telah dihantar membantu tentera Iraq. Satu battalion telah telah menyertai pertempuran bersama tentera Iraq dan membantu menawan semula sebahagian besar bandar Tikrit pada hari Khamis. Manakala 2 batalion lagi ditugaskan mempertahankan Baghdad dan tempat suci Syiah di Karbala dan Najaf.

[Pengisytiharan Khilafah Islam]

ISIS berterusan melakukan perkara yang pelik dan tidak dapat diterima oleh umat Islam umumnya. Pada 29 Julai 2014 bersempena 1 Ramadhan 1435, ISIS telah mengisytiharkan berdirinya Khilafah Islam di kawasan yang dikuasai mereka dari timur Syria hingga ke utara Iraq. Namum sebahagian besar kawasan ini adalah padang-pasir dan tidak berpenghuni. Pemimpin ISIS, Abu Bakar Al-Baghdadi dilantik sebagai `khalifah’ mereka. Mereka juga mengeluarkan fatwa mewajibkan seluruh umat Islam di dunia melafazkan bai’ah (taat setia) kepada mereka. Pengistiharan kahlifah ini juga bererti semua jamaah Islam dan kumpulan mujahiddin hendaklah dibubarkan kerana semua umat Islam mesti berada dibawa satu khalifah.

Sebenarnya ini bukan perkara baru di Iraq. Pada tahun 2007, Abu Musab al Zarqawi, bekas pemimpin aQI yang ketika itu memimpin gerakan ‘Tauhid dan Jihad di Mesopotamia’ telah pernah mengisytiharkan penubuhan Negara Islam di Iraq.

Negara Islam memang menjadi idaman setiap muslim dan gerakan Islam. Tetapi pengisyiharan Negara Islam oleh kumpulan yang membawa imej penganas, pembunuh dan mempunyai rekod kemanusiaan yang buruk – hanya merosakkan agenda Negara Islam.

Pengisytiharan ini juga tidak membawa apa-apa kebaikan dan tidak menyelesaikan sebarang masalah umat Islam bahkan masyarakat dunia kini melihat Islam melalui kacamata `Negara Islam’ yang kasar, ekstrim, tanpa undang-undang dan tidak berperikemanusiaan. Perbuatan ini hanya memberi keuntungan dan menjadi hujah kepada mereka yang menentang Islam.

Persatuan Ulama Sedunia (International Union of Muslim Scholars - IUMS) yang dipengerusikan oleh Sheikh Yusuf Qardawi dalam kenyataan pada 4 Julai 2014 menolak pengistiharan tersebut sebagai tidak sah, tidak realistik dan tiada sandaran hukum Islam. IUMS memberi amaran perbuatan ini hanya memberi keuntungan kepada musuh Islam di Iraq dan Syria. Khilafah Islam berdiri atas dasar persepakatan ummah bukan hanya dengan pengisytiharan golongan tertentu. ISIS juga dikecam kenara cuba merampas kejayan kebangkitan rakyat Iraq dengan mendakwa kemenangan milik mereka.

 

Persatuan Ulama’ Iraq (Association of Muslim Scholars in Iraq - AMSI) pula dalam kenyataan No 1003 bertarikh 1 Julai 2014 berkata, dalam keadaan Iraq sekarang, pengumuman seperti itu tidak memberi kebaikkan kepada Iraq dan perpaduan rakyatnya. Bahkan perbuatan seperti itu boleh dianggap cuba memecah-belahkan Iraq dan kepentingan rakyat.

Sheikh Abbas Shuman, seorang ulama al Azhar berkata “mereka yang bercakap tentang penubuhan Negara Islam itu sebenarnya pengganas. Khilafah Islam tidak ditegakkan secara paksaan. Menakluk sebuah negara dan membunuh separuh penduduknya …… ini bukan Negara Islam. Ini adalah keganasan.”

Pengisytiharan itu juga ditolak oleh pelbagai kumpulan mujahidin di Syria. Abu Maria al-Qahtani yang menjadi rujukan Jabat an Nusra dalam perundangan Islam mencatatkan didalam Twitternya tindakan ISIS adalah “semangat yang keterlaluan” dan “musibah kepada ummah”. Bahkan golongan salafi seperti gerakan Salafi Lebanon juga menolaknya. Pemimpin gerakan tersebut, Daii Islam al Shahhal berkata “Kami pun mahukan negara Islam, itu adalah asas kefahaman kami. Tetapi Negara Islam mesti tertegak atas beberapa kriteria dan kriteria tersebut belum dipenuhi.” Manakala Jamaah Islamiyah Lebanon mengecam pengumuman tersebut menganggapnya terkeluar dari landasan Islam. Bagi mereka ISIS merosakkan Islam dan dikeji oleh penduduk di Timur Tengah.

Sehingga artikel ini ditulis, alQaeda Global (aQG) masih belum mengeluarkan apa-apa kenyataan terhadap pengisytiharan ISIS, namun ia tentunya sukar diterima oleh aQG kerana ia bererti pemimpin aQG Ayman al Zawahiri pula terpaksa memberi taat-setia kepada ISIS.

[Kesimpulan]

Dalam meneliti fakta-fakta yang berlaku di Iraq dan Syria serta sebagai panduan memahami pergolakan Irqa-Syria dimasa akan datang, kita boleh mengambil beberapa kesimpulan :

1.    ISIS mempunyai asal-usul dari al Qaeda in Iraq (aQI). Walaupun alQaeda sendiri sudah dianggap pelampau dan ekstrim, ISIS telah menjadi lebih ekstrim hinggakan alQaeda sendiri menjauhkab diri dari mereka.

2.    Selain nama yang bersandar Islam, ISIS tidak menunjuk sebarang karakter perjuangan Islam dari segi akhlak, kefahaman, pendekatan syariat, kasih-sayang, adab di medan perang, teliti dalam menghukum dan sebagainya.

3.    Penonjolan ISIS sebagai kumpulan yang terlampau ekstrim, hanya memberi keburukan kepada Islam amnya dan kepada perjuangan membebaskan Syria dan Iraq khususnya.

4.    Strategi ISIS hanya memberi keuntungan kepada musuh Islam di Syria dan Iraq. Imej militan ekstrim ISIS menjadi alasan untuk campurtangan kuasa asing seperti Amerika dan Rusia bahkan Iran dalam urusan Syria dan Iraq. Beralasankan menentang pengganas, mereka memasuki Iraq dan Syria; tetapi yang ditentang bukan pengganas bahkan revolusi rakyat.

5.    ISIS ditolak oleh semua pihak, samada yang sepatutnya menjadi kawan apalagi lawan. Samada golongan Islam mahupun secular.

6.    Kejayaan yg dinisbahkan kpd ISIS yang berlaku secara tiba-tiba dan begitu cepat menimbulkan pelbagai tanda-tanya; apakah kejayaan itu betul milik ISIS ataukah mereka memang sengaja diberi ‘laluan’ oleh pihak tertentu dan berkepentingan.

7.    Kejayaan membebaskan utara dan barat Iraq terutama daerah Sunni Ninawa dan al Anbar bukan milik ISIS bahkan hasil kebangkitan rakyat Iraq terharap kerajaan Syiah Nuri Maliki. Protes besar-besaran terharap kerajaan Maliki telah bermula sejak akhir 2013 bukannya bermula dengan penaklukan Mosul pada Jun 2014.

8.      Dakwaan bahawa ISIS ciptaan pihak luar yang sengaja ingin memburukkan Islam dan perjuangan rakyat atau sekurang-kurangnya telah diresapi oleh anasir jahat sukar ditolak kerana tindakan ISIS hanya merugikan Islam dan menguntungkan musuh Islam.



Ar. Hj. Syed Mohd Radhi Syed Sakkaf
Jkuasa Pembelaan Ummah
Pertubuhan IKRAM Negeri Selangor

HTI: Isu ISIS Jangan Sampai Dijadikan Momentum Monsterisasi Khilafah

Kamis 10 Syawal 1435 / 7 Agustus 2014 10:44

ismail yusanto polri HTI: Isu ISIS Jangan Sampai Dijadikan Momentum Monsterisasi Khilafah
JURU Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Muhammad Ismail Yusanto menyatakan pemerintah harus proporsional menyikapi ISIS dan khilafah.
“Ini yang menurut saya pemerintah harus menyikapinya secara proporsional. Dalam arti bahwa bisa saja pemerintah tidak setuju dengan organisasi yang bernama ISIS tetapi jangan sampai kemudian penolakan terhadap ISIS itu menjadi penolakan terhadap ide khilafah,” ungkapnya Selasa (5/8).
Menurutnya, jangan sampai isu pendeklarasian khilafah oleh ISIS dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk melakukan monsterisasi terhadap ide khilafah.
“Monsterisasi ini menurut saya akan menimbulkan komplikasi, alih-alih akan menyelesaikan masalah ISIS, malah menimbulkan masalah baru karena mengkriminalisasi ide yang bersumber dari ajaran Islam,” tegasnya.
Khilafah Ajaran Islam
Ismail menjelaskan khilafah adalah ide Islam sehingga umat Islam wajib mendukungnya. Khilafah bersumber dari Alquran, Sunnah, Ijma dan Qiyas. Dan yang substansi dari ide khilafah itu ukhuwah, syariah dan dakwah. Ukhuwah artinya persatuan umat Islam seluruh dunia. Syariah artinya penerapan syariat Islam secara kaffah. Dakwah artinya menyebarkan Islam ke seluruh penjuru dunia.
“Tiga substansi inilah yang terangkum dalam kata ‘khilafah’ maka tidak ada yang buruk dari ide khilafah karena ini bersumber dari sumber ajaran Islam makanya wajib didukung oleh umat Islam,” ungkapnya.
Khilafah yang Dideklarasikan ISIS tidak Syar’i
Terkait pendeklarasian khilafah oleh ISIS, Ismail juga menyatakan HTI berpendapat sebagaimana pernyataan resmi Amir Hizbut Tahrir Syeikh Atha Abu Rashta. “Deklarasi yang dilakukan ISIS tidak bisa dianggap deklarasi yang absah secara syar’i. Karena dia tidak memenuhi empat kriteria sekaligus!” tegasnya.
Pertama, mestinya kekhilafahan itu memiliki wilayah secara otonom. Sedangkan yang dikuasai oleh ISIS adalah sebagian wilayah Suriah dan sebagian wilayah Irak. Jadi wilayah itu sesungguhnya masih berada di dalam kewenangan Suriah dan Irak. “Mereka menguasai wilayah itu secara militer iya, tetapi belumlah bisa dikatakan menguasai wilayah itu secara otonom,” beber Ismail.
Kedua, keamanannya belum sepenuhnya di tangan kaum Muslimin. Dan ini menunjukkan bahwa mereka belum dapat sepenuhnya mempertahankan wilayah tersebut karena masih harus berhadapan dengan penguasa yang dianggap sah menguasai wilayah itu.
Ketiga, menerapkan syariat Islam secara kaaffaah.
Keempat, khalifahnya sendiri harus memenuhi tujuh syarat pengangkatan khalifah, yaitu: muslim; baligh; laki-laki; merdeka; berakal; mampu dan adil (tidak fasik).
“Karenanya Hizbut Tahrir, tidak mengakui keabsahan deklarasi khilafah oleh ISIS tersebut,” tegasnya seperti dikutip situs resmi HTI. [Pz/Islampos]


 2:00PM - 7 Aug 2014

Tarik balik pembohongan atau disaman

Ketua Menteri Pulau Pinang Lim Guan Eng memberi masa 24 jam kepada ahli Parlimen Temerloh Nasruddin Hasan Tantawi untuk menarik balik apa yang didakwa "pembohongan" terhadap pentadbirannya atau berdepan dengan tindakan undang-undang.

Lim menjawab komen Nasruddin semalam bahawa dia tidak dikritik mengenai projek terowong dasar laut Pulau Pinang sepertimana yang dihadapi Menteri Besar Selangor Tan Sri Khalid Ibrahim dalam isu Lebuhraya Kinrara-Damansara (Kidex).

Nasruddin mendakwa projek terowong bawah laut itu akan mencecah
harga RM4.63 bilion dan mendakwa ia diberikan secara rundingan terus kepada Construction Zenith BUCG Bhd.

Nasruddin turut mendakwa bahawa pentadbiran Lim mencatatkan bajet defisit selama enam tahun.

Ketua Menteri Pulau Pinang itu berkata semua tuduhan itu sama seperti yang dibuat tentera siber pro-BN dan pro-Umno selama ini.

"Jika Nasruddin mendakwa dirinya sebagai seorang Muslim yang baik dan tidak munafik, maka beliau patut menarik balik pembohongan itu dan memohon maaf kepada saya dalam masa 24 jam," kata Lim.

"Jika gagal berbuat demikian, maka tindak tanduknya tidak bermaruah dan tiada bezanya dengan Umno.

"Saya tiada pilihan dan akan melayannya sepertimana saya melayan lawan dari BN dan akan mengarahkan peguam mengambil tindakan undang-undang terhadapnya kerana menyebarkan fitnah dan kata-kata nista terhadap saya," tambahnya.

Peribadi Petugas Parti Yang Bertaqwa

This Article Checked By Akademi Tarbiyah Dewan Pemuda PAS Malaysia (DPPM) on Sunday, 3 August 2014


Tajuk ini dikemukakan untuk bahan perbincangan ke arah melahirkan petugas-petugas (amilin) parti yang beriman dan bertaqwa. Lantaran taqwa adalah satu jambatan yang menghubungkan insan dengan Rabb-nya. Jambatan itulah kelak akan memudahkan nusrah dan maunah disalurkan.
Tanpa hubungan erat antara amilin atau petugas parti dengan Allah s.w.t, bagaimanalah perjuangan yang didokong ini mampu beroleh kemenangan (nusrah) sedang kemenangan itu adalah milik dan anugerah Allah.
Perbincangan kita kelak akan menggariskan beberapa ciri-ciri atau kriteria petugas parti (abna’ al-harakah) yang menepati standard piawaian yang dikehendaki oleh Rasulullah s.a.w. Kita tidak mahu petugas parti yang hanya mengaku dan mendakwa dirinya sebagai petugas atau pejuang sedang aqidahnya masih samar, fikrahnya masih kabur dan peribadinya masih culas.
Kita juga mahu memastikan parti atau jamaah yang kita dokong ini turut menepati sebuah Gerakan Islam yang berperanan untuk berjuang bagi mengembalikan khilafah Islam yang telah hilang malah membina kembali daulah Islamiyah yang telah runtuh .
Bila kita bincang mengenai syakhsiyyah amilin yang bertaqwa, maka ia melibatkan semua anggota parti tanpa kecuali. Semua kita adalah amilin atau petugas parti atau jamaah Islam ini. Tinggal lagi petugas-petugas ini diagih tugas mereka mengikut keupayaan dan kepercayaan yang telah diberikan oleh jamaah.
Ada yang bertugas (amilin) sebagai al-Mursyidul Am, dalam PAS tugas besar ini diamanahkan kepada al-Fadhil Tuan Guru Hj. Nik Abdul Aziz. Ada yang bertugas sebagai Presiden dan ianya diamanahkan kepada al-Fadhil Tuan Guru Haji Abdul Hadi.
Begitulah seterusnya, pelbagai jawatan dan amanah sebagai agihan tugas telah diagih dengan penuh kepercayaan oleh jamaah agar dilaksanakan dengan baik dan bertanggungjawab. Semuanya bertugas dalam bidang dan skop tanggungjawab masing-masing. Justeru, perbahasan mengenai amilin ini merangkumi semua anggota jamaah.
Saya merasakan bahawa memahami amilin parti sebagai staff pejabat, suk, pegawai tugas-tugas khas dan lain-lain adalah silap, sebaliknya amilin itu ialah mereka yang beramal atau bekerja untuk membangunkan perjuangan Islam ini dengan menjadikan jamaah ini sebagai platform. Pastinya ia meratai seluruh anggota parti, bermula dengan al-Mursyidul Am hinggalah pegawai am di pejabat agung parti itu semuanya adalah amilin.
Peribadi yang kita mahu bina dikalangan petugas jamaah bukan sahaja terhenti pada gaya penampilan berwibawa, aksi kehidupan berhemah dan juga fikrah Islami yang syumul tetapi juga memberi penumpuan kepada pembinaan spiritual yang mantap .
Amilin (petugas) parti mestilah bertolak di atas nokhtah Ikhlas dan Tajarrud. Ikhlas dengan maksud segala amal dan tugasan yang ditaklifkan ke atas dirinya, dilaksanakan semata-mata kerana Allah. Justeru ikhlas adalah rahsia Allah. Kita boleh menilainya melalui kesan-kesan langsung yang menunjuk kepada ikhlas. Antara petanda ikhlas bagi seorang petugas ialah :
Nawaitu yang tepat dan jelas kerana Allah, bukan kerana mahu menjawat jawatan, publisiti dan lainnya sehingga melanggar disiplin amal Islami;
  • Bekerja atau bertugas walau tanpa jawatan
  • Bersedia menerima dan memberi nasihat atau teguran
  • Tidak bermain alasan untuk mengelak diri dari tugasan
  • Bersedia menerima arahan dalam apa jua keadaan
  • Prihatin terhadap keperluan parti atau jamaah
  • Tolak ansur dalam mengendalikan gerakkerja jamaah
  • Menghormati generasi terdahulu merintis jalan perjuangan
  • Sentiasa muhasabah diri dan aktiviti yang telah dilaksanakan
  • Mengakui dan menginsafi kesilapan diri
  • Menjaga rahsia parti atau jamaah
  • Menepati keputusan dan ketetapan parti atau jamaah
  • Tidak mengklasifikasikan ketaatan kepada pimpinan
  • Aktif tidak mengira musim
Sementara Tajarrud pula bermaksud fokus. Tawajjuh kepada Allah tanpa campur tangan elemen-elemen luar. Dalam melaksanakan tugasan, ia fokus kepada Allah tanpa terlalai dengan apa jua kepentingan selain Allah. Tiada serampang dua mata melainkan hanya untuk Allah dan kepada Allah.

Biodata Penulis

Ustaz Nasrudin bin Hasan Tantawi merupakan Ketua Pemuda Dewan Pemuda PAS Malaysia (DPPM). Beliau pernah mendapat pendidikan di Maahad Fathul Islami Damascus, Syria dan Universiti Al Azhar, Tanta, Mesir. Beliau memilih PAS sebagai platform perjuangan Islam di Malaysia. Antara tokoh ulama yang beliau kagumi adalah Syeikh Dr.Yusuf Al Qaradawi dan Syeikh Muhammad Al Ghazali.


Post by Malik Tajamul Hayat Khan.







نا انتام مانا سوكا‎ with Teuku Zacharyah Iskandar and 8 others







2 hrs ·
Hihi ini budaya gelek punggok tareket makrifat syareat sufi mane...
Mana seluruh mujahideen regim ubn pkr n pas drpd kaum malayu yg kabonya berkobar2 mahu hapuskan musuh2 Allah swt..
Ape pn tiger show versi malays syiah ini bisa mengeraskan batang kaum jantan gampang hahahaha
lahai dh dok gelek2 cuba buka kain nya ohhhh tidak....
Sshhhh yg dh berbini suruh bini wat gini taw diam2 nti kena skodeng lak dgn anak2 ny...kikikiki